scholarly journals The reverse sural fasciocutaneous flap for the treatment of traumatic, infectious or diabetic foot and ankle wounds: A retrospective review of 16 patients

2011 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 5653 ◽  
Author(s):  
Ioannis A. Ignatiadis ◽  
Vassiliki A. Tsiampa ◽  
Spyridon P. Galanakos ◽  
Georgios D. Georgakopoulos ◽  
Nicolaos E. Gerostathopoulos ◽  
...  
2009 ◽  
Vol 18 (9) ◽  
pp. 396-400 ◽  
Author(s):  
K. Johnson ◽  
K.C. Lamp ◽  
L.V. Friedrich

2016 ◽  
Vol 22 (2) ◽  
pp. 75-76
Author(s):  
H. El-Mowafi ◽  
Yasser Kandil ◽  
A. El-Hawary

2019 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 8
Author(s):  
Ika Nur Pratiwi ◽  
Lailatun Ni'mah ◽  
Ika Yuni Widyawati ◽  
Lingga Curnia Dwi

Pendahuluan: Salah satu komplikasi penyakit diabetes melitus (DM) yang sering dijumpai adalah kaki diabetik (diabetic foot), yang dapat ber- manifestasikan sebagai ulkus, infeksi dan gangren dan artropati Charcot. Ada dua tindakan dalam prinsip dasar pengelolaan diabetic foot yaitu tindakan pencegahan dan tindakan rehabilitasi. Tindakan pencegahan meliputi edukasi perawatan kaki, sepatu diabetes dan senam kaki (Yudhi, 2009). Fake (Foot and Ankle Exercises) atau dikenal juga dengan senam kaki merupakan latihan yang dilakukan bagi penderita DM atau bukan penderita untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian kaki (Soebagio, 2011). Melakukan perawatan kaki secara teratur dapat mengurangi penyakit kaki diabetik sebesar 50-60%. Untuk meningkatkan vaskularisasi perawatan kaki dapat juga dilakukan dengan gerakan-gerakan kaki yang dikenal sebagai senam kaki diabetes (Black & Hawks, 2009; Smeltzer et al., 2010; Lewis et al., 2011). Puskesmas Klampis Ngasem memiliki jumlah kunjungan pasien dengan diabetes mellitus yang cukup tinggi di Surabaya. Berdasarakan data dari Puskesmas Klampis Ngasem dalam kurun waktu Januari-September 2017 jumlah kunjungan pasien dengan DM mencapai 2219 kasus.Metode: Wilayah Kerja Puskesmas yang akan menjadi tempat pengabdian masyarakat ini adalah Puskesmas Klampis Ngasem Surabaya. Metode yang digunakan melalui pendidikan dan pelatihan senam kaki “Fake” (Foot and Ankle Exercises) sebagai upaya pencegahan terhadap komplikasi pada kaki penderita Diabetes Mellitus Di Puskesmas Klampis Ngasem Surabaya sebanyak 30 orang pasien dengan DM. Peserta pengmas akan dilakukan kegiatan pre-test dan post-test dengan mengisi kuesioner pengetahuan dan kemampuan perawatan kaki pada penderita diabetes serta dilakukan pengukuran sirkulasi darah sebelum dan sesudah kegiatan menggunakan tensimeter di lengan dan kaki hingga diperoleh tekanan sistolik lengan dan kaki untuk pemeriksaan ankle brachial index (ABI).Hasil: Evaluasi Akhir Program Pengabdian Kepada Masyarakat diperoleh bahwa pengetahuan penderita DM terhadap perawatan kaki yang menunjukkan peningkatan nilai rerata post test menjadi 70 dari nilai rerata pada pre test 49 terhadap 30 peserta DM. Sementara itu, didapatkan 18 orang memiliki skor ABI dengan interpretasi borderline perfusion (0,6-0,8) dan sisanya berada dalam rentang normal. Sedangkan setelah dilakukan latihan jasmani berupa senam kaki didapatkan 6 orang masih memiliki skor ABI rentang 0,6-0,8 dengan interpretasi borderline perfusion dan 24 orang berada dalam rentang normal dengan skor ABI 0,9-1,3. Kesimpulan: Diharapkan informasi yang telah disampaikan dalam modul dapat dijadikan panduan dalam memantau penatalaksanaan perawatan kaki pada diabetes mellitus serta Kegiatan senam kaki ini dapat dilakukan secara teratur dirumah dan gerakannya disesuaikan dengan kemampuan tubuh.


2006 ◽  
Vol 45 (4) ◽  
pp. 252-260 ◽  
Author(s):  
Felix Omonosioni Osiogo ◽  
Chung-Sheng Lai ◽  
Wen-Her Wang ◽  
Yoong-Foo Chye ◽  
Sin-Daw Lin

2009 ◽  
Vol 23 (1) ◽  
pp. 61-68 ◽  
Author(s):  
James C. Stanley ◽  
Andrew M. Collier
Keyword(s):  

2019 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. e00059 ◽  
Author(s):  
Anne Rossel ◽  
Dan Lebowitz ◽  
Karim Gariani ◽  
Mohamed Abbas ◽  
Benjamin Kressmann ◽  
...  

2014 ◽  
Vol 7 (2) ◽  
pp. 102-107 ◽  
Author(s):  
Russell M. Carlson ◽  
Nicholas C. Smith ◽  
Katherine Dux ◽  
Rodney M. Stuck

Human fibroblast–derived dermis skin substitute is a well-studied treatment for diabetic foot ulcers; however, no case series currently exist for its use in healing postoperative wounds of the lower extremity. A retrospective analysis was conducted on 32 lower extremity postoperative wounds treated weekly with human fibroblast–derived dermis skin substitute. Postoperative wounds were defined as a wound resulting from an open partial foot amputation, surgical wound dehiscence, or nonhealing surgical wound of the lower extremity. Wound surface area was calculated at 4 and 12 weeks or until wound closure if prior to 12 weeks. Postoperative wounds treated with weekly applications showed mean improvement in surface area reduction of 63.6% at 4 weeks and 96.1% at 12 weeks. More than 56% of all wounds healed prior to the 12-week endpoint. Additionally, only one adverse event was noted in this group. This retrospective review supports the use of human fibroblast–derived dermis skin substitute in the treatment of postoperative lower extremity wounds. This advanced wound care therapy aids in decreased total healing time and increased rate of healing for not only diabetic foot wounds but also postoperative wounds of the lower extremity, as demonstrated by this retrospective review. Level of Evidence: Therapeutic, Level IV: Case series, retrospective


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document