Efektivitas Hand Sanitizer Alami Ekstrak Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum (L.) Merr. & L.M.Perry) terhadap Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus

2021 ◽  
Vol 2 (3) ◽  
pp. 85-94
Author(s):  
Putri Sabilla Aulia Najiah ◽  
Diana Hernawati ◽  
Vita Meylani

Daun cengkeh mengandung senyawa antibakteri, dan komponen utama ekstrak daun cengkeh adalah eugenol yang memiliki aktivitas antibakteri. Berdasarkan efek tersebut, penelitian ini menggunakan ekstrak daun cengkeh untuk membuat hand sanitizer alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas ekstrak daun cengkeh sebagai hand sanitizer dalam pengendalian Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen sejati dan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan, terdiri dari kontrol dan 5 perlakuan. Uji penghambatan diuji dengan metode difusi cakram. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji one way ANOVA 0,05 dan uji lanjutan Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hand sanitizer yang mengandung ekstrak daun cengkeh efektif menghambat pertumbuhan MRSA. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa konsentrasi terbaik untuk menghambat MRSA adalah konsentrasi pembersih tangan 20% dengan ekstrak daun cengkeh.

2018 ◽  
Vol 13 (1) ◽  
pp. 31
Author(s):  
Afaf Azizah ◽  
Irma Suswati ◽  
Sulistyo Mulyo Agustin

Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan salah satu bakteri penyebab infeksi, angka kejadiannya cukup tinggi. MRSA resisten terhadap beberapa antibiotik seperti beta-laktam(18%), rifampisin (6,7%), floroquinolon (84%), linezolid (1,3%) dan ampicillin (93,4%). Ekstrak bunga cengkeh mempunyai efek antimikroba karena mengandung eugenol, flavonoid, tannin, saponin, alkaloid dan phenol yang dapat merusak struktur sel bakteri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antimikroba ekstrak bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap MRSA secara in vitro.Metode yang digunakan experimental post test only group designdengan metode dilusi tabung berbagai konsentrasi ekstrak bunga cengkeh 0,39%, 0,195%, 0,097%, 0,049%, 0,024%, 0,012%, 0,006%, 0,003%. Analisis data menggunakan One Way Anova.Hasil penelitain menunjukkan Kadar Bunuh Minimal (KBM) adalah 0,39%. Uji One Way Anova p=0,000 (p<0,05) menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara konsentrasi ekstrak bunga cengkeh dengan jumlah koloni MRSA. Ekstrak bunga cengkeh dapat membunuh MRSA dengan cara merusak struktur sel bakteri. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah ekstrak bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) mempunyai efek antimikroba terhadap MRSA secara in vitro. Kata kunci : Ekstrak bunga cengkeh (Syzygium aromaticum), MRSA, KBM.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document