scholarly journals Economic Viability of Adoption of Automated Oestrus Detection Technologies on Dairy Farms: A Review

Animals ◽  
2020 ◽  
Vol 10 (7) ◽  
pp. 1241 ◽  
Author(s):  
Adewale Henry Adenuga ◽  
Claire Jack ◽  
Kehinde Oluseyi Olagunju ◽  
Austen Ashfield

The decision for dairy farmers to invest in automated oestrus detection (AOD) technologies involves the weighing up of the costs and benefits of implementation. In this paper, through a review of the existing literature, we examine the impacts of investment in AOD technologies in relation to the profitability and technical performance of dairy farms. Peer-reviewed articles published between 1970 and 2019 on the investment viability of AOD technologies were collated and analysed. We capture the different measures used in assessing the economic performance of investment in AOD technologies over time which include net present value (NPV), milk production, Benefit-Cost Ratio (BCR), internal rate of return (IRR) and payback period (PBP). The study concludes that investment in AOD technologies is not only worthwhile but also contributes to farm profitability.

2017 ◽  
Vol 13 (3) ◽  
pp. 240
Author(s):  
Novdin M Sianturi

Abstrak: Pengelolaan sampah di Kota Pematangsiantar masih bertumpu pada pendekatan akhir (kumpul-angkut-buang), dengan tingkat pelayanan yang rendah, sehingga untuk meningkatkan pelayanan sampah, perlu dilakukan pemilahan di tempat penampungan sementara (TPS). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem pengelolaan sampah dengan melakukan pemilihan di TPS dapat meningkatkan pelayanan aset persampahan sampai tahun  2015 secara teknis operasional dan dari aspek keuangan. Analisa teknis operasional aset pengelolaan sampah mulai dari pewadahan, pengumpulan dan pengangkutan sedangkan analisa keuangan dan analisa kelayakan menggunakan Net Present Value, Internal Rate of Return, Benefit/Cost Ratio, dan Payback Period. Dari hasil analisa tersebut diperoleh suatu sistem pengelolaan sampah dengan pemilihan di TPS berdasarkan zona pelayanan dengan skala prioritas secara bertahap daritahun 2013-2017, dapat meningkatkan cakupan pelayanan sampah eksisting rata-rata 6,69 %, cakupan pelayanan TPS eksisting rata-rata 8,29 %, dan cakupan pelayanan truk pengangkut sampah eksisting rata-rata 12,03 %. Investasinya layak, diperoleh Net Cashflow pada tahun 2020 sebesar Rp 1.720.242.284,-, NPV suku bunga 15 % bernilai positif, IRR > MARR 15 %,  B/C Ratio > 1, dan PP 4,7 tahun, lebih pendek dari periode investasi 10 tahun. Dari Metode penelitian ini maka pengumpulan data, observasi lapangan dan pengukuran contoh timbulan sampah dengan sampel 4 TPS perumahan yang terlayani pengangkutan.


2016 ◽  
Vol 13 (2) ◽  
Author(s):  
Dessy Putri Andini

Kondisi perekonomian yang sangat sulit saat ini menuntut sebuah unit bisnis untuk bisa menciptakan sebuah unit bisnis yang prospektif dan menguntungkan dalam jangka pendek dan jangka panjang sebagai tempat untuk melakukan investasi. Pemikiran yang kedua adalah dengan modal yang pas – pasan, produk yang diproduksi harus dapat diterima oleh pasar sehingga memunculkan permintaan pasar dan dapat memberikan keuntungan bagi bisnis kita. Oleh karena itu, kita perlu untuk melakukan studi kelayakan sebuah unit bisnis agar mampu bersaing di dunia bisnis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha waralaba “PANGESTU” dengan menggunakan metode Payback Period, metode Benefit Cost Ratio (BCR), metode Net Present Value (NPV) yaitu metode yang menghitung selisih nilai dengan penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang dan metode Internal Rate of Return (IRR) yaitu untuk mencari tingkat bunga. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan metode PP diperoleh hasil, yaitu 2 tahun 2 bulan, lebih cepat dari umur ekonomis usaha selama 5 tahun. BCR memiliki nilai lebih dari 1 yang menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk diusahakan. NPV bernilai positif, yaitu Rp. 1.099.768.059. IRR bernilai 85,95% lebih besar dari tingkat bunga yang telah ditetapkan yaitu 15%. Sehingga jika usaha ini diwaralabakan pasti banyak yang akan membeli usaha ini.


ZOOTEC ◽  
2019 ◽  
Vol 39 (1) ◽  
pp. 171
Author(s):  
Franky N.S Oroh ◽  
S A.E Moningkey ◽  
I D.R Lumenta

ABSTRACTSTUDY OF CONVENTIONAL INVESTMENT CRITERIA AND ENVIRONMENTAL OF PIG FARMING IN TOMOHON CITY. This study aims to analyze the feasibility of conventional (private) and environment (externalities) investment criteria, which determine the extent of the economic feasibility of the externalities investment criteria taking into account the private costs (conventional costs) and externalities costs (environmental costs) in the pig farm agribusiness. This research was conducted in Tomohon, where the sample pig farms that have business scale criterion of <1,000, 1,000-5,000, and > 5,000 heads. The analysis used the analysis of investment criteria to look at the externalities economic feasibility of the pig farms, with the calculation of Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR) and Internal Rate of Return (IRR). NPV of conventionally and externalities was greater than zero or positive, these results suggest that the companies have been conventionally sampled financially feasibility, as well as the investment plan of externalities. IRR conventional and externalities is greater than one, these results indicate that the samples with conventional and externalities investment companies are still profitable, especially if the investment is viewed in the environment, it would be beneficial as it will reduce the environmental impact. BC ratio values conventionally and externalities is greater than one, these results suggest that the externalities investment is feasible for conducting.Keywords :Economy, Environment, Pig Farms, Tomohon


2021 ◽  
Vol 9 (2) ◽  
pp. 61-66
Author(s):  
Sitti Safiatus Riskijah ◽  
Susapto ◽  
Suselo Utoyo

Proyek Pembangunan Perumahan X yang dibangun diatas lahan seluas 267.303,9 m2 memerlukan perencanaan site plan yang baik dan memenuhi peraturan yang berlaku untuk meningkatkan keuntungan perusahaan. Investasi terhadap perumahan memerlukan biaya yang banyak dan waktu yang lama, oleh karena itu diperlukan analisis kelayakan finansial guna mengetahui apakah investasi pembangunan Perumahan X ini layak atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi site plan eksisting, merencanakan 2 alternatif site plan, mengetahui kelayakan finansial dari 3 site plan yang ditinjau, dan memilih site plan yang terbaik secara finansial.Data yang diperlukan adalah site plan kondisi existing. basic design rumah, Analisa Harga Satuan Pekerjaan, Harga Satuan Dasar Kota Batu tahun 2017, biaya lahan, dan biaya perijinan. Analisis site plan eksisting berdasarkan PERMENPERA No. 11 tahun 2008, PERDA Kota Batu No. 7 tahun 2011, dan PERWALI Kota Batu No. 43 tahun 2017. Analisis kelayakan finansial menggunakan parameter Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Internal Rate of Return (IRR).Hasil penelitian menunjukkan bahwa site plan A, B, dan C sudah cukup memenuhi persyaratan yang berlaku. Kelayakan finansial dengan konsep site plan A, B, dan C sudah memenuhi kriteria kelayakan dengan parameter PP < periode investasi dengan nilai masing-masing sebesar 5,37 tahun, 5,22 tahun, dan 5,42 tahun, NPV > 0 dengan nilai masing-masing sebesar Rp 58.614.912.810, Rp 77.882.006.896, dan Rp 52.343.746.589, dan BCR > 1 dengan nilai masing-masing sebesar 1,058, 1,075, dan 1,052, sedangankan dengan parameter IRR hanya site plan B yang layak yaitu dengan nilai masing-masing sebesar 27,004%, 32,801% > MARR (30%), dan 24,322%. Ratio). Dengan demikian Site Plan B merupkan site plan yang terbaik secara finansial.


2014 ◽  
Vol 6 (4) ◽  
pp. 173
Author(s):  
Bassam Aldeseit

The main aim of this study was to evaluate financial viability of olive oil mills enterprise. Thirty olive mills were investigated. A questionnaire was designed to obtain information from mills owners. The information obtained was mainly related to costs and returns. Cash flows were derived from costs and returns items of the enterprise. Three main discounted measures of project worth were used; these were Net Present Value (NPV), the Internal Rate of Return (IRR), and the Benefit Cost Ratio (B/C). The results of this study revealed that olive mills could be a viable encouraging, and profitable enterprise because of its capability to generate a highly positive and acceptable NPV (837966.05 JDs). The IRR (85%) and B/C ratio (2.3) values for this enterprise were economically accepted.


2020 ◽  
Vol 10 (1) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Athfal Alex Al Buntoni ◽  
Muhammad Yusuf

Potential coconut  illustrated from of crop productivity in Central Java as the primary commodity reached 1.2864 million tons in 2015. Cashflow from research object coconut distributor reached Rp. 1.536.678.000/ years. The analyse of activity series composed by organisation structure, distribution plot, product handling. Product diversification, layout, and employe. Value of financial analyse  carried out NPV (Net Present Value)  2.056.306.704, value of BC Ratio (Benefit Cost Ratio) 6,23,  value of IRR (Internal Rate of Return) 40,16%. This research, if NPV have positif, so haved affect to positif BC Ratio and IRR haved greater value from interest rate so that Musriah coconut bussines keeping worth. Value of payback periode is 0,88, so to recoup only takes 10 month 21 days. Marketing mix contain of 4P with  Product 3,69 and Price 3,87. Grade of product and price have a good criteria, cause consumer can fulfilled the expectation. Grade of place is 3,54 and grade of promotion is 3,15. Grade of place and promotion have a good criteria, but needed a repair to be better.


2019 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 61
Author(s):  
Deby Rimba Samudra Fernandez Dacosta ◽  
Luh Putu Suciati ◽  
Djoko Soejono

ABSTRACT  One of the supporters of the national parks of Meru Betiri National Park (TNMB) in land rehabilitation is for the purpose of enhancing the ability and independence community in benefiting forest resource and land optimally. Chilli plant is a plant endemic to Java, which is in the Meru Betiri National Park National Park (TNMB) in addition Java is chili plants intercrop in Meru Betiri National Park as it can grow under the shade of a tree of principal. In addition the existence of the programme planning of aquaculture farming Java Chilli can also increase the income of farmers in land rehabilitation of Meru Betiri National Park National Park (TNMB). This research aims to know the: (1) financial feasibility analysis of effort of land rehabilitation Resort Java Chilli Wonoasri Meru Betiri National Park National Park (TNMB) District Jember; (2) the sensitivity of farming Java Chili against the decline in production and a decrease in the price of production. The research results showed that: (1) analysis ofthe feasibility of farming chili Java at Resort Wonoasri Garden Meru Betiri National Park (TNMB) with the investment criteria of Jember District shows the result with the value as follows: Net Present Value (NPV) worth Rp 94,783,796; PR worth 13.63; Net benefit Cost (Net/B/C) worth 13.63; Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C) worth 3.71 and Internal Rate of Return (IRR) is worth 43.7%. Based on the results of financial eligibility criteria then Java chili farming deserves to be run and developed. (2) J ava chili farming is not sensitive to a decrease in production of 40% so that the Java chili farming is still eligible to run and developed and insensitive Java chili farming is taking action against a price reduction of 18%.Keywords: Java Chili, Feasibility Analysis, Sensitivity Analysis  ABSTRAK Salah satu kegiatan pendukung Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) di lahan rehabilitasi adalah dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam mendapatkan manfaat sumberdaya hutan dan lahan secara optimal. Tanaman cabe jawa merupakan tanaman endemik yang berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) selain itu tanaman cabe jawa merupakan tanaman sela di Taman Nasional Meru Betiri karena dapat  tumbuh dibawah naungan pohon pokok. Selain itu dengan adanya program tersebut perencanaan budidaya usahatani cabe jawa juga dapat meningkatkan pendapatan petani di lahan rehabilitasi Taman Nasional Meru Betiri (TNMB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) analisis kelayakan finansial usaha cabe jawa lahan rehabilitasi Resort Wonoasri Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) Kabupaten Jember; (2) sensitivitas usahatani cabe jawa terhadap penurunan produksi dan penurunan harga produksi. Hasil penelitianmenunjukan bahwa: (1) analisis kelayakan usahatani cabe jawa di Resort Wonoasri Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) Kabupaten Jember dengan kriteria investasi menunjukkan hasil dengan nilai sebagai berikut: Net Present Value (NPV) bernilai Rp 94.783.796; PR bernilai 13,63; Net benefit Cost (Net B/C) bernilai 13,63; Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C) bernilai 3, 71 dan Internal Rate of Return (IRR) bernilai 43,7%. Berdasarkan hasil kriteria kelayakan finansial maka usahatani cabe jawa layak untuk dijalankan dan dikembangkan. (2) Usahatani cabe jawa tidak peka terhadap penurunan produksi sebesar 40% sehingga usahatani cabe jawa masih layak untuk dijalankan dan dikembangkan dan usahatani cabe jawa tidak peka tehadap penurunan harga sebesar 18%. Kata Kunci: Cabe Jawa, Analisis Kelayakan, Analisis Sensitiitas.


2014 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 264-274
Author(s):  
Miranda Romaully Br. Sitanggang ◽  
Norhalimah Norhalimah

       This study aims to determine the feasibility of rambutan plantation investment in Jungkal Village, Lampihong Subdistrict, Balangan Regency, seen from non-financial aspects, namely market aspects, technical aspects, management aspects, and financial aspects. The study was conducted in Jungkal Village, Lampihong District. The research method used was the census method where as many as 20 rambutan garden business owners were made respondents. Data collection was conducted from May - August 2014. Analysis of financial aspects used investment criteria consisting of Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B / C), and payback period. The results of research obtained from non-financial aspects show that the investment in rambutan plantation is feasible, it is shown that the market potential is quite high, the location of the plantation business that supports the success of the business, and the work plan in its management can be done by taking into account existing conditions. From the financial aspects of the rambutan plantation business investment in Jungkal Village, it is feasible to show the Net Present Vlue (NPV) of Rp134,646,379, - the value of the Internal Rate of Return (IRR) is greater than the discount rate of 30.01%. Net B / C is 4.50, and the payback period is 8 years 11 months 26 days, this shows that financially the investment in rambutan plantation is feasible.


2016 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 39
Author(s):  
Waluyo Sulistiono

Penelitian ini merupakan manajemen investasi PLTMH yang berlokasi di Desa Siteba Kecamatan Walenrang Utara kabupaten Luwu Propinsi Sulawesi Selatan. Peranan yang digunakan untuk analisis investasi adalah uji Pay Back Periode (PBP), Benefit Cost Ratio (B/C Ratio), Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), dan Internal Rate of Return (IRR). Sementara untuk uji tingkatpengembalian investasi digunakan uji ROI (Return of Invesment) dan MEC (Marginal Effecienci of Capital). Hasil penelitian menunjukan bahwa debit sungai makawa mampu membangkitkan daya sebesar 7500 kW. Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil Pay Back Periode (PBP) 4 tahun 8 bulan kurang dari waktu yang diisyaratkan selama 6 tahun. BEP (Break Even Poin) diperoleh titik impas dengan biaya Rp. 435.976.836.947 selama 6,56 Tahun. Benefit Ratio (BCR) sebesar 1,75 lebih besar dari 1, NPV On Project = Rp. 77.315.882.558 > 0, IRR On Project yang diperoleh adalah 18 % dan NPV On Equity = Rp. 89.421.236.401 > 0,danIRR On Equity yang diperoleh adalah 25,26%. Hasilperhitungan terhadap PBP, BCR, NPV, dan IRR, menunjukkan bahwa proyek ini layak untuk dilaksanakan. Selain itu dengan ROI sebesar 18% dan MEC sebesar 21% menunjukkan proyek PLTMH Siteba Energy IV layak untuk direalisasikan karena menguntungkan bagi investor.


2016 ◽  
Vol 26 (2) ◽  
pp. 133
Author(s):  
Ermiati Ermiati ◽  
Ekwasita Rini Pribadi ◽  
Agus Wahyudi

<p class="IsiabstrakIndonesia">Sistem usahatani integrasi seraiwangi-ternak sapi dapat meningkatkan nilai tambah, menjamin kelestarian sumber daya alam, meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Penelitian bertujuan untuk mengkaji sistem usahatani seraiwangi-ternak sapi yang dilakukan di Kebun Percobaan Manoko Lembang, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Indonesia pada April 2014. Parameter yang diamati meliputi; produksi seraiwangi, ampas hasil penyulingan minyak seraiwangi, minyak seraiwangi, kotoran sapi, harga sapi dan produksi susu sapi. Data dianalisa menggunakan analisis <em>Net Present Value</em> (NPV), <em>Benefit Cost Ratio </em>(B/C) rasio dan <em>Internal Rate of Return </em>(IRR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem usahatani seraiwangi-ternak sapi layak diusahakan dan memberi keuntungan ganda kepada petani. Untuk usahatani seraiwangi dengan total produksi sebanyak 270.000 kg ha<sup>-1</sup> (=1.755 liter minyak seraiwangi), @ Rp 500,- kg<sup>-1</sup> basah dengan DF 15% per tahun, memberikan NPV sebesar Rp 37.462.817,-, B/C rasio = 1,44 dan IRR = 35,96%. Penyulingan minyak seraiwangi berbahan bakar kayu dengan harga minyak Rp 170.000,- liter<sup>-1</sup>, memberikan NPV sebesar Rp 38.947.118,-, B/C Rasio 1,28 dan IRR 29,45%. Sedangkan dengan memakai biogas memberikan NPV, B/C Rasio dan IRR lebih tinggi, masing-masing Rp 64.575.654,-, 1,55 dan 36,27%. Limbah penyulingan daun seraiwangi yang dihasilkan sekitar 44.797 kg ha<sup>-1</sup> tahun<sup>-1</sup>, ini dapat digunakan sebagai pakan 5-6 ekor sapi. Untuk budidaya ternak sapi, memberikan NPV Rp 61.302.125,-, B/C Rasio 1,42 dan IRR 42,60 % selama 6 tahun.</p>


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document