scholarly journals Candida lipolytica UCP0988 Biosurfactant: Potential as a Bioremediation Agent and in Formulating a Commercial Related Product

2017 ◽  
Vol 8 ◽  
Author(s):  
Danyelle K. F. Santos ◽  
Ana H. M. Resende ◽  
Darne G. de Almeida ◽  
Rita de Cássia F. Soares da Silva ◽  
Raquel D. Rufino ◽  
...  
2017 ◽  
Vol 54 ◽  
pp. 20-27 ◽  
Author(s):  
Danyelle Khadydja F. Santos ◽  
Hugo M. Meira ◽  
Raquel D. Rufino ◽  
Juliana M. Luna ◽  
Leonie A. Sarubbo

2020 ◽  
Vol 152 ◽  
pp. 105881
Author(s):  
Carlos Silva ◽  
António Anselmo ◽  
Inês P.E. Macário ◽  
Daniela de Figueiredo ◽  
Fernando J.M. Gonçalves ◽  
...  

2016 ◽  
Vol 17 (10) ◽  
pp. 1608 ◽  
Author(s):  
Adriana Souza ◽  
Dayana Rodriguez ◽  
Daylin Ribeaux ◽  
Marcos Luna ◽  
Thayse Lima e Silva ◽  
...  

FEBS Letters ◽  
1974 ◽  
Vol 45 (1-2) ◽  
pp. 22-25 ◽  
Author(s):  
V.K. Akimenko ◽  
A.G. Medentsev ◽  
N.P. Golovchenko

2020 ◽  
Vol 8 (3) ◽  
pp. 17
Author(s):  
Kristi Aji Sugiarto ◽  
Desy MH Mantiri ◽  
Nickson J Kawung ◽  
Rizald M Rompas ◽  
Sandra O Tilaar ◽  
...  

Heavy metal is a very dangerous pollutant waste for it cannot be destroyed (non-degradable) and over time it will accumulate in the ocean. This study aims to determine the lead content in sediment, water and algal thallus as well as to determine the algae growth that has been treated with lead. The research method used was a completely randomized design (CRD) which consisted of 3 treatments, using different treatments for each sample. The highest metal content obtained in the sediment was 5,124 ppm, in the water was 0.120 ppm, and in the algae thallus was 4,816 ppm respectively. The results showed that Halimeda opuntia algae can grow even in an environment contaminated with lead heavy metal and can become a bioremediation agent by absorbing lead heavy metal. Keywords: Halimeda opuntia, Lead Heavy Metal, Algae Culture, Bioremediation             Logam berat merupakan salah satu limbah pencemar yang sangat berbahaya karena tidak dapat dihancurkan (non degradable) dan dapat terakumulasi di perairan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan timbal pada sedimen, air dan thallus alga yang dikultur serta mengetahui pertumbuhan alga yang telah diberi perlakuan timbal. Metode penelitian mengunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan, dengan menggunakan perlakuan yang berbeda pada tiap sampel dan kontrol. Kandungan logam tertinggi yang didapatkan pada sedimen yaitu sebesar 5,124 ppm, pada air sebesar 0,120 ppm, dan pada thallus alga sebesar 4,816 ppm. Hasil yang diperoleh yaitu alga Halimeda opuntia dapat bertumbuh walaupun dalam lingkungan yang tercemar logam berat timbal serta mampu menjadi agen bioremediasi dengan menyerap logam berat timbal. Kata kunci: Halimeda opuntia, Logam BeratTimbal, Kultur Alga, Bioremediasi


2021 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 33-41
Author(s):  
Theodorus Olwyn Innation ◽  
Vincentia Irene Meitiniarti ◽  
Desti Christian Cahyaningrum

Reduksi Cr(VI) pada Tanah Menggunakan Microbacterium sp. Strain SpR3 dengan Bahan Pembawa Vermikompos Kromium hexavalen [Cr(VI)] adalah polutan yang berasal dari kegiatan industri. Microbacterium sp. strain SpR3 dapat digunakan sebagai agen bioremediasi Cr(VI). Kemampuan agen biologi untuk mereduksi Cr(VI) umumnya meningkat bila diinokulasi dalam media pembawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan Microbacterium sp. strain SpR3 dalam mengurangi Cr(VI) serta membandingkannya dengan kondisi ketika diinokulasi dalam media pembawa vermikompos. Pengamatan dilakukan selama tujuh hari pada tiga perlakuan yang berbeda, yakni Microbacterium sp. strain SpR3 dengan dan tanpa media pembawa vermikompos yang diinokulasi pada tanah steril yang mengandung 50 ppm Cr(VI), dan tanah steril tanpa inokulasi bakteri yang mengandung 50 ppm Cr(VI). Variabel yang diamati adalah jumlah bakteri, konsentrasi, dan kecepatan reduksi Cr(VI) oleh bakteri tersebut di dalam tanah pada T0 (hari ke-0) dan T7 (hari ke-7). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa vermikompos bisa digunakan sebagai media pembawa Microbacterium sp. strain SpR3 karena dapat meningkatkan jumlah bakteri sampai 2 × 1010 CFU g-1 di dalam tanah dan dapat mengurangi Cr(VI) dengan kecepatan 0,095 mg L-1 jam-1. Hexavalent chromium [Cr(VI)] is a pollutant originated from industrial activities. Microbacterium sp. strain SpR3 can be used as Cr(VI) bioremediation agent. The ability of bioagent to reduce Cr(VI) usually improves when inoculated in a carrier. This research aimed to assess the ability of Microbacterium sp. strain SpR3 to reduce Cr(VI) in soil and compare its ability when inoculated in vermicompost carrier. Observations were carried out for seven days on three different treatments, namely Microbacterium sp. strain SpR3 with and without vermicompost inoculated in sterile soils containing 50 ppm Cr(VI), and sterile soils containing 50 ppm Cr(VI) without bacterial inoculation. The observed variables were the number of bacteria, the concentration of Cr(VI) and the rate of Cr(VI) reduction by these bacteria in the soil at T0 (day 0) and T7 (day 7). It was concluded that vermicompost could be used as a carrier of Microbacterium sp. strain SpR3 as it could increase the number of the bacteria to 2 × 1010 CFU g-1 in soil and could reduce Cr(VI) at the rate of 0.095 mg L-1 h-1.


2008 ◽  
Vol 35 (11) ◽  
pp. 1425-1433 ◽  
Author(s):  
Clarissa Daisy da Costa Albuquerque ◽  
Galba Maria de Campos-Takaki ◽  
Ana Maria Frattini Fileti

Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document