The formation of Japanese migrant fishing villages in Tongyeong during the Japanese occupation period and the response of Korean fishermen

2020 ◽  
Vol 53 ◽  
pp. 123-150
Author(s):  
YE-SEUL KIM
Author(s):  
Elizabeth Lominska Johnson ◽  
Graham E. Johnson

In the first decades of the twentieth century, Tsuen Wan began its transformation from an impoverished district of Hakka farming and fishing villages to one in which wage labour became available in infrastructure construction and small industry. After the Japanese occupation the area industrialized rapidly, attracting large numbers of immigrants from China. They adapted by forming associations, while the original people rented land and housing to the newcomers. The government initially was overwhelmed, but eventually began planning a ‘new town’, with the original inhabitants remaining in their villages, their rights protected in today’s post-industrial city.


Metahumaniora ◽  
2018 ◽  
Vol 8 (3) ◽  
pp. 389
Author(s):  
Widyo Nugrahanto

AbstrakPenelitian ini berjudul BKR (Badan Kemanan Rakyat):Cikal Bakal Tentara Indonesia?!. Penelitian ini merupakan interpretasi baru tentang cikal bakal TNI, yang umumnya banyak merujuk pada PETA (Pembela Tanah Air). Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Sejarah.Metode Sejarah memiliki empat tahapan yaitu Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi.Sumber-sumber penelitian ini menggunakan koran-koran sezaman, majalah sezaman, dan buku. BKR dianggap sebagai cikal bakal TNI didasarkan beberapa sebab. Pertama, atas dasar legalitas formal, PETA telah dibubarkan sehingga BKR adalah satuan militer yang pertama kali dibentuk setelah Indonesia merdeka. BKR selanjutnya melahirkan pembentukan TKR (Tentara Keamanan Rakyat), TKR (Tentara Keselamatan Rakyat), TRI (Tentara Republik Indonesia) dan TNI (Tentara Nasional Indonesia). Kedua, jika PETA dianggap sebagai cikal bakal TNI, maka KNIL dan beberapa satuan keprajuritan diabaikan. Padahal, beberapa bekas perwira KNIL memiliki peran penting di tubuh BKR hingga TNI.Kata kunci: BKR, Tentara, TNIAbstractThe main subject this study is BKR – Indonesian civil defense corps – as origin of Indonesian Military. This study is new interpretation about the origin of TNI (Indonesian National Armed Forces) now. Many opinion refer to PETA as civil defense corps in Japanese occupation era. Study emlpoys a Historical Method, which consists of four stage: Heuristic, Critic, Interpretation, Historiography. The study utilize some sources such as newspaper, magazine, and book. Main finding of this study is PETA had dispersed as legality and formally and BKR was formed as the firts corps after Independence of Indonesia. Futhermore, BKR changed to TKR (Tentara Keamanan Rakyat), TKR (Tentara Keselamatan Rakyat), TRI (Tentara Republik Indonesia) until TNI (Tentara Nasional Indonesia). If PETA is considered as origins of Indonesian Military, then it ignore KNIL – a colonial armed forces – and the other defence corps. Even though the eks KNIL’s officer have important role in military managenment of BKR until TNI.Keywords: BKR, Military, TNI


Metahumaniora ◽  
2018 ◽  
Vol 8 (3) ◽  
pp. 389
Author(s):  
Widyo Nugrahanto

AbstrakPenelitian ini berjudul BKR (Badan Kemanan Rakyat):Cikal Bakal Tentara Indonesia?!. Penelitian ini merupakan interpretasi baru tentang cikal bakal TNI, yang umumnya banyak merujuk pada PETA (Pembela Tanah Air). Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Sejarah.Metode Sejarah memiliki empat tahapan yaitu Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi.Sumber-sumber penelitian ini menggunakan koran-koran sezaman, majalah sezaman, dan buku. BKR dianggap sebagai cikal bakal TNI didasarkan beberapa sebab. Pertama, atas dasar legalitas formal, PETA telah dibubarkan sehingga BKR adalah satuan militer yang pertama kali dibentuk setelah Indonesia merdeka. BKR selanjutnya melahirkan pembentukan TKR (Tentara Keamanan Rakyat), TKR (Tentara Keselamatan Rakyat), TRI (Tentara Republik Indonesia) dan TNI (Tentara Nasional Indonesia). Kedua, jika PETA dianggap sebagai cikal bakal TNI, maka KNIL dan beberapa satuan keprajuritan diabaikan. Padahal, beberapa bekas perwira KNIL memiliki peran penting di tubuh BKR hingga TNI.Kata kunci: BKR, Tentara, TNIAbstractThe main subject this study is BKR – Indonesian civil defense corps – as origin of Indonesian Military. This study is new interpretation about the origin of TNI (Indonesian National Armed Forces) now. Many opinion refer to PETA as civil defense corps in Japanese occupation era. Study emlpoys a Historical Method, which consists of four stage: Heuristic, Critic, Interpretation, Historiography. The study utilize some sources such as newspaper, magazine, and book. Main finding of this study is PETA had dispersed as legality and formally and BKR was formed as the firts corps after Independence of Indonesia. Futhermore, BKR changed to TKR (Tentara Keamanan Rakyat), TKR (Tentara Keselamatan Rakyat), TRI (Tentara Republik Indonesia) until TNI (Tentara Nasional Indonesia). If PETA is considered as origins of Indonesian Military, then it ignore KNIL – a colonial armed forces – and the other defence corps. Even though the eks KNIL’s officer have important role in military managenment of BKR until TNI.Keywords: BKR, Military, TNI


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document