scholarly journals PENGARUH TEKNIK TOTAL QUALITY MANAGEMENT TERHADAP KINERJA MANAJERIAL DENGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA DAN SISTEM PENGHARGAAN SERTA PERILAKU MANAJER SEBAGAI VARIABEL MODERATING

2019 ◽  
Vol 7 (1) ◽  
pp. 46
Author(s):  
Tita Boedi Astuti

Total Quality Management (TQM) merupakan suatu tehnik untuk meningkatkan performa suatu organisasi baik profit atau non profit secara berkelanjutan pada setiap tingkatan organisasi atau proses dalam setiap wilayah fungsional dalam suatu organisasi dengan menggunakan semua SDM serta modal yang dimiliki. Dalam era globalisasi setiap perusahaan harus menghadapi situasi persaingan yang semakin kompetitif dengan semakin banyaknya pesaing dan menuntut perusahaan harus selalu mampu memahami kebutuhan serta keinginan pelanggan dan berusaha memenuhinya dengan cara yang lebih unggul daripada yang dilakukan pesaing. Sehingga dalam proses globalisasi ini setiap organisasi untuk selalu tanggap terhadap perubahan. Pengumpulan data dilakukan pada setiap variabel sebagai suatu value dari tiap-tiap responden dapat dan metode analisa data menggunakan perhitungan statistic model analisis regresi dimana nilai koefisien TQM beserta sistem pengukuran kinerja yang berpengaruh positif.

2001 ◽  
Vol 44 (1) ◽  
pp. 43-55 ◽  
Author(s):  
Jef Breda ◽  
Stefan Crets

Management methods such as Total Quality Management are being introduced into the non-profit sector without reconsideration. One of these unconsidered items concerns the turbulence in the immediate environment. In this study of a Belgian social service agency we demonstrate the massive impact of short-term changes on the internal work processes as well as the managerial potential to react to and control these influences.


2019 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
Author(s):  
Sutoto Sutoto ◽  
Adi Utarini

Persoalan mutu dan peningkatan mutu selalu menjadi urusan penting setiap lembaga yang memberikan pelayanan kepada konsumennya. Hal ini berlaku tanpa memandang baik kegiatan utama yang dilakukan oleh lembaga tersebut, apakah lembaga tersebut berorientasi untuk mencari keuntungan ataupun tidak (profit atau non-profit), seberapa ketat persaingan antar lembaga sejenis, berapa besar konsumen yang dilayani, serta bahkan apakah di lembaga tersebut mempunyai tim yang khusus dibentuk untuk menangani mutu. Mutu menjadi penentu kelangsungan hidup organisasi. Bagi lembaga yang memberikan pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, mutu dan keselamatan pasien menjadi ibarat ruh kegiatan setiap orang dengan berbagai peran dan latar belakang profesi yang bekerja di rumah sakit serta menjadi harapan setiap pasien, keluarga dan masyarakat dari berbagai tingkatan sosial ekonomi, pendidikan, budaya, dan latar belakang lainnya sebagai penerima pelayanan kesehatan. Demikian pula bagi pihak regulator yang bekerja memastikan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di suatu wilayah memberikan pelayanan yang memperhatikan mutu dan keselamatan pasien serta pihak yang menjamin pembiayaan kesehatan. Di Indonesia, upaya-upaya untuk peningkatan mutu pelayanan dapat ditelusuri sejak tahun 1980an. Penelusuran historikal upaya mutu sebelum masa tersebut mungkin lebih merupakan faktor tantangan administratif dalam menemukan dokumen yang relevan. Saat ini, meningkatkan akses pelayanan kesehatan dasar dan rujukan yang berkualitas adalah satu dari 12 strategi pembangunan kesehatan 2015-2019 (Kementerian Kesehatan, 2015). Berbagai upaya peningkatan mutu telah dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan, diantaranya adalah melalui mekanisme perijinan fasilitas pelayanan kesehatan, total quality management dengan gugus kendali mutunya, quality assurance, berbagai sertifikasi sistem manajemen mutu, serta akreditasi lembaga pemberi pelayanan kesehatan. Implementasi cakupan kesehatan semesta di Indonesia sejak tahun 2014 menjadi pendorong kuat pula agar seluruh masyarakat dapat mengakses pelayanan yang bermutu. Secara nyata, Kementerian Kesehatan membentuk Direktorat Mutu dan Akreditasi pada tahun 2016 dan menguatkan strategi nasional mutu pelayanan kesehatan. Akreditasi merupakan strategi utama peningkatan mutu pelayanan rumah sakit yang telah diinisiasi sejak tahun 1995. KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) merupakan badan yang melaksanakan akreditasi rumah sakit. Bagi lembaga KARS, upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pasien tidak hanya berlaku bagi rumah sakit, namun juga bagi lembaga KARS yang melaksanakan akreditasi. Seluruh potensi rumah sakit, baik dalam bidang pelayanan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terus didorong oleh KARS melalui berbagai strategi. Sebagai lembaga yang melakukan akreditasi rumah sakit, organisasi KARS menunjukkan komitmen terhadap mutu melalui akreditasi oleh the International Society for Quality in Health Care (ISQua) dan memperoleh sertifikasi pada tahun 2014. Pengembangan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) dan senantiasa memperkuat sistem manajemen surveior dilakukan secara berkelanjutan, sehingga memperoleh sertifikasi ISQua untuk program pelatihan surveyor pada tahun 2017. Sejalan dengan roadmap Indonesia memasuki revolusi industri 4.0, KARS mengembangkan sistem informasi untuk lembaga KARS (SIKARS), Sistem Informasi Dokumentasi Akreditasi RS (SISMADAK), Sistem Informasi RS (SIRSAK), Tracking Sistem untuk Surveior (ReDOWSKo), dan Sistem Pembelajaran Surveior (KARS e-learning). Selain inisiatif untuk meningkatkan mutu organisasi lembaga KARS, upaya mendorong penelitian untuk memajukan dan berbagi pembelajaran kegiatan peningkatan mutu di rumah sakit merupakan aktivitas yang strategis untuk peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Sejak tahun 2015, KARS menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah Tahunan dan Semiloka Nasional (PITSELNAS). Diawali dengan presentasi ilmiah, kegiatan PITSELNAS semakin berkembang dengan KARS award, lomba poster ilmiah, lomba video pemasaran rumah sakit, dan lomba pembuatan aplikasi teknologi informasi untuk mendukung implementasi SNARS. Berbagai upaya mendorong atmosfer penelitian dan berbagi pengalaman tersebut memunculkan kebutuhan akan media yang tepat dan spesifik untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian dan berbagi pembelajaran dalam upaya peningkatan mutu. Untuk inilah sebuah jurnal elektronik digagas. The Journal of Hospital Accreditation (JHA) diluncurkan mulai tahun 2019 dengan fokus pada mutu, keselamatan pasien dan akreditasi. Topik yang disajikan dapat mendeskripsikan masalah mutu secara terinci, menggali faktor determinan, riset implementasi maupun hasil evaluasi sebuah intervensi. Jurnal ini akan diterbitkan dua kali dalam setahun untuk menerbitkan artikel berbentuk hasil penelitian dan praktek peningkatan mutu. JHA menggunakan open journal system berbasis web sehingga penulis harus terregister terlebih dahulu agar dapat berkontribusi. Dengan semangat untuk menyebarluaskan penelitian dan praktek peningkatan mutu, maka jurnal ini dapat diakses oleh seluruh pembaca dan masyarakat praktisi secara tidak berbayar melalui website KARS (www.kars.or.id). Dengan tersedianya jurnal yang spesifik terfokus pada mutu, keselamatan pasien dan akreditasi, kami berharap agar semangat dan upaya nyata meningkatkan mutu dan keselamatan pasien semakin tinggi dan meluas serta menjangkau berbagai kelompok yang tidak terbatas pada profesi penyedia pelayanan kesehatan, manajer-pemimpin rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, regulator, penjamin pembiayaan kesehatan, asosiasi profesi serta akademisi di berbagai lembaga penelitian dan perguruan tinggi.


2012 ◽  
Vol 12 (1) ◽  
Author(s):  
Sudirman Hasan

Abstract: The Implementation of Total Quality Management in Waqf Management of the Dompet Dhuafa. This article raises issues about the total quality management (TQM) in waqf management. TQM is a major issue in management, especially for large companies, in a framework to increase the quality of product output and to satisfy customers. TQM nowadays is not only adopted by profit oriented companies but also non-profit institutions. For example, the Dompet Dhuafa has achieved Quality Management System ISO 9001:2008 certification. This article concludes that the implementation of TQM in waqf management of the Dompet Dhuafa is relatively advanced since it gives serious attention to customers, both external dan internal. Similarly with process improvement and total involvement, Dompet Duafa  points to enthusiasm of planned and structured improvement as well as involving all elements of the organization comprehensively.Keywords: waqf, total quality management, waqf managementAbstrak: Implementasi Total Quality Management dalam Pengelolaan Wakaf  di Dompet Dhuafa. Tulisan ini mengangkat isu tentang total quality management (TQM) dalam pengelolaan wakaf. TQM merupakan salah satu terobosan manajemen yang umumnya dilakukan oleh perusahaan besar dalam rangka meningkatkan kualitas produk yang pada muaranya dapat memuaskan konsumen.  TQM tidak hanya diadopsi oleh lembaga-lembaga yang berorientasi pada keuntungan material (profit oriented) namun juga lembaga-lembaga yang berbasis non profit (non-profit oriented). Salah satunya adalah Dompet Dhuafa yang telah berhasil meraih sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008. Tulisan ini menyimpulkan bahwa Implementasi nilai TQM dalam pengelolaan wakaf di Dompet Dhuafa dapat dikatakan relatif maju karena perhatian lembaga ini kepada pelanggan, baik eksternal maupun internal, cukup bagus. Begitu pula dalam hal perbaikan proses dan keterlibatan total, Dompet Dhuafa menunjukkan semangat perbaikan yang terencana dan terstruktur serta melibatkan semua elemen organisasi secara komprehensif.Kata Kunci: wakaf, total quality management, manajemen wakafDOI: 10.15408/ajis.v12i1.983


2019 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 1-20
Author(s):  
I Wayan Suartina ◽  
Ni Nyoman Adityarini Abiyoga Vena Swara ◽  
Ni Luh Sri Astiti

This study aims to determine the effect of Total Quality Management (TQM) on employee productive behavior and company performance at PT. Tomorrow’s Antiques Indonesia. This study uses a quantitative method with a sample of 104 employees. Data was collected by observation, interviews, documentation, literature, and questionnaires. The analysis technique used descriptive analysis, path analysis (analysis path), and sobell test. The results of the total quality management (TQM) research have a positive and significant effect on employee productive behaviour at PT. Tomorrow's Antiques with coefficient of 0.986 and a sig value of 0.00 <0.05; employee productive behavior has a positive and significant effect on company performance at PT. Tomorrow's Antiques with coefficient of 0.606 and a sig value of 0.00 <0.05; total quality management (TQM) has a positive and significant effect on company performance at PT. Tomorrow's Antiques with coefficient of 0.396 and a sig value of 0.00 <0.05, and employee productive behaviour can mediate the effect of total quality management (TQM) on company performance at PT. Tomorrow's Antiques with Z value (17,311) > Z table (1,96).


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document