scholarly journals Penjadwalan Produksi dengan Menggunakan Algoritma Simulated Annealing di PT. XYZ

Author(s):  
Mulya Sultoniq Lubis ◽  
Rosnani Ginting
Keyword(s):  

PT. XYZ adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang memproduksi cangkir plastik. Produksi dilakukan berdasarkan pesanan pelanggan (job order). Penjadwalan produksi yang diterapkan pada perusahaan sesuai dengan urutan job pada pesanan. Job yang datang pertama harus diselesaikan terlebih dahulu dari job lain (yang memiliki batas waktu pengerjaan yang sama). Hal ini memberikan dampak terhadap keterlambatan pengiriman produk ke tangan konsumen. Keterlambatan pengiriman produk dapat dihindarkan melalui penjadwalan produksi di perusahaan guna meminimalkan waktu penyelesaian produk (makespan). Algoritma heuristik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Simulated Annealing. Algoritma Simulated Annealing termasuk dalam algoritma heuristik karena memiliki potensi besar untuk menyelesaikan permasalahan optimasi. Parameter yang digunakan adalah temperatur awal (Ti) sebesar 2000C, faktor suhu reduksi (s) sebesar 0,95, iterasi sebanyak 15 kali. Waktu Penyelesaian produk (makespan) pada Algoritma Simulated adalah 20149,89 menit. Dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode usulan tersebut, maka terdapat pengurangan makespan sebesar 4418.86 menit = 75,65 jam = 3,06 hari. Sehingga penjadwalan job tidak terjadi keterlambatan dari due date yang telah ditetapkan yaitu 14 hari. Sehingga dapat disimpulkan Algoritma Simulated Annealing lebih efektif daripada metode First Come First Served.

Author(s):  
Adil Baykasoglu ◽  
Mustafa Gocken ◽  
Zeynep D. Unutmaz

Author(s):  
Rosnani Ginting ◽  
Bayu Suwandira

Masalah penjadwalan produksi di lantai pabrik terkait dengan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh order yang datang sesuai dengan batas waktu penyerahan (due date) yang telah ditentukan. PT. XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi produk daun pintu berdasarkan pesanan pelanggan (job order). Produk daun pintu model Colonial 8P merupakan produk unggulan perusahaan karena selalu dipesan pelanggan dalam jumlah besar. Produk-produk yang dihasilkan hanya untuk diekspor ke Singapura, Amerika, Australia, dan Afrika Selatan. Dalam penelitian ini, disajikan konsep pengurutan job aktual di perusahaan berdasarkan data waktu proses di 12 stasiun kerja dengan metode stopwatch time study. Perhitungan makespan aktual didasarkan atas metode Least Slack Time. Kemudian, akan dibangun sebuah simulasi model untuk mendapatkan urutan job usulan dengan metode Simulated Annealing (SA) untuk mendapatkan makespan terkecil. Solusi pemecahan masalah diperoleh berdasarkan kombinasi urutan job yang dilakukan secara random sebanyak 30 iterasi setiap penurunan temperatur sampai mencapai kondisi steady state, dimana tidak ada lagi solusi yang diterima. Kondisi steady state terjadi pada temperatur 180,5 dimana tidak lagi didapatkan makespan yang lebih kecil dari makespan sebelumnya. Nilai makespan terkecil terjadi pada urutan job Napoleon 6P-Carolina 6P-Colonial 6P-Colonial 8P-Colonial 4P. Dan dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa penjadwalan usulan dengan metode simulated annealing mendapatkan hasil yang lebih baik daripada penjadwalan aktual.


Author(s):  
Rosnani Ginting ◽  
Chairul Rahmadsyah Manik

Penjadwalan merupakan aspek yang sangat penting karena didalamnya terdapat elemen perencanaan dan pengendalian produksi bagi suatu perusahaan yang dapat mengirim barang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, untuk memperoleh waktu total penyelesaian yang minimum. Masalah utama yang dihadapi oleh PT. ML adalah keterlambatan penyelesaian order yang mempengaruhi delivery time ke tangan costumer karena pelaksanaan penjadwalan produksi dilantai pabrik belum menghasilkan makespan yang sesuai dengan order yang ada. Oleh kaena itu dituntut untuk mencari solusi pemecahan masalah optimal dalam penentuan jadwal produksi untuk meminimisasi total waktu penyelessaian (makespan) semua order. Dalam penelitian ini, penjadwalan menggunakan metode Simulated Annealing (SA) diharapkan dapat menghasilkan waktu total penyelesaian lebih cepat dari penjadwalan yang ada pada perusahaan.   Scheduling is a very important aspect because in it there are elements of planning and production control for a company that can send goods in accordance with a predetermined time, to obtain a minimum total time of completion. The main problem faced by PT. ML is the delay in completing orders that affect delivery time to customer because the implementation of production scheduling on the factory floor has not produced the makespan that matches the existing order. Therefore, it is required to find optimal problem solving solutions in determining the production schedule to minimize the total time of elimination (makespan) of all orders. In this study, scheduling using the Simulated Annealing (SA) method is expected to produce a total time of completion faster than the existing scheduling in the company.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document