scholarly journals Pengembangan Instrumen Evaluasi PPDB Model Contetx, Input, Process, Product (CIPP)

2021 ◽  
Vol 30 (2) ◽  
pp. 165
Author(s):  
Winarto Winarto ◽  
Adnan Yusufi ◽  
Taufiq Khoirurrohman ◽  
Dwi Hesty Kristyaningrum

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan instrument evaluasi PPDB sistem zonasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian Research and Development (R&D). Model pengembangan yang digunakan adalah 4D dari Thiagarajan (1974). Teknik sampel yang digunakan yaitu purpossive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan angket. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian diperoleh (1) Instrumen  dikembangkan berdasarkan studi pendahuluan belum ada dan perlu dikembangkan untuk melakukan evaluasi. (2) Instrumen evaluasi model CIPP yang dikembangkan  layak dan valid digunakan berdasarkan hasil validasi ahli evaluasi, ahli pengukuran dan praktisi sekolah dengan kategori  baik Kata-kata kunci : Pengembangan, Instrumen, Evaluasi, PPDB; Zonasi; CIPP              

Author(s):  
Djamaluddin Djamaluddin

The quality of science and mathematics in Madrasah is considered a chronic disease. In order to find a solution, the main mission and function of the Religious Center of Research and Development in the years 2007 – 2010 was to implement a test upgrade concerning the quality of science and mathematics through developing the source of study in 48 Madrasah Ibtidaiyah in 12 Cities/Regions and in 6 provinces. Through program evaluation using the CIPP method (context, input, process, product) the results were obtained showing a significant increase in learning in science and mathematics (through the comparison of the pre- and post-test results and the control Madrasah ibtidaiyah students). This proves that the science and mathematics study development resources appear to be effective in increasing the quality of study. Mutu  pembelajaran  mata  pelajaran  IPA  dan  Matematika  di  madrasah  bagaikan   penyakit  kronis  yang susah disembuhkan. Untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut maka sesuai tugas pokok dan fungsi Puslitbang Pendididkan Agama dan Keagamaan pada tahun 2007 - 2010 telah dilaksanakan ujicoba Peningkatan Mutu Pembelajaran IPA dan Matematika di Madrasah Melalui Pengembangan Sumber Belajar pada 48 MI di 12 Kab/Kota di 6 Propinsi. Melalui Evaluasi Program dengan menggunakan metode CIPP (context, input, process, product) diperoleh hasil menunjukkan terjadinya peningkatan yang signifikan nilai hasil belajar IPA dan Matematika siswa MI ujicoba (melalui perbandingan hasil Pre –Post test dan uji banding dengan siswa MI control). Ini membuktikan bahwa ujicoba pengembangan sumber belajar IPA dan Matematika efektif meningkatakan mutu pembelajaran.


Author(s):  
Wahhid Rhozin

This article is an abstract of the research done by Center for Research and Development of Religious Education at ten Salafiyah Boarding School(PPS) that administer compuhaq basic education. The research is done through astudy case method so that all ten boarding schools constitute a collection of data and information used by the resexrcher tofind out their strengths and weaknesses. This collection of data is then reviewed by using CIPP pattern (Context, Input, Process, Product) introduced by Stuffle beam. The model its self, according to Abdulhamid and Supriyadi, is an evaluation which is oriented more to the course of the program. This kind of evaluation is meant to give feed back to the administrators in case there are any weaknesses found in the program.


EDUSAINS ◽  
2019 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 201-211
Author(s):  
Yenni Kurniawati ◽  
Yuni Fatisa

Abstract Modeling and laboratory simulation can help overcome of cost obstacle, time, safety and other constraints in laboratory experiments. Many skills also had the opportunity to be fostered and promoted, especially in connection with the construction of thinking skills. However, the implementation of this program required an evaluation, in order to decided whether the program will be continuing or not, in addition its needed to found the focused of on overall quality of learning in order to make a recommendation in the decision making. This research was conducted by the mixed-method approached with triangulation design, in order to evaluate the effectiveness, problems or any obstacles of the implementation of the program. The population in this study was the third semester of pre-service chemistry students at UIN Syarif Kasim Sultan Riau, which was supported by lecturers, assistant laboratory and staf. The sample selection was done using random sampling techniques. Program evaluation in this study was conducted by the CIPP model (Context, Input, Process, Product). The results showed that the program was running quite effective when viewed from the overall average grades. The evaluation about context, inputs, processes and products had the good and very good score, in which the evaluation score of context and input, get the better score than process and product evaluation. This study recommends to be a continuing improvement program of modeling and simulation laboratories, both as an exercise before the experiments or replace the real experiments. Keywords: modeling; simulation lab; chemistry experiment Abstrak Pemodelan dan simulasi laboratorium dapat membantu mengatasi kendala biaya, waktu, alasan keselamatan dan kendala lainnya dalam praktikum di laboratorium kimia. Beragam kemampuan lain juga berkesempatan untuk ditumbuh-kembangkan terutama dalam kaitannya dengan konstruksi berfikir. Meskipun demikian, implementasi pelaksanaan program ini memerlukan evaluasi, guna memutuskan apakah program ini layak dilanjutkan ataukah tidak, selain karena diperlukannya penemuan terhadap fokus peningkatan kualitas pembelajaran secara menyeluruh guna menghasilkan rekomendasi dalam menentukan keputusan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan mixed-method desain triangulasi, guna mengevaluasi sebab-sebab efektifitas, kendala ataupun kegagalan pelaksanaan program. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester III jurusan Pendidikan Kimia UIN Sultan Syarif Kasim Riau, yang didukung oleh dosen, asisten laboratorium dan laboran dan pemilihan sampel dilakukan menggunakan teknik random sampling. Evaluasi program dalam penelitian ini dilakukan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berjalan cukup efektif jika dilihat dari rata-rata keseluruhan nilai, mulai dari context, input, proses dan produk yang berada pada skor baik dan sangat baik, di mana skor evaluasi context dan input, lebih baik dibanding proses dan produk. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk terus meningkatkan penggunaan pemodelan dan simulasi laboratorium kimia, baik sebagai latihan sebelum praktikum maupun menggantikan praktikum yang sesungguhnya. Kata Kunci: pemodelan; simulasi laboratorium; praktikum kimia  Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v8i2.4394  


2018 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 160
Author(s):  
Nasrul Amri Batubara

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan prakerin yang telah dilaksanakan sebagai pedoman perencanaan program prakerin berikutnya.Penelitian ini menggunakan metode kombinasi (mixed methods) dengan desain urutan pembuktian (sequential explanatory). Jenis penelitian ini adalah penelitian evaluasi dengan model Context, Input, Process, Product (CIPP). Informan dalam penelitian ini adalah orang-orang yang terlibat langsung dalam program prakerin dengan responden kelas XI siswa SMK Negeri 1 Tapung, waka humas, panitia prakerin, ketua program keahlian, guru pembimbing dan instruktur dunia usaha/dunia industri. Data penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner berbentuk skala Likert, wawancara, observasi dan studi dokumentasi.Berdasarkan analisis data ditemukan bahwa tingkat ketercapaian pada subvariabel konteks dari program sebesar 80,08% dengan kategori baik, sedangkan pada masing-masing indikator: tujuan program sebesar 85,91%, lingkungan tempat program sebesar 77,45%, kebutuhan program sebesar 76,23%. Pencapaian untuk subvariabel masukan program sebesar 80,45% dengan kategori baik, sedangkan pada masing-masing indikator: sarana prasarana sebesar 79,08%, sumber dana sebesar 75,37%, kurikulum dan relevansi program sebesar 81,25%, tata tertib program sebesar 84,31%, sumber daya manusia sebesar 82,84%. Pencapaian untuk subvariabel proses dari program sebesar 82,00% dengan kategori baik, sedangkan pada masing-masing indikator: persiapan program sebesar 84,68%, pelaksanaan program sebesar 81,76%, monitoring program sebesar 80,19%, penjemputan sebesar 86,27%, kondisi pelaksanaan program sebesar 78,67%. Pencapaian untuk subvariabel hasil program sebesar 85,45% dengan kategori baik, sedangkan pada masing-masing indikator: nilai prakerin sebesar 87,52%, nilai uji kompetensi sebesar 87,94%.


2021 ◽  
Vol 7 (1) ◽  
pp. 1-15
Author(s):  
Nur Anisah

This study aims to evaluate the industrial work practice program at the Integrated Islamic Vocational School through the Context, Input, Process, Product and Outcome approaches. This research is a quantitative description. The method in this study using a questionnaire. The research sample was one principal, two deputy head of industrial relations, one deputy head of curriculum, four teachers who supervised the industrial practice program, and 133 students. The results of the study show the suitability or relevance of the dimensions: 1) Context consists of the goals, competencies and work ethic of students as well as links and matches; 2) Input consists of planning, provisioning, curriculum, students, human resources, infrastructure and financing; 3) Process, consisting of mapping, implementation, monitoring, effectiveness; 4) Product consists of a competency test and certification; 5) Outcome consisted of student absorption and change in attitude skills. The results of the research can contribute to evaluating the overall industrial work practice program from various dimensions, so that it can increase the competency absorption of Integrated Islamic Vocational Schools in the business and industrial world.


EduKimia ◽  
2019 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 53-60
Author(s):  
Rosi Efliana ◽  
Minda Azhar

Learner Worksheet (LKPD) of reaction rates based structured inquiry in class XI SMA had been dertemine validity and practicality. The type of research used is Research and Development (RD). The development model was a 4-D model consisting of 4 stages, namely (1) Define, (2) Design, (3) Develop, (4) Desseminate. The disseminate stage was not carried out due to time and cost constraints. The research instrument used was a questionnaire validation and practicality questionnaire. The validation questionnaire was filled by 3 chemistry lecturers from FMIPA UNP and 2 chemistry teachers from SMAN 2 Lubuk Basung. Practicality questionnaire was filled by 2 chemistry teachers and 30 students of class XII MIPA 3 SMAN 2 Lubuk Basung. Data were analyzed using kappa moments. The average kappa moment of validity test was 0.87 with a very high validity category. The average kappa moment of teacher were 0,88 with a very high practicality category. The average kappa moment of student were 0,87 with a very high practicality category. Thus, it was concluded that reaction rates LKPD based on structured inquiry was valid and practice.


2021 ◽  
Vol 12 (2) ◽  
pp. 108
Author(s):  
Ismi Nurul Qomariah ◽  
Mistianah Mistianah

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran Think berbasis media I Spring suite 8 bagi mahasiswa Pendidikan Biologi. Jenis penelitian ini adalah Research and Development. Pengembangan media pembelajaran menggunakan metode Research and Development (R & D) dengan model 4 D (Define, Design, Develop, dan Dessiminate). Penelitian ini dimulai dari tahap define yaitu mengidentifikasi konsep-konsep material yang harus terkandung dalam media. Mendesain lebih lanjut model pembelajaran Think berbasis media pembelajaran I Spring suite 8. Setelah media dirancang dan dibuat maka dilakukan tahap pengembangan yaitu validasi produk oleh ahli dan uji coba produk pada proses perkuliahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas ahli materi dalam kriteria valid dengan persentase 88 persen, hasil validitas ahli media dalam kriteria valid dengan persentase media pembelajaran sebesar 89 persen. Dari uji kelayakan diperoleh hasil uji kelayakan. Disimpulkan bahwa media termasuk dalam kategori sangat baik.Asbtract. This study aims to develop I Spring suite 8 learning media based Think learning model for Biology Education college students. The type of this research was Research and Development. The development of  learning media uses the Research and Development (R & D) method with the 4 D model (Define, Design, Develop, and Dessiminate). This research starts from the define stage that was identificatethe material concepts that must be contained in media. Furthermoredesign the I Spring suite 8 learning media based Think learning model. After media has been designed and created, the development stage was carried out, namely product validation by experts and product testing in the lecture process. The results showed that the validity of the material experts was in valid criteria with the percentage of 88 percent, the results of validity by media experts were in valid criteria with the percentage of learning media as much as 89percent. From the feasibility test, it was concluded that the media is included in the categoryvery good.


2021 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 73-92
Author(s):  
Diana Kusumaningrum ◽  
Yuli Ika Tanti

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat kevalidan LKS berbasis inkuiri terbimbing untuk memberdayakan literasi lingkungan siswa, (2) mengetahui keterbacaan LKS bebasis inkuiri terbimbing untuk memberdayakan literasi lingkungan siswa, (3) mengetahui LKS bebasis inkuiri terbimbing dapat memberdayakan ketrampilan literasi lingkungan pada siswa. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D). Model yang digunakan adalah model Borg & Gall. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Babadan 5 Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang tahun pembelajaran 2019/2020 yang tediri dari 20 siswa. Dalam penelitian ini materi pokok yang digunakan adalah pada mata pelajaran IPA siklus air. Instrumen yang digunakan antara lain soal tes, RPP, angket keterlaksanaan tindakan guru da siswa, respon siswa, validasi RPP, validasi LKS, validasi soal tes, dan penilaian kegiatan motorik siswa. Data yang dihasilkan berupa validasi produk LKS, soal tes, dan RPP, hasil pretest dan postest, respon siswa, self assesment dan peer assesment, dan hasil penilaian kegiatan motorik siswa. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) kualitas LKS berbasis inkuiri terbimbing untuk memberdayakan literasi lingkungan siswa dapat ditinjau dari aspek kelayakan secara keseluruhan baik dan sangat layak digunakan dalam pembelajaran, (2) hasil penggunaan LKS ini dapat dilihat dari angket respon siswa yang memperoleh jumlah skor sebesar 376 dengan rata-rata 18,8 dengan persentase 94 % dikategorikan dengan “sangat baik” dalam penggunaan bahan ajar LKS, (3) kategori penilaian ketrampilan literasi lingkungan pada pengembangan LKS ini juga menunjukkan hasil yang sangat baik dilihat dari hasil penilaian self assesment yang sudah dilakukan oleh peneliti menunjukkan persentase 93 %, sedangangkan penilaian peer assesment menunjukkan persentase sebesar 92 % dengan memiliki kategori yang sangat baik.


2018 ◽  
Vol 7 (3) ◽  
Author(s):  
Triyono Triyono ◽  
Nonoh Siti Aminah ◽  
Suparmi Suparmi

<p>Motivasi belajar siswa SMK Gajah Mungkur 1 Wuryantoro dalam mengikuti kegiatan belajar fisika masih rendah dibandingkan saat mengikuti kegiatan belajar mata pelajaran produktif. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menentukan karakteristik modul pembelajaran elektronik berbasis kontekstual untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa; 2) menentukan kelayakan modul pembelajaran elektronik berbasis kontekstual untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa; 3) menganalisis efektivitas modul elektronik fiska berbasis kontekstual terhadap motivasi belajar siswa; 4) menganalisis efektivitas modul elektronik fisika berbasis kontekstual terhadap hasil belajar kognitif siswa. Pengembangan modul pembelajaran elektronik berbasis kontekstual ini termasuk jenis penelitian <em>Research and Development </em>(R&amp;D) dengan menggunakan 4-D Model Thiagarajan yang terdiri dari 4 tahap yaitu: tahap pendefinisian (<em>define</em>), tahap perencanaan (<em>design</em>), tahap pengembangan (<em>develop</em>), dan tahap penyebaran (<em>disseminate</em>). Modul divalidasi oleh 2 dosen ahli (ahli materi dan ahli media), 1 guru berkualifikasi magister (ahli bahasa), 2 <em>peer reviewer</em> dan 2 <em>reviewer. </em>Modul pembelajaran elektronik berbasis kontekstual yang dikembangkan diujicoba terbatas pada 10 orang siswa kelas XII TKR 1. Setelah direvisi, modul pembelajaran elektronik berbasis kontekstual diujicoba skala besar pada 35 siswa kelas XI TKR 4. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) karakteristik modul elektronik fisika berbasis kontekstual yaitu berupa modul elektronik yang menggunakan tujuh komponen pendekatan kontekstual yang mampu mengaitkan materi pelajaran fisika dengan materi pelajaran produktif; 2) modul elektronik fisika berbasis kontekstual layak digunakan berdasarkan hasil validasi dan dianalisis menggunakan <em>cut off score </em>dengan persentase keidealan 88,0 %, hasil angket keterbacaan modul oleh siswa modul layak digunakan (80,52%) dan hasil respons guru dalam tahap penyebaran modul layak digunakan (91,67 %); 3) modul elektronik fisika berbasis kontekstual efektif meningkatkan motivasi belajar siswa berdasarkan hasil N-<em>gain score </em>sebesar 0,61 dengan kategori peningkatan sedang; 4)  modul elektronik fisika berbasis kontekstual efektif meningkatkan hasil belajar kognitif siswa berdasarkan hasil N-<em>gain score </em>sebesar 0,55 dengan kategori peningkatan sedang dan 77% siswa memperoleh nilai KKM.</p>


2014 ◽  
Vol 4 (3) ◽  
Author(s):  
Roudlotus Sholikhah ◽  
Soenarto Soenarto

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) relevansi pelaksanaan Program Talent Scouting Guru SMK tahun 2013 ditinjau dari aspek konteks; (2) kesesuaian pelaksanaan Program Talent Scouting Guru SMK tahun 2013 ditinjau dari aspek input; (3) efektifitas pelaksanaan Program Talent Scouting Guru SMK tahun 2013 ditinjau dari aspek proses; dan (4) pencapaian hasil pelaksanaan Program Talent Scouting Guru SMK tahun 2013 ditinjau dari aspek produk. Jenis penilitian ini adalah evaluasi program dengan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Hasil penelitian: (1) pencapaian relevansi program termasuk dalam kategori “sangat relevan” dengan persentase pencapaian 85%; (2) kesesuaian input SMK sasaran program, peserta program dan penyelenggara program termasuk dalam kategori “sesuai” dengan persentase pencapaian 76,38%; (3) keefektifan proses sosialisasi, seleksi dan pembekalan, proses pelaksanaan program serta proses monitoring dan pelaporan termasuk dalam kategori “efektif” dengan persentase pencapaian 74,52%; (4) pencapaian produk teaching dan non teaching termasuk dalam kategori “sangat tercapai” dengan persentase pencapaian 84,35%. AN EVALUATION OF THE TALENT SCOUTING PROGRAM FOR SMK TEACHERS IN 2013 DIREKTORAT P2TK DIKMEN KEMDIKBUDAbstractThis study aims to know: (1) the relevance of the Talent Scouting program for SMK teachers in 2013 in terms of the aspect of context, (2) the appropriateness of the Talent Scouting program for SMK teacher in 2013 in terms of the aspect of input, (3) the effectiveness of the Talent Scouting program for SMK teacher in 2013 in terms of the aspect of process, and (4) the attainment of the Talent Scouting program for SMK teacher in 2013 in terms of the aspect of product. This research is an evaluation of the program using CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. The results of this study: (1) the relevance of the program achievement is included in the category of “very relevant” with the achievement percentage of 85%, (2) the input appropriateness of vocational program targets, program participants and program providers are included in the category of “appropriate” with the percentage achieved is 76.38%, (3) the effectiveness of the process of socialization, selection and provisioning, implementation process, monitoring and reporting process are included in the category of “effective” with the achievement percentage of 74.52%, (4) teaching and non-teaching product attainment are included in the category of ”very attainable” with the achievement percentage of 84.35%.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document