scholarly journals HUBUNGAN FOOD CHOICE TERHADAP KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA DI KOTA PAREPARE

2019 ◽  
Vol 2 (3) ◽  
pp. 410-422
Author(s):  
Yayu Adenengsi ◽  
Haniarti ◽  
Ayu Dwi Putri Rusman

Kebiasaan mengkonsumsi makanan sehat telah berubah akibat perkembangan ekonomi yang begitu pesat. Hal ini ditandai dengan akses yang semakin mudah terhadap makanan yang tidak sehat dan juga harga yang lebih murah dibandingkan dengan makanan sehat. Tujuan untuk mengetahui hubungan food choice terhadap kesehatan menal pada remaja di Kota Parepare.Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Desain yang digunakan adalah cross sectionalstudy. Populasi yaitu semua pengunjung remaja di lapangan Andi Makkasau Kota Parepare, pengambilan sampel dengan metode teknik non probability sampling sebanyak 99 orang diperoleh dengan menggunakan rumus Slovin. Analisis data dengan menggunakan chi square diterima jika nilai p < 0,05 dan  ditolak jika nilai p> 0,05.Hasil penelitian diperoleh tidak ada hubungan food choice terhadap kesehatan mental pada remaja dengan nilai (p = 0,676). Diharapkan kepada remaja untuk memperhatikan cara pemilihan makanan dan menjaga pola makan agar kesehatan remaja dapat terjaga khususnya pada kesehatan mental

2020 ◽  
Vol 6 (2) ◽  
pp. 147-153
Author(s):  
Nofri Hasrianto Nofri ◽  
Nurvi Susanti ◽  
Uswatun Khasanah ◽  
Yessi Harnani

Survey awal dan wawancara peneliti dari 20 orang siswa, anak yang menggunakan smartphone yaitu: 15 orang siswa dan 5 orang siswa tidak memilki smartphone, anak usia 3-5 tahun diberikan waktu 1 jam perhari dan 2 jam perhari untuk usia 6-18 tahun. Hal ini menyebabkan anak malas menulis dan membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku penggunaan smartphone pada siswa SDN 014 Sungai Putih Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SDN 014 Sungai Putih Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Sampel dalam penelitian 157 orang. Teknik pengambilan sampel Probability Sampling melalui Stratified Random Sampling. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji chi-square, alat ukur kuesioner. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan siginifikan antara pengetahuan, sikap, pengaruh teman sebaya dan lingkungan keluarga. Sedangkan   yang   tidak   terdapat   hubungan   signifikan   yaitu pengawasan orang tua terhadap perilaku peggunaan smartphone. Kesimpulan lingkungan keluarga sangat beperan aktif dalam pembentukan karakter anak tak terkecuali penggunaan smartphone juga ternyata secara efektif dapat mempengaruhi pergaulan sosial anak terhadap lingkungan terdekatnya.


Author(s):  
Fitra Yulia Ningshi ◽  
Suhadi Suhadi ◽  
Jumakil Jumakil

 Stres kerja merupakan gangguan fisik serta emosional pekerja yang diakibatkan oleh banyaknya jumlah beban kerja yang harus diselesaikan oleh para pekerja dan menghasilkan tingkat kelelahan karena mengejartargetproduksi yang akan di pasarkan, sehingga memicu terjadinya stres kerja. Serta ketidakpastian pekerjaan yang dimiliki dapat menyebabkan stres kerja karena sebagian besar dari pekerja merupakan pekerja harian yang tidak terikat oleh kontrak kerja sehingga berpeluang untuk kehilangan pekerjaannya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan faktor pekerjaan dengan stres kerja pada pekerja di PT. Sultratuna Samudra Kendari tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional study. Sampel pada penelitian ini sebanyak 72 orang dengan tehnik menggunakan probability sampling. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara ketidakpastian pekerjaan dengan stres kerja di PT. Sultratuna Samudra Kendari (p value = 0.003) dan tidak ada hubungan yang signifikan antara jumlah beban kerja dengan stres kerja di PT. Sultratuna Samudra Kendari (p value = 0,893). Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan ketidakpastian pekerjaan dengan stres kerja pada pekerja di PT. Sultratuna Samudra Kendari dantidak terdapat hubungan antara jumlah beban kerja dengan stres kerja pada pekerja di PT. Sultratuna Samudra kendari


2018 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 9
Author(s):  
Kadek G Pebriantari ◽  
IGA Puja Astuti Dewi

ABSTRAKLatar Belakang. Hemodialisis aman dan bermanfaat untuk pasien, namun bukan berarti tanpa efek samping. Berbagai komplikasi dapat terjadi pada saat pasien menjalani hemodialisis. Komplikasi ini dapat mengakibatkan timbulnya masalah baru yang lebih kompleks, yaitu dapat mempengaruhi kualitas hidup bahkan menimbulkan kematianTujuan. Untuk mengetahui hubungan komplikasi intra hemodialisis dengan kualitas hidup  pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Stage V yang menjalani hemodialisis.Metode. Jenis penelitian adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 166 responden diambil dengan teknik non probability sampling yaitu total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi,dianalisa dengan uji non parametric (Chi Square).Hasil. Rata – rata jumlah komplikasi intra hemodialisis adalah kurang dari dua komplikasi (sedikit komplikasi). Hipertensi intra hemodialisis adalah komplikasi terbanyak yang ditemukan (52,3%). Kejang dan penurunan kesadaran merupakan komplikasi yang tidak pernah dialami oleh responden selama penelitian (0%).Kualitas hidup pasien CKD stage V yang menjalani HD di BRSU Tabanan masuk dalam kategori kualitas baik. Hasil uji statistik diperoleh nilai p < 0.001 bahwa ada hubungan yang signifikan antara komplikasi intra hemodialisis dengan  kualitas hidup pada pasien yang menjalani HD. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR = 0,005, artinya responden yang memiliki banyak komplikasi mempunyai peluang 0,005 kali memiliki kualitas hidup buruk dibanding responden yang memiliki sedikit komplikasi.Kesimpulan. Ada hubungan yang signifikan antara komplikasi intra hemodialisis dengan  kualitas hidup pada pasien yang menjalani hemodialisis.KataKunci: Komplikasi Intra Hemodialisis, Kualitas Hidup, Hemodialisis ABSTRACTBackground: Hemodialysis is safe and beneficial to the patient. However, there are various complications may occur when the patients undergo hemodialysis. These complications can lead to the emergence of new problems which are more complex and affect to the quality of life and even cause death.Aim: To determine the relationship of intra hemodialysis complications with quality of life in patients with Chronic Stage Kidney Disease (CKD) Stage V who undergo hemodialysis.Method:This study employed correlational analytic design with cross-sectional approach. To conduct this study, there were 166 respondents recruited as the sample by using probability sampling with total sampling technique. The data were collected by using questionnaire and observation sheet. Further, the data were analyzed by non-parametric test (Chi Square).Finding: The findings indicated that the average number of intra hemodialysis complications is less than two complications (few complications). There were found that 52.3% patients who had complication of hypertension intra hemodialysis. On the other hand, there was 0%of the respondents experienced seizures and decreased awareness complications during the study. The quality of life of CKD stage V patients underwenthemodialysis at BRSU Tabanan is categorized as good quality. The statistical test obtained p <0.001, it meant that there was a significant relationship between intra hemodialysis complications with quality of life in patients underwenthemodialysis. It also found that the analysis results of OR = 0.005, it meant that respondents who had many complications have a chance of 0.005 times experienced poor quality of life rather than the patients who had few complications.Conclusion: There is a significant relationship between intra hemodialysis complications and quality of life in patients undergo hemodialysis. Keywords: Complications of Intra Hemodialysis, Quality of Life, Hemodialysis


2018 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 164-174
Author(s):  
Jenny Oktarina

Student Center Learning (SCL) merupakan suatu paradigma baru yang terdapat dalam konsep pembelajaran yang berfokus pada pembelajar. Pada kenyataannya mahasiswa masih banyak mempunyai persepsi negatif tentang metode pembelajaran SCL (student centered learning). Tujuan penelitian ini adalah Menganalisa Hubungan Persepsi Mahasiswa Semester IV Tentang Metode Pembelajaran SCL (Student center learning) Terhadap IP (Indeks Prestasi). Jenis penelitian adalah penelitian analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Populasi sebanyak 54 mahasiswa dengan sampel 48 mahasiswa menggunakan teknik sampling probability sampling, tipe random sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner dan data sekunder. Analisa data menggunakan uji chi square dengan α = 0,05. Hasil penelitian terhadap 48 mahasiswa, 25 (65,8%) mahasiswa memiliki persepsi negatif dan IP kurang memuaskan, sedangkan 2 (20%) mahasiswa memilki persepsi positif dan IP memuaskan. Hasil uji statistik didapatkan tidak ada hubungan antara persepsi mahasiswa semester IV tentang metode pembelajaran SCL (student centered learning) terhadap IP (indeks prestasi) (P=0,472 > α=0,05). Kesimpulan mayoritas mahasiswa semester IV memiliki persepsi negatif tentang metode pembelajaran SCL, memiliki IP kurang memuaskan dan tidak ada hubungan antara persepsi mahasiswa semester IV tentang metode pembelajaran SCL (student centered learning) terhadap IP (indeks prestasi). Kata kunci : persepsi, SCL (student center learning), IP (indeks prestasi)


2018 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
Author(s):  
Tri Aprillia Tauriska ◽  
Farida Umamah

The correlation between baby’s suck and breast milk production in breastfeeding mothers in RSI Jemursari Surabaya. The mothers feel reluctant to breastfeed their babies even though the exclusive breastfeeding has become a government’s propaganda. The pre-data taken from 15 breastfeeding mothers inform that 60% had a low breast milk production. Purpose of this study was to find out the correlation between baby’s suck and breast milk production in breastfeeding mothers in RSI Jemursari Surabaya.The design of study was analytic-observational done by applying cross sectional approach. The population involved all breastfeeding mothers as imumnunization visiting the hospital with their babies, totally 18 people, in which 17 respondents were taken by using probability sampling technique. The instrument used for collecting the data was a checklist. The variables used in this study were baby’s suck and breast milk production. The data were analyzed by using Chi-Square test with the significance level α = 0.05.The result of study showed that nearly all of the babies (94.1%) sucked correctly, whereas nearly all of the mothers (88.2%) had sufficient breast milk production. Moreover, the result of statistic test showed that p = 0.018 with the significance level α = 0.05 so that p < α. It also meant that H0 was rejected. The conclusion of study often the babies suck correctly, breast milk is produced. Hence, the breastfeeding mothers to still maintaining for breastfeed their baby with train them how to breastfeed correctly to increase breast milk production.


2020 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 61-70
Author(s):  
Resna Litasari ◽  
Yeni Mahwati ◽  
Adjat Sedjati Rasyad

Terlambatnya pengeluaran ASI dapat disebabkan oleh terhambatnya pengeluaran oksitosin yang sangat berperan dalam kelancaran pengeluaran dan produksi ASI. Kombinasi antara Inisiasi menyusu dini (IMD) dan pijat oksitosin merupakan salah satu cara yang efektif untuk merangsang pengeluaran oksitosin. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran dan produksi ASI pada ibu nifas. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperiment dengan pendekatan post test only design with control group dengan jumlah sampel 28. Penelitian dilaksanakan bulan Nopember 2017-Januari 2018. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan jenis purposive sampling sehingga terbagi dalam kelompok perlakuan sebanyak 14 sampel dan kelompok kontrol sebanyak 14 sampel. Teknik analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisa bivariat dilakukan Pengujian normalitas data menggunakan uji Kolmogorov Smirnov dengan hasil data tidak berdistribusi normal sehingga pengujian variabel pengeluaran ASI menggunakan uji Mann Whitney sedangkan variabel produksi ASI menggunakan uji statistik Chi-Square (?2) Hasil penelitian menunjukkan pengeluaran ASI pada kelompok intervensi lebih cepat (mean=38,29 menit) daripada kelompok kontrol (mean=124,86 menit). Hasil uji Mann Whitney didapatkan pvalue =0,000 (p<0,05), artinya ada pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI. Hasil penelitian tentang produksi ASI dengan uji statistik ?2 diperoleh nilai pvalue sebesar =0,049 (p<0,05) yang berarti terdapat pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran dan produksi ASI pada ibu nifas.


2018 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 81-85
Author(s):  
Yeni Yarnita

Gerakan keselamatan pasien merupakan gerakan yang mengandung unsur moralitas dan kemanusiaan yang pada akhirnya harus menjadi sebuah budaya dalam keselamatan pasien. Dengan demikian diperlukan adanya sikap penyedia layanan kesehatan yang di yakini dapat menekan angka Kejadian tidak Diharapkan (KTD) di rumah sakit. Data RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau menunjukkan bahwa angka KTD masih menunjukkan melebihi pada batas angka toleransi KTD yang ditetapkan yaitu ≥ 1.5% serta masih terdapat kejadian pasien jatuh pada tahun 2015. Penelitian bertujuan untuk mengetahui berhubungan sikap perawat dengan budaya keselamatan pasien pada perawat diruang Rawat Inap RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Populasi adalah seluruh perawat pelaksana di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau dengan besar sample 131 perawat dengan teknik cross sectional non probability sampling. Pengumpulan data dengan cara angket analisis data dengan distribusi frekuensi, chi square dan uji regresi logistik. Hasil penelitian didapat ada hubungan sikap (p value 0.001) dengan budaya keselamatan. Hasil penelitian didapatkan sikap memiliki berhubungan yang signifikan dengan budaya keselamatan pasien. Disarankan kepada pihak manajemen rumah sakit untuk dapat meningkatkan dukungan manajemen terhadap program keselamatan pasien sehingga meningkatkan budaya keselamatan pada perawat di ruang rawat Inap inap RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau.


Jurnal JKFT ◽  
2020 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 62
Author(s):  
Popy Irawati ◽  
Arif Firmansyah

Diabetes melitus merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) akibat kerusakan pada sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Tujuan Peneitian Untuk mengetahui factor- dukungan keluarga  yang berhubungan dengan kepatuhan dalam menjalankan diet pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Cipondoh Kota Tangerang-Banten. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi menggunakan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes millietus sebanyak 86 responden. Teknik pengambilan sampel yang dipilih secara non probability sampling yaitu pemilihan sampel yang tidak dilakukan secara acak. Dengan teknik Consecutive Sampling. Hasil uji chi-square dengan menunjukan p value α 0,01 sehingga Ha diterima bahwa terdapat hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Diet pada pasien Diabetes Militus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitus.


Foods ◽  
2020 ◽  
Vol 9 (8) ◽  
pp. 1109
Author(s):  
Danni Peng-Li ◽  
Raymond C. K. Chan ◽  
Derek V. Byrne ◽  
Qian Janice Wang

Musical fit refers to the congruence between music and attributes of a food or product in context, which can prime consumer behavior through semantic networks in memory. The vast majority of research on this topic dealing with musical fit in a cultural context has thus far been limited to monocultural groups in field studies, where uncontrolled confounds can potentially influence the study outcome. To overcome these limitations, and in order to explore the effects of ethnically congruent music on visual attention and food choice across cultures, the present study recruited 199 participants from China (n = 98) and Denmark (n = 101) for an in-laboratory food choice paradigm with eye-tracking data collection. For each culture group, the study used a between-subject design with half of the participants listening to only instrumental “Eastern” music and the other half only listening to instrumental “Western” music, while both groups engaged in a food choice task involving “Eastern” and “Western” food. Chi-square tests revealed a clear ethnic congruency effect between music and food choice across culture, whereby Eastern (vs. Western) food was chosen more during the Eastern music condition, and Western (vs. Eastern) food was chosen more in the Western music condition. Furthermore, results from a generalized linear mixed model suggested that Chinese participants fixated more on Western (vs. Eastern) food when Western music was played, whereas Danish participants fixated more on Eastern (vs. Western) food when Eastern music was played. Interestingly, no such priming effects were found when participants listened to music from their own culture, suggesting that music-evoked visual attention may be culturally dependent. Collectively, our findings demonstrate that ambient music can have a significant impact on consumers’ explicit and implicit behaviors, while at the same time highlighting the importance of culture-specific sensory marketing applications in the global food industry.


2018 ◽  
Vol 4 (1) ◽  
pp. 20-27
Author(s):  
Anggun Prasetiya ◽  
Sestu R D Andayani ◽  
Fahruddin Kurdi

                Pendahuluan: Masalah kesehatan ibu hamil merupakan masalah yang perlu mendapatkan prioritas  utama, hal ini menunjukan bahwa beberapa kehamilan tidak berakhir dengan kelahiran akan tetapi banyak yang mengalami abortus, kejadian ini dipicu karena beberapa faktor diantaranya adalah usia ibu, yang dimana usia sehat kehamilan yank baik antara 20-35 tahun, karena usia tersebut paling baik untuk kesehatan seorang ibu agar menghindari terjadinya abortus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dengan kejadian abortus. Metode: Desain penelitian ini Kuantitatif dengan metode analitik Retrospektif. Populasinya adalah semua ibu bersalin di Ruang PONEK RSUD Jombang rata-rata per bulan 185 orang. Variabel independen adalah usia sedangkan variabel dependen adalah Kejadian Abortus. Sampel yang digunakan sebanyak 46 orang dipilih dengan teknik non probability sampling dengan jenis purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer yaitu buku register pasien. Selanjutnya diuji Statistik menggunakan Chi Square dengan α (0,05). Hasil: Hasil uji statistic Chi-square didapatkan hasil 0,002 lebih kecil dari nilai α 0,05 H1 diterima bahwa ada hubungan usia dengan kejadian abortus pada ibu di ruang PONEK RSUD Kabupaten Jombang. Pembahasan: Dari hasil penelitian diharapkan bagi tempat penelitian dan tenaga kesehatan perlu memperhatikan agar kejadian abortus tidak meningkat, serta untuk ibu yang hamil di usia < 20 tahun dan > 35 tahun agar lebih sering rutin memeriksakan kehamilannya agar tidak terjadi abortus dan masalah kehamilan lainnya. Kata kunci: Kehamilan, Usia ibu, Abortus


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document