scholarly journals ANALISIS TINGKAT KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA BERDASARKAN KLASIFIKASI SILANG PANGSA PENGELUARAN PANGAN DAN KECUKUPAN ENERGI DI KECAMATAN SAMPANG, KABUPATEN CILACAP, PROVINSI JAWA TENGAH

2020 ◽  
Vol 21 (2) ◽  
pp. 122
Author(s):  
Miouke Kezia ◽  
Nanik Dara Senjawati ◽  
Indah Widowati

Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis tingkat ketahanan pangan rumah tangga yang diukur dengan klasifikasi silang pangsa pengeluaran pangan dan angka kecukupan energi serta (2) menganalisis tingkat diversifikasi pangan rumah tangga berdasarkan perhitungan skor PPH di Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap. Metode dasar yang digunakan adalah metode deskriptif analitis, metode pelaksanaan peneletian survei, metode penentuan lokasi adalah multistage random sampling. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling untuk memilih 44 rumah tangga di Desa Karangtengah yang akan dijadikan sampel untuk mewakili Kecamatan Sampang. Untuk pengumpulan data dilakukan melalui observasi wawancara, pencatatan konsumsi pangan yang menggunakan metode Food Recall 24 jam. Analisis pangsa pengeluaran pangan diperoleh dari pengeluaran pangan terhadap pengeluaran total rumah tangga dengan uji one sample t-test, dan kecukupan energi diperoleh dari total konsumsi energi terhadap total angka kecukupan energi rumah tangga dengan uji one sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat ketahanan pangan rumah tangga di Kecamatan Sampang Kabupaten Cilacap berdasarkan klasifikasi silang pangsa pengeluaran pangan dan kecukupan energi termasuk ke dalam kategori rentan pangan dan (2) tingkat diversikasi konsumsi pangan berdasarkan perhitungan skor PPH adalah sebesar 89,6 sehingga masuk ke dalam kategori segitiga emas. Kata Kunci: Ketahanan Pangan Rumah Tangga, Pangsa Pengeluaran Pangan, dan Angka Kecukupan Energi. Diversifikasi Konsumsi Pangan. 

2013 ◽  
Vol 2 (3) ◽  
pp. 312-320
Author(s):  
Rizki Putri Anjani ◽  
Apoina Kartini

Latar Belakang : Gizi pada dewasa awal lebih dibutuhkan untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan. Perubahan yang terjadi pada masa ini salah satunya adalah perubahan komposisi tubuh dan kebutuhan energi. Dewasa awal terutama wanita mempunyai kepedulian yang lebih besar terhadap masalah penampilan fisik. Pengetahuan gizi membuat mereka lebih mengetahui tentang asupan zat gizi dan prakteknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan gizi, sikap dan asupan zat gizi pada dewasa awal.Metode : Studi cross sectional pada 50 mahasiswi di LPP Graha Wisata dan Sastra Inggris Universitas Diponegoro Semarang. Sampel diambil secara simple random sampling. Data yang dikumpulkan adalah data identitas yang diukur dengan menggunakan kuesioner, data berat badan dan tinggi badan diukur dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan, asupan energi, lemak, protein, cairan dan serat diukur dengan menggunakan formulir food recall selama tiga hari, pengetahuan gizi dan sikap diukur dengan menggunakan kuesioner pengetahuan gizi dan sikap. Analisis data untuk asupan zat gizi dengan uji independent t-test dan untuk pengetahuan gizi dan sikap dengan uji mann whitney dengan bantuan SPSS 17.0 for windows.Hasil : Pengetahuan gizi dewasa awal termasuk kategori kurang. Asupan energi kategori defisit (48%). Asupan lemak kategori baik (40%). Asupan protein kategori defisit (70%). Asupan cairan kategori defisit (90%). Asupan serat kategori defisit (100%). Tidak terdapat perbedaan asupan energi, lemak, protein, serat dan sikap (p=0,771; p=0,628; p=0,778; p=0,923; 0,344), tetapi ada perbedaan pengetahuan gizi dan asupan cairan pada kedua kelompok (p=0,048 dan p=0,000).Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan asupan energi, lemak, protein, serat dan sikap, tetapi ada perbedaan pengetahuan gizi dan asupan cairan antara mahasiswi LPP Graha Wisata dan Sastra Inggris Universitas Diponegoro Semarang.


2020 ◽  
Vol 21 (1) ◽  
pp. 68
Author(s):  
Zikro Rahmansyah ◽  
Nanik Dara Senjawati ◽  
Juarini Juarini

Penelitian ini dilakukan di Desa Girirejo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Tujuan penelitian adalah menganalisis pangsa pengeluaran pangan, konsumsi energi, dan tingkat ketahanan pangan. Metode dasar penelitian adalah metode deskriptif analitis. Metode pemilihan lokasi penelitian dengan purposive  sampling. Responden sebanyak 41 rumah tangga penerima PKH (Program Keluarga Harapan) yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan pencatatan pangan food recall 24 jam. Analisis pangsa pengeluaran pangan dapat dihitung menggunakan pengeluaran pangan terhadap pengeluaran total rumah tangga dengan uji one sample t-test, dan penilaian tingkat konsumsi energi rumah tanggadianalisis dengan uji one sample t-test.Indikator yang digunakan untuk mengukur derajat ketahanan pangan tingkat rumah tangga menggunakanklasifikasi silang dua indikator ketahanan pangan, yaitu pangsa pengeluaran pangan dan tingkat konsumsi energi. Hasil penelitian menunjukkan pangsa pengeluaran pangan sebesar 87,45% yang menunjukkan bahwa pangsa pengeluaran pangan dalam kategori tinggi, tingkat konsumsi energi sebesar 96,04 % yang menunjukkan bahwa tingkat konsumsi energi dalam kategori cukup, dan kondisi ketahanan pangan rumah tangga penerima PKH di Desa Girirejo termasuk kategori rentan pangan.           Kata Kunci: Ketahanan Pangan, Konsumsi Energi, Pangsa Pengeluaran Pangan


2019 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 63-73
Author(s):  
Adilla Eka Afriani ◽  
Ani Margawati ◽  
Fillah Fithra Dieny

Latar Belakang: Obesitas merupakan suatu kelainan yang ditandai dengan penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan. Tingkat stress, kualitas dan durasi tidur serta sindrom makan malam merupakan salah satu faktor risiko terjadinya obesitas. Tujuan: Menganalisis perbedaan tingkat stres, kualitas dan durasi tidur, serta sindrom makan malam pada mahasiswi obesitas dan non obesitas fakultas kedokteran. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case-control, dengan jumlah responden sebanyak 36 subjek mahasiswi obesitas sebagai kelompok kasus dan 36 mahasiswi non obesitas sebagai kelompok kontrol di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Pengambilan subjek menggunakan metode simple random sampling. Data meliputi tingkat stress, durasi dan kualitas tidur, sindrom makan malam, asupan makan dan aktivitas fisik masing- masing diukur menggunakan Depression Anxiety Stres Scale 42 (DASS 42), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), The Night Eating Questionnaire (NEQ), food recall, dan International Physical Activity Quetionnaire (IPAQ). Analisis data menggunakan uji independent t test dan Mann Whitney. Hasil: Rerata kualitas dan durasi  tidur  pada kelompok kasus sebesar 8,4±2,7 dan  5,9 ±1,3 jam, sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 7,1±2,3 dan 6,5±1,3 jam. Ada perbedaan durasi tidur (p=0,025), kualitas tidur (p=0,030), dan asupan protein (p=0,044) antara kelompok obesitas dan non obesitas. Namun, tidak terdapat perbedaan tingkat stress (p=0,768) dan sindrom makan malam (p=0,722) antara kelompok obesitas dan non obesitas). Kesimpulan: Terdapat perbedaan kualitas tidur, durasi tidur dan asupan protein pada kelompok obesitas dan non obesitas


2013 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 232-241
Author(s):  
Dwiningsih Dwiningsih ◽  
Adriyan Pramono

Latar Belakang : masalah gizi ganda tidak hanya terdapat pada masyarakat perkotaan saja akan tetapi juga terdapat pada masyarakat pedesaan. Prevalensi obesitas pada remaja tidak hanya terjadi di wilayah  perkotaan (7,8%), namun juga di pedesaan (2%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan asupan energi, protein, lemak, karbohidrat dan  status gizi pada remaja yang tinggal di wilayah perkotaan dan pedesaan.Metode : Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional dengan jumlah sampel di kota 49 subjek dan di desa 45 subjek, diambil dengan metode simple random sampling. Data meliputi karakteristik subjek,  asupan makanan diperoleh dari food recall 24 jam , status gizi diperoleh dari grafik persentil berdasarkan indeks massa tubuh, umur dan jenis kelamin .  Analisis data dengan Mann-Whitney, dan  independent t-test. Hasil : Prevalensi overweight pada remaja di wilayah perkotaan (10,2%) lebih tinggi bila dibandingkan dengan remaja di wilayah pedesaan (6,6%). Sedangkan untuk status gizi kurang pada remaja di wilayah pedesaan (31,1%) lebih tinggi bila dibandingkan dengan remaja wilayah perkotaan (8,2%). Rerata persentase asupan energi di wilayah perkotaan lebih tinggi (99,4%) dibanding di pedesaan (96,6%). Rerata persentase protein di kota (76,9%) lebih tinggi dibandingkan dengan desa (74,0%).  Rerata persentase asupan lemak di kota (181,1%) lebih tinggi bila dibandingkan dengan desa (171,8%).  Rerata persentase asupan karbohidrat di desa (82,5%) lebih tinggi bila dibandingkan dengan di kota (80,9%). Uji analisis perbedaan kedua subyek diperoleh hasil, asupan energi ( p= 0,108 ), asupan protein ( p= 0,254), asupan lemak (p= 0,173), asupan karbohidrat (p= 0,173), status gizi (p= 0,000). Kesimpulan : Tidak ada perbedaan asupan energi , protein, lemak dan karbohidrat pada remaja yang tinggal di wilayah perkotaan dan pedesaan (p> 0,05). Ada perbedaan status gizi pada remaja yang tinggal di wilayah kota dan remaja di wilayah desa (p< 0.05)Kata Kunci : asupan energi; protein; lemak; karbohidrat; status gizi; remaja; perkotaan dan pedesaan


2015 ◽  
Vol 4 (3) ◽  
pp. 220-225
Author(s):  
Martha Sri Wulaning Rejeki ◽  
Yekti Wirawanni

Latar Belakang : Overweight dan obesitas berisiko tinggi mengalami diabetes melitus tipe 2 yang diawali dengan resistensi insulin. Mentimun dan tomat merupakan salah satu pangan rendah indeks glikemik dan tinggi magnesium. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh pemberian jus mentimun dan tomat terhadap kadar glukosa darah postprandial pada perempuan overweight dan obesitas. Metode : Jenis penelitian adalah true experimental dengan pre-post group design. Subjek penelitian adalah mahasiswi Ilmu Gizi Universitas Diponegoro Semarang yang diambil secara consecutive sampling sebanyak 38 orang dan dibagi menjadi 2 kelompok secara simple random sampling. Kelompok perlakuan diberikan jus mentimun dan tomat 200 ml selama 7 hari, sedangkan kelompok kontrol diberikan sirup 0 kalori. Pengukuran kadar glukosa postprandial dilakukan sebelum dan sesudah intervensi dengan metode spektrofotometri. Asupan makan subjek diperoleh dengan metode food recall 7x24 jam selama intevensi. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk. Analisis statistik menggunakan Independent Sample t-Test, Mann-Whitney, Paired t-Test dan Wilcoxon.Hasil : Kelompok perlakuan mengalami penurunan kadar glukosa darah postprandial yang bermakna (p=0,000) sebesar 3,32±1,97 mg/dl. Secara statistik terdapat perbedaan perubahan kadar glukosa darah postprandial antara kelompok perlakuan dan kontrol yang bermakna (p=0,000).Kesimpulan : Terdapat penurunan kadar glukosa darah postprandial yang bermakna setelah pemberian 200 ml jus mentimun dan tomat selama 7 hari.


2018 ◽  
Vol 4 (1) ◽  
Author(s):  
Retno Issroviatiningrum ◽  
Shanti Wardaningsih ◽  
Novita Kurnia Sari

ABSTRAK Upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan keperawatan khususnya untuk mendukung peserta didik menjadi perawat profesional memerlukan proses pembelajaran dengan menggunakan fasilitas keterampilan klinis. Practice based simulation model didasarkan pada teori belajar konstruktif yang menegaskan bahwa pengetahuan tidak pasif ditransfer dari pendidik kepada peserta didik, tetapi dibangun oleh peserta didik melalui pengolahan pengalaman dan interaksi dengan lingkungan mereka. Dengan metode simulasi di laboratorium dapat mendorong mahasiswa untuk menggunakan critical thinking dalam mengambil keputusan dalam mengatasi masalah tanpa merugikan pasien yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh practice based simulation model terhadap critical thinking pada mahasiswa semester VI di FIK Unissula Semarang. Penelitian ini menggunakan metode Quasy – Experiment dengan pendekatan pretest-posttest with control group design. Pengambilan sampel dengan teknik  simple random sampling dengan jumlah 21 responden baik kelompok intervensi maupun kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji Paired T-Test dan Independent Samples T-Test. Hasil penelitian selisih peningkatan critical thinking pada kelompok intervensi sebanyak 11.95 poin dan pada kelompok kontrol 2.05. Practice based simulation model berpengaruh terhadap critical thinking dengan nilai p=0.00<0.05. Disimpulkan bahwa practice based simulation model mempengaruhi critical thinking pada mahasiswa semester VI FIK Unissula Semarang. Kata kunci: Practice based simulation model, critical thinking


2019 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 49-53
Author(s):  
Angga Arfina ◽  
Yureya Nita ◽  
Khairiyati Khairiyati

Lanjut usia (lansia) merupakan tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan manusia yang telah mencapai usia lebih dari 60 tahun. Pada lansia terjadi proses degeneratif yang akan berdampak terjadinya perubahan-perubahan diri manusia. Perubahan yang terjadi pada lansia mengakibatkan berbagai masalah yang kompleks baik secara fisik maupun psikologis. Kecemasan merupakan salah satu respon yang paling dini dan sering muncul pada lanjut usia. Selain dengan farmakologis, kecemasan juga dapat ditangani secara non farmakologis salah satunya dengan membaca Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh membaca Al-Qur’an terhadap kecemasan pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Khusnul Khotimah Pekanbaru. Desain penelitian adalah quasy eksperiment dengan metode penelitian one group pretest & posttest. Sampel penelitian adalah lansia berjumlah 42 orang menggunakan metode probability sampling dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar observasi untuk membaca Al-Qur’an dan penilaian kecemasan dengan Hamilton Anxiety Rating  Scale. Data dianalisis secara statistik deskriptif dan Paired Sample T Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh membaca Al-Qur’an dengan kecemasan pada lanjut usia dengan p value 0.002 < 0.05. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan asuhan keperawatan gerontik sehingga membaca Al-Qur’an dapat dijadikan salah satu intervensi dalam meningkatkan spiritualitas serta menurunkan kecemasan pada lansia.


2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 1-6
Author(s):  
Anike Fifilusianty WF ◽  
Mila Ermila Hendriyani ◽  
Dian Rachmawati

Metode mneumonik yaitu metode menghafal dengan cara mengambil salah satu bagian kata yang akan dihafal untuk dirancang siswa menjadi susunan kata yang unik dan menjadi suatu kalimat yang familiar. Salah satu kesulitan siswa dalam mempelajari konten biologi adalah menghafal nama atau istilah latin, contohnya yang terkait dengan taksonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode mneumonik terhadap daya ingat siswa pada konsep protista di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Tangerang, Indonesia. Metode kuasi eksperiment digunakan untuk mengukur variable daya ingat siswa, dengan desain Posttest Only Control Group Design. Sampel penelitian adalah kelas X IPA 3 sebagai kelas eksperimen dan X IPA 5 sebagai kelas kontrol yang diambil menggunakan teknik Simple random sampling. Uji hipotesis menggunakan t test diperoleh nilai thitung 9.124 > ttabel sebesar 2.02. Nilai tersebut menunjukkan bahwa metode pembelajaran mneumonik berpengaruh terhadap daya ingat siswa pada konsep protista.


2019 ◽  
Vol 9 (1) ◽  
pp. 56-61
Author(s):  
Asti Nuraeni ◽  
Sri Hartini

Proses menua merupakan proses menghilangnya secara perlahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan perbaikan kerusakan yang diderita. Masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia salah satunya adalah muskuloskeletal, yaitu penurunan massa dan tonus otot, serat otot berkurang ukurannya, kekuatan otot berkurang. Insiden jatuh di Indonesia tercatat dari 115 penghuni panti sebanyak 30 lansia atau sekitar 43,47%. Salah satu upaya mencegah terjadinya jatuh pada lansia yaitu dengan cara latihan keseimbangan fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh latihan keseimbangan fisik dengan penilaian Tinetti POMA terhadap penurunan kejadian lansia jatuh. Desain penelitian ini menggunakan pre-eksperimental dengan metode one group pretest posttest design. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan metode simple random sampling dan besar sampel menggunakan Roschoe dengan jumlah sampel 30 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sebelum diberikan intervensi, menunjukan hasil bahwa responden lansia  yang memiliki risiko jatuh tinggi sebanyak 9 responden (30,0%), dan responden dengan risiko jatuh sedang sebanyak 21 responden (70,0%). Sedangkan setelah diberikan intervensi menunjukan hasil yang sama besar yaitu sebanyak 15 responden (50%) memiliki risiko jatuh sedang dan 15 responden (50%) memiliki risiko jatuh rendah. Hasil statistik dengan uji paired t test menunjukkan ada pengaruh latihan keseimbangan fisik lansia dengan kajian jatih pada lansia dengan P value 0,000. Perawat diharapkan mampu mencegah risiko jatuh pada lansia dengan memberikan bekal ilmu pengetahuan kepada petugas panti/ kader tentang pengkajian lansia yang beresiko jatuh yang kemudian untuk melakukan pencegahan pada lansia dengan diberikan latihan keseimbangan fisik.   Kata kunci : Tinetti POMA, latihan keseimbangan fisik   RISK DECREASING FALLS THROUGH TINETTI PERFORMANCE ORIENTED MOBILITY ASSESSMENT (POMA) ASSESSMENT WITH EXERCISEPHYSICAL BALANCE IN ELDERLY   ABSTRACT Aging is a process of slowly disappearing the ability of tissue to repair itself or replace and maintain its normal function so it cannot withstand infections and repair damage suffered. Health problems that often occur in the elderly, one of which is musculoskeletal, which is a decrease in muscle mass and tone, muscle fiber decreases in size, muscle strength decreases. The falling incident in Indonesia was recorded by 115 orphanage residents as many as 30 elderly or around 43.47%. One effort to prevent falls in the elderly is by physical balance training. The purpose of this study was to analyze the effect of physical balance training with the Tinetti POMA assessment of the decline in the incidence of elderly falls. The design of this study used a pre-experimental method with one group pretest posttest design. The sampling technique in this study used a simple random sampling method and the sample size used Roschoe with a sample of 30 respondents. The results showed that before the intervention was given, the results showed that elderly respondents who had a high risk of falling were 9 respondents (30.0%), and respondents with a moderate risk of falling were 21 respondents (70.0%). Whereas after being given the intervention showed the same results as many as 15 respondents (50%) had a risk of moderate fall and 15 respondents (50%) had a risk of falling low. Statistical results with paired t test showed that there was an effect of elderly physical balance training with a jatih study on the elderly with P value 0,000. Nurses are expected to be able to prevent the risk of falling on the elderly by providing knowledge to nursing staff / cadres about the study of elderly people who are at risk of falling who then to prevent the elderly by being given physical balance training. Keywords: POMA Tinetti, physical balance training


2018 ◽  
Vol 12 (2) ◽  
Author(s):  
Adi Santoso

Tujuan dari penelitian ini adalah “Untuk mengetahui adakah hubunganyang positif dan signifikan antara motivasi kerja dengan prestasi kerja diPemerintahan Desa Gumuksari Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember”. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan analitikkuantitatif.Lokasi penelitian dilakukan di kantorPemerintahan Desa Gumuksari Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.Populasi dalam penelitian ini adalahseluruh karyawan di kantor Pemerintahan Desa Gumuksari Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember. Penentuan sampel dalam penelitian inimenggunakan probability sampling dengan teknik simple random sampling yaitu 25 karyawan di kantor Pemerintahan Desa Gumuksari KecamatanKalisat Kabupaten Jember.Dalam pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yaitukoefisien korelasi menggunakan Rank Spearman, sedangkan kriteria pengambilan keputusannya dapat dilihat dari besarnya koefisien korelasisetelah dilakukan perhitungan menggunakan SPSS 16 for Windows adalah -1≤ r ≤ 1.Hasil perhitungan menunjukkan bahwa diperoleh rs hitung 0,144 yang terletak pada interval korelasi antara 0,00-0,199 mengandung artimempunyai hubungan yang sangat rendah, berarti ada hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi kerja dengan prestasi kerja diPemerintahan Desa Gumuksari Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.Merujuk pada perhitungan uji t test maka terbukti bahwa t hitunglebih  besar dari t tabel yaitu (0,787 > 0,687) berarti ada hubungan motivasi kerja dengan prestasi kerja yang nyata di Pemerintahan Desa GumuksariKecamatan   Kalisat Kabupaten Jember.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document