scholarly journals Senam Qigong Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi di Sleman Yogyakarta

2021 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
Author(s):  
Suri Salmiyati ◽  
Agustina Rahmawati

Hipertensi jika tidak terkendali menimbulkan komplikasi bahkan kematian. Penatalaksaan hipertensi melalui latihan fisik masih jarang dilakukan oleh lansia yang menderita hipertensi. Salah satu penanganan hipertensi adalah dengan melakukan senam Qigong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam qigong terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi. Metode penelitian Quasi Experiment dengan Pretest-Posttest Control Group. Teknik sampel dalam penelitian menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai signifikan pada tekanan darah sistolik p-value 0,002 (sig0,05) dan tekanan darah diastolik p-value 0,002 (sig0,05). Terdapat pengaruh senam qigong terhadap penurunan tekanan darah. Lansia hipertensi diharapkan dapat melakukan senam qigong secara rutin untuk menjaga kestabilan tekanan darah.

2014 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 052-056
Author(s):  
Ajeng Mahardika Wati ◽  
Nevy Norma Renityas

Massage baby was done to smooth the surface of the skin performed by the hand which aims to produce effects of neurons, the muscles, respiratory systems and circulating blood and limpha.The aim of this research is to find out about babies health is the educational practices massage ain on an infant by the baby. Method: Research design was pretest-postest without control group designs. Research sample was 20 mother who have babies age 0-12 months in the BPS kirana, Jatinom Village, it choosed with purposive sampling. Analysis using wilcoxon, with significant level ≤0.05 Result: The results showed that health education of baby massage influence baby massage skill, with wilcoxon signed rank test obtained p-value 0,000. Discuss: With education about the expected health massage parents babies have knowledge and skills of massage infants it can massaging her baby independently and right.


2020 ◽  
Vol 7 (1A) ◽  
pp. 171-175
Author(s):  
Moh Syaifulloh ◽  
Mujib Akhis Susanto ◽  
Minidian Fasitasari ◽  
Muhammad Aziz ◽  
Saras Pudjowati ◽  
...  

Latar belakang : Metode Wim Hoff merupakan kombinasi dari paparan dingin, tekhnik pernafasan, dan meditasi. Kombinasi antara terapi konvensional medis dengan terapi non farmakologis seperti pada Metode Wim Hoff yang berusaha mengkombinasikan antara yoga dengan pengaturan nafas sehingga memberi kesempatan pada peningkatan volume/kapasitas tidal paru menjadi stabil. Ada banyak variasi dari metode Wim Hoff meliputi mengontrol pernafasan,  menahan nafas, dan memulai pernafasan, ketiga fase tersebut dapat diulang dalam kurun waktu tiga kali secara berturut – turut atau lebih. Dengan dilakukan terus menerus sangat membantu peningkatkan sel darah merah, meningkatkan kapasitas tidal paru, meningkatkan sirkulasi, dan dapat dibuktikan secara klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Metode Wim Hoff terhadap pola nafas, denyut jantung, dan SpO2 pasien Covid – 19 yang dirawat di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain pre dan post test tanpa kelompok kontrol. Sampel pada penelitian ini dipilih secara consecutive, dan terdiri dari 25 responden dengan rincian 9 laki – laki dan 16 perempuan. Ditemukan hasil  bermakna antara intervensi sebelum dan sesudah terhadap pola nafas, dan SpO2, selanjutnya data diolah menggunakan uji paired T test dampak komparatif Wim Hoff dengan perbandingan respirasi, denyut jantung, SpO2 dan uji Wilcoxon signed rank test pada kelompok perlakuan didapatkan P = 0,0014 < ? = 0,05, sehingga H0 ditolak. Pada kelompok kontrol didapatkan P = 1,000 > ? = 0,05 sehingga H0 diterima, artinya bahwa ada pengaruh terhadap kemandirian responden kelompok perlakuan. Hasil : Hasil uji statistik adalah  p value 0,000 pada pola nafas dan SpO2, akan tetapi terhadap denyut jantung didapatkan p value 0,447. Simpulan : Metode Wim Hoff mampu menstabilkan pola nafas dan SpO2, akan tetapi tidak untuk denyut jantung. Kata kunci : Wim Hoff, Pola nafas, SpO2,  Denyut jantung   Background : Wim Hof Method (WHM) is combination of frequent cold exposure, breathing techniques and meditation. The combination of conventional medical therapy with non-pharmacological therapies such as the Wim Hoff Method which seeks to combine yoga with breath control so as to provide an opportunity for the increase in lung tidal volume / capacity to become stable.There are many types of breathing method including Controlled breathing, Breath retention, and Recovery. these three phases may be repeated for three or more consecutive rounds. By being done continuously it really helps increase red blood cells, increase lung tidal capacity, improve circulation, and can be proven clinically. This research aimed to explore the effect of Wim Hoff Method on respiration rate, heart rate, and SpO2 among Covid – 19 patients at Islamic Sultan Agung Hospital Semarang. Methods : Quasi experiment used in this study was pre and post test design without control group. Sampel were recruited using consecutive sampling. The samples of this study consists of 25 Covid – 19 patients including 9 male and 16 female. The study found significant result between pre and post test intervention for respiration rate and  SpO2. A meaningful result between the before and after intervention of the breath pattern, and the SpO2, subsequently the data was processed using a test paired T comparative impact of Wim Hoff with a ratio of respiration, heart rate, SpO2 and a test of Wilcoxon signed rank test on the treatment group obtained P = 0.0014 < ? = 0.05, so that H0 rejected. In the control group acquired P = 1.000 > ? = 0.05 so that H0 was accepted, meaning that there was an influence on the self-reliance of the group treatment. Result : The statistical test result was p value 0,000 for respiration rate and SpO2  but for the heart rate p value 0,447. Conclusion : Wim Hoff Method was effective on stabilizing respiration rate and increasing SpO2  but not for heart rate. Keyword : Wim Hoff Method, Respiration rate, SpO2, Heart rate.


2020 ◽  
Vol 10 (04) ◽  
pp. 156-162
Author(s):  
Maula Mar’atus Solikhah ◽  
M. Agung Krisdianto ◽  
Lita Heni Kusumawardani

Pendahuluan: Sampai saat ini Indonesia rentan secara geologis terjadi bencana. Semua orang mempunyai risiko terhadap potensi bencana, sehingga penanganan bencana merupakan urusan semua pihak. Akan tetapi selama ini penanganan bencana di masyarakat hanya melibatkan instansi terkait saja belum melibatkan peran aktif masyarakat dalam tanggap darurat bencana. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pelatihan kader tanggap bencana terhadap kesiapsiagaan bencana di RW 36 Kelurahan Mojosongo Kecamatan Jebres Kota Surakarta Metode: Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pre and posttest without control group. Sejumlah 30 kader diberikan pelatihan kader tanggap bencana dan diukur kesiapsiagaan bencana sebelum dan setelah diberikan pelatihan. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner kesiapsiagaan bencana dan modul tanggap bencana banjir. Analisa data menggunakan uji nonparametrik yaitu uji wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh pelatihan tanggap bencana terhadap kesiapsiagaan bencana dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test menghasilkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Hasil penelitian ini diharapkan menjadi inovasi program bagi kader tanggap bencana untuk meningkatkan kesipasiagaan bencana


2021 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 165
Author(s):  
Vendi Riswanda ◽  
Gusti Ayu Sri Puja Warnis Wijayanti

Kalender pengelolaan cairan dan mobile phone merupakan media yang dapat mengontrol interdialytic weight gain (IDWG).Pengontrolan IDWG dapat juga dilakukan melalui layanan pesan singkat pada mobile phone pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan kalender pengelolaan cairan dan mobile phone terhadap interdialytic weight gain pada pasien gagal ginjal kronik. Penelitian ini merupakan penelitian quasy experiment dengan rancangan pretest-posttest without control. Populasi peneletian seluruh pasien yang menjalani hemodialisa pada periode Juli-September 2019. Sampel diambil dari populasi dengan teknik purposive sampling sebanyak 40 orang. Data yang dikumpulkan adalah karakteristik umum responden dan data berat badan antar dua waktu dialysis sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Analisa data dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan uji Mann Whitney Test. Hasil menunjukkan adanya penurunan interdialytic weight gain pada pasien setelah intervensi kontrol cairan menggunakan kalender pengelolaan cairan, dengan p-value= 0,006 (p < α=0,05). Ada penurunan interdialytic weight gain pada pasien setelah intervensi kontrol cairan menggunakan mobile phone dengan p value = 0,000 (p < α=0,05). Hasil uji Mann Whitney U Test menunjukkan tidak ada perbedaan efektifitas penggunaan kalender pengelolaan cairan dan mobile phone terhadap interdialytic weight gain pada pasien gagal ginjal kronik (p value= 0,328 atau p>0,05). Penggunaan kalender pengelolaan cairan dan mobile phone sama-sama efektif terhadap penurunan interdialytic weight gain pada pasien gagal ginjal kronik


2020 ◽  
Vol 9 (2) ◽  
pp. 47
Author(s):  
Dimas Satrya Sukma Wijaya ◽  
Abu Bakar ◽  
Erna Dwi Wahyuni

Pendahuluan: Terapi mendengarkan Al-Qur’an dan Teknik Relaksasi Otot Progresif merupakan metode non-farmakologi yang dapat menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi mendengarkan bacaan Al-Qur’an (Ayatussyifa) dan relaksasi otot progresif terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan quasy-experiment dengan pretest – posttest control group design dengan total sampel sebanyak 50 responden penderita hipertensi dengan menggunakan teknik non-probability sampling dengan tipe purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu terapi mendengarkan bacaan Al-Qur’an (Ayatussyifa) dan relaksasi otot progresif sedangkan variabel dependennya yaitu tekanan darah sistolik dan diastolik lansia dengan hipertensi dengan menggunakan lembar observasi sebagai instrument penelitiannya. Analisis penelitian ini menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test (p=<0,05). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pada kelompok perlakuan (sistolik p=0,000), (diastolik p=0,000). Hasil uji Mann Whitney kelompok perlakuan dan kontrol menunjukkan hasil Pre-Sistolik (p=0,739) dan Post-Sistolik (p=0,006) sedangkan Pre-Diastolik (p=0,001) dan Post-Diastolik (p=0,410). Diskusi: Terapi mendengarkan Al-Qur’an (Ayatussyifa)  dan relaksasi otot progresif dapat menjadi stimulus baik yang dapat berpengaruh terhadap tekanan darah baik sistolik maupun diastolik pasien hipertensi. Perawat dapat memberikan terapi tersebut sebagai salah satu pilihan dalam menurunkan tekanan darah para lansia penderita hipertensi.


Author(s):  
I Nyoman Suartha ◽  
Made Ririn Sri Wulandari ◽  
Ni Putu Muliantari Anggari Dewi

Latar Belakang: Masa kehamilan merupakan masa yang rentang terjadinya kecemasan pada ibu hamil. Kecemasan yang dirasakan ibu hamil berkaitan dengan diri sendiri dan bayi dalam kandungannya yang dipengaruhi oleh pengalaman pada kehamilan sebelumnya atau pertama kali mengalami persalinan. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gentle yoga terhadap kecemasan pada ibu hamil dalam menghadapi persalinan di Puskesmas Penebel I. Metedologi: Desain penelitian ini menggunakan pre-eksperimen design dengan rancangan one group pretest-postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling  dengan cara purposive sampling yang terdiri dari 36 responden. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan yaitu wilcoxon signed rank-test. Hasil: Hasil penelitian yang didapatkan adalah nilai p value 0,001 yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara kecemasan ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan intervensi Gentle Yoga. Kesimpulan: Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan untuk pengembangan ilmu keperawatan sehingga dapat mengurangi kecemasan pada ibu hamil melalui metode non farmakologi.


2020 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 11-20
Author(s):  
Neneng Aria Nengsih

Latar belakang: Ketika anak sakit dan mengharuskan dirawat di rumah sakit, membuat cemas anak dan keluarga karena harus berusaha beradaptasi dengan lingkungan asing. Salah satu intervensi keperawatan  untuk membantu mengurangi kecemasan pada anak selama menjalani hospitalisasi adalah terapi bermain origami. Tujuan penelitian: menganalisis rerata tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan terapi origami pada anak usia prasekolah yang menjalani prosedur invasif infus saat hospitalisasi di Ruang Anak RSUD 45 Kuningan. Metode penelitian: jenis penelitian ini adalah Pra Eksperimen dengan rancangan One Group Pretest And Posttest. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 15 responden dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan cara mengukur tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan terapi bermain origami yang diukur menggunakan Preschool Anxiety Scale-Revised (2010). Selanjutnya data diolah dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata tingkat kecemasan responden sebelum diberikan intervensi adalah sebesar 1,93 dan rerata sesudah diberikan intervensi terapi bermain origami adalah sebesar 1,20. Selisih rata-rata tingkat kecemasan sebelum dan sesudah dilakukan terapi adalah 0,73. Hasil uji statistik wilcoxon tentang pengaruh terapi bermain origami terhadap penurunan tingkat kecemasan pada anak prasekolah yang menjalani hospitalisasi dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) sebesar P value (0,002) dengan demikian p value < 0,05), maka H0 ditolak. Hal ini berarti terdapat perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan terapi bermain origami. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian terapi bermain origami terhadap tingkat kecemasan anak yang menjalani prosedur invasif  infus saat hospitalisasi di rumah sakit. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dikembangkan oleh peneliti lain terkait metode adjuvant lain yang dapat menurunkan tingkat kecemasan pada anak sebagai tindakan atraumatic care


2020 ◽  
Vol 13 (1) ◽  
pp. 64-72
Author(s):  
Agus Prasetyo ◽  
Bejo Danang Saputra ◽  
Kiki Yulistiana

Pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara invasif dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh  yang dapat menimbulkan respon berupa nyeri yang dapat mempengaruhi tingkat nyaman seseorang. Hasil penelitian menunjukkan 50% keluhan nyeri pasca operasi tidak ditangani secara komprehensif dan fluktuasi tekanan darah pasca operasi biasanya terjadi karena berbagai faktor dalam tindakan pembedahan. Oleh sebab itu dibutuhkan upaya untuk melakukan pengobatan secara non farmakologi untuk mengurangi nyeri dan mengontrol tekanan darah misalnya dengan pemberian foot massage dan inhalasi aromaterapi lavender. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas foot massage dan inhalasi aromaterapi lavender terhadap tekanan darah dan nyeri pada pasien post operasi mayor elektif di RSUD Cilacap tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelatif dengan metode pengambilan sampel purposive sampling sesuai kriteria inklusi yaitu sebanyak 34 orang. Desain penelitian quasi experiment   dengan rancangan pretest-postest dengan  kelompok kontrol dan menggunakan uji statistik Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum diberikan intervensi rata-rata skala nyeri pasien 3,12 menurun menjadi 2,00 setelah diberikan intervensi. Terdapat pengaruh foot massage dan inhalasi aromaterapi lavender terhadap nyeri pasien post operasi mayor elektif (pv = 0,000).Tidak ada pengaruh foot massage dan inhalasi aromaterapi lavender terhadap tekanan darah sistole (pv = 0,559).   Kata Kunci: Foot massage, Inhalasi aromaterapi lavender, Post operasi mayor elektif.


2019 ◽  
Vol 10 (2) ◽  
pp. 112
Author(s):  
Rizkia Dwi Oktaviyani ◽  
Oryza Intan Suri

Anak usia prasekolah adalah anak yang berusia 3-6 tahun. Pada masa ini, diperlukan pemantauan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, dimana panca indera dan sistem penerimaan rangsangan serta proses memori harus siap sehingga anak mampu belajar dengan baik, proses belajar pada masa prasekolah adalah dengan cara bermain. Kemampuan kognitif dalam proses pembelajaran, anak lebih sering menggunakan permainan yang menyenangkan agak anak dapat mengeksplor kreativitasnya dengan cara belajar sambil bermain. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Terapi Bermain Puzzle Terhadap Perkembangan Kognitif Usia Prasekolah di TK/TPQ Plus Hidayatullah. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan penelitian Quasi Eksperimental Design One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian sebanyak 30 murid dengan Purposive Sampling. Metode analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil kelompok sebelum dan sesudah Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukan p value perkembangan bahasa 0,02, p value perkembangan motorik halus 0,014, p value perkembangan sosial 0,008, dan p value menggunakan lembar observasi 0,025 dengan standar p value < 0,05. Kesimpulan: ada pengaruh kelompok sebelum dan sesudah dilakukan terapi bermain puzzle.


2019 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 116
Author(s):  
Muslimin Nulipata ◽  
Alimatus Sahrah ◽  
Reny Yuniasanti

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh restrukturisasi birokrasi organisasi terhadap kepuasan kerja pegawai. Jenis penelitian yang digunakan adalah Eksperimen dengan jenis rancangan “Nonequivalent control group design”. Subjek Penelitian ini berjumlah 15 pegawai yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok eksperimen dengan jumlah 8 pegawai dan kelompok kontrol dengan jumlah 7 pegawai dengan pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket kepuasan kerja pegawai yang diadaptasi dari Job Descriptive Index menurut Gibson et.al. (2009). Teknik analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan program SPSS versi 22 for windows. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa restrukturisasi birokrasi organisasi dapat meningkatkan kepuasan kerja pegawai menjadi lebih tinggi., dengan nilai Z = -2,524 dan nilai p = 0,012 (< 0,05). Semakin proporsional struktur birokrasi organisasi akan semakin meningkatkan kepuasan kerja pegawai.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document