scholarly journals FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN IBU DALAM MELAKUKAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GAMBUT KABUPATEN BANJAR, KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2013

2017 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 8
Author(s):  
Darmayanti Wulandatika

Kebijakan Departemen Kesehatan dalam upaya mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), adalah dengan cara mendekatkan pelayanan ibu dan anak di tingkat dasar dan rujukan yang pada dasarnya mengacu kepada intervensi strategis “empat pilar safe mother hood”, pada pilar kedua adalah asuhan Antenatal yang sangat penting karena dapat memantau perkembangan kehamilan dan mendeteksi kelainan atau komplikasi yang menyertai kehamilan secara dini dapat ditangani secara cepat dan benar, sehingga dapat mengurangi risiko kesakitan bahkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan  Ibu Dalam Melakukan Antenatal Care di Wilayah Kerja Puskesmas Gambut Tahun 2013.Jenis penelitian kuantitatif dengan cross sectional. Jumlah populasi 192 dan  sampel menggunakan total populasi yaitu sebanyak 192 responden,. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara kuantitatif  dengan menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil uji statistiK diperoleh p-value masing-masing variable independent yaitu paritas ( p-value=0.017) ada hubungan antara paritas dengan kepatuhan ANC, umur ( p value = 0.409) tidak ada hubungan antara umur bidan dengan kepatuhan ANC, pengetahuan (p-value=0.032) ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan ANC, pendidikan (p-value=0.04) ada hubungan antara pendidikan dengan kepatuhan ANC, sikap (p-value=0.016) ada hubungan antara sikap dengan kepatuhan ANC, pekerjaan (p-value=0.578) tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan kepatuhan ANC, keterjangkauan waktu (p-value=0.506) tidak ada hubungan yang bermakna antara keterjangkauan waktu dengan kepatuhan ANC, dorongan petugas  (p-value =0.032) ada hubungan antara dorongan petugas dengan kepatuhan ANC, dorongan keluarga (p-value =0.035) ada hubungan antara dorongan keluarga dengan kepatuhan ANC, pelayanan ANC (p-value=0.039) ada hubungan antara pelayanan ANC dengan kepatuhan ANC, ketersediaan transportasi (p-value=0.377) tidak ada hubungan antara ketersediaan transportasi dengan kepatuhan ANC, keterjangkauan jarak (p-value=0.570) tidak ada hubungan antara keterjangkauan jarak dengan kepatuhan ANC.Variabel dominan dalam penelitian ini adalah pendidikan setelah dikontrol variabel paritas, dorongan petugas, dorongan keluarga, dan pelayanan ANC dengan p-value = 0.001 dan OR 11.814 (95%CI : 3.994-34.946) yang berarti responden dengan pendidikan tinggi 11.814 kali lebih patuh dibandingkan dengan responden dengan pendidikan rendah.

Author(s):  
Rubiyati Rubiyati

ABSTRACT Antenatal Care is the care given to pregnant woman to monitor, support maternal health and maternal detect, whether normal or troubled pregnant women. Aki in Indonesia amounted to 359 in 100.000 live births. The purpose of the study was to determine the relationship between age and education in the clinic Budi Mulia Medika 2014. This study used a survey method whit cross sectional analytic. This is the overall study population of women with gestational age ≥36 weeks who come to visit the clinic Budi Mulia Medika Palembang on February 10 to 18. The study sample was taken in non-random with the technique of “accidental smapling “ with respondents who happens to be there or variable. The obtained using univariate and bivariate analysis using Chi-Square test statistic. The results of the univariate analysis showed that 83,3% of respondents did according to the standard prenatal care, high risk age 40,0 %, 60,0% lower risk of age, higher education 70,0%, 30,0% low education. Bivariate analysis showed that there was no significant relationship betwee age and pregnancy tests wit p value= 0,622, and significant relationship between education and prenatal care with p value= 0,019. From the results of this study are expected to need to increase outreach activities to the community about the importance of examination of pregnancy according to gestational age in an effort to reduse maternal mortality.   ABSTRAK Antenatal Care merupakan pelayanan  yang di berikan pada ibu hamil untuk memonitor, mendukung kesehatan ibu dan mendeteksi ibu, apakah ibu hamil normal atau bermasalah. Di Indonesia AKI berjumlah 359 per 100.000 kelahiran hidup. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara usia dan pendidikan dengan pemeriksaan kehamilan di klinik budi mulia medika tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalahseluruh ibu dengan usia kehamilan ≥ 36 minggu yang dating berkunjung ke Klinik Budi Mulia Medika pada tanggal 10-18 Februari. Sampel penelitian ini di ambil secara non random dengan tekhnik ‘’ Accidental Sampling’’ dengan responden yang kebetulan ada atau tersedia. Data yang di peroleh menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil analisis univariat ini menunjukan bahwa 83,8% responden melakukan pemeriksaan kehamilan sesuai standar, 16,7% tidak melakukan pemeriksaan kehamilan sesuai standar, usia resiko tinggi 40,0%, usia resiko rendah 60,0%, pendidikan tinggi 70,0 %, pendidikan rendah 30,0 %. Analisis bivariat menunjukan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara usia dengan pemeriksaan kehamilan dengan p value =0,622, ada hubunngan bermakana antara pendidikan dengan pemeriksaan kehamilan dengan p value = 0,019. Dari hasil penelitian ini di harapkan perlu meningkatkan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya dilakukan pemeriksaan kehamilan sesuai dengan umur kehamilan sebagai upaya menurunkan angka kematian ibu.    


2020 ◽  
Vol 4 (3) ◽  
pp. 100-111
Author(s):  
Vita Camelia ◽  

Stunting is a children growth problem that occurs a result of chronic malnutrition in the first 1000 days of life. The indicator of stunting is using the height measurement according to age HFA (Height for Age) under -2 SD based on the WHO growth standard curve according to sex. The impacts of stunting are the occurrence of growth disorders, barriers to development and the risk of metabolic disorders in adulthood. One of the risk factors for stunting is history of quality and quantity Antenatal Care (ANC). This study aimed to determine the relationship between quality and quantity history of ANC visits and stunting in toddlers aged 24-59 years in Pujon District Malang Regency. The method used in this research was observational analytic by using cross-sectional design. The population of this study was all mothers who have children aged 24-59 months that were conducted in January 2020. Ninety eight respondents taken by purposive sampling as the sample of the research. The data was obtained by filling out questionnaires and KIA books, then analyzed with chi-square test (α = 0.05). The results showed that there was a significant relationship in quality (p-value = 0.004) and quantity (p-value = 0.003) toward stunting.


2019 ◽  
Vol 9 (04) ◽  
pp. 673-680
Author(s):  
Agustian Dwi Mahendra ◽  
Nur Yeny Hidajaturrokhmah ◽  
Suci Anggraeni

Pendahuluan: Kepatuhan ibu hamil untuk melakukan Antenatal care sangat penting karena dapat mengurangi angka komplikasi kehamilan. Akan tetapi prevalensi ibu hamil untuk melakukan Antenatal Care sangat rendah. Tujuan: Tujuan penelitian ini menganalisis kepatuhan Antenatal Care (ANC) terhadap kejadian komplikasi kehamilan di Puskesmas Tiudan Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung. Desain: Desain penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang ada di Puskesmas Tiudan Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung sejumlah 45 responden. Sampel diambil secara purposive sampling didapatkan 30 responden . Data yang telah terkumpul diolah dengan uji statistik chi square dengan kemaknaan α =0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden, sebagian besar dari responden memiliki kepatuhan ANC yang patuh, yaitu 19 responden (63,3%) dan sebagian besar responden tidak mengalami kejadian komplikasi saat hamil, yaitu 22 responden (73,3%). Hasil penelitian ini yaitu ada hubungan kepatuhan Antenatal Care (ANC) terhadap kejadian komplikasi kehamilan di Puskesmas Tiudan Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung (nilai p-value = 0,002) dengan uji chi square. Kesimpulan: Kepatuhan ibu hamil untuk melakukan Antenatal care sangat penting karena akan dapat membantu mengurangi komplikasi kehamilan yang dapat mempengaruhi angka kematian ibu dan bayi. 


2019 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 162
Author(s):  
Moh. Rivandi Dengo ◽  
Idjrak Mohamad

The coverage of Antenatal Care (ANC) visits in Gorontalo District during the last three years is as follows: the first visit of the pregnant women in 2015 reached 90%, the visit in the following year in 2016 decreased to 76%, and the visit in 2017 reached 89,86%. This research aims to find out the factors related to the decrease of Antenatal Care in accordance with the decrease in the Antenatal Care visits in the first contact of pregnant women checking K-1 in the working area of Community Health Center Bongomeme Gorontalo District in 2018. The population of the current research was all pregnant women listed in Kohort pregnant women book in the Community Health Center Bogomeme in 2018 there were 163 pregnant women participated. The research design used was a cross sectional study approach. The obtained data were subsequently examined using chi-square test by referring to p value < 0,005. The research results shown that the parity variable of the pregnancy has p value of 0,038, pregnant women knowledge has p value of 0,012, and pregnant women job has p value of 0,000. Thus, this variable has a parity of pregnancy, knowledge of pregnant women and occupation of pregnant women has a relationship with antenatal visits (K-1), while family support variables with p value of 0.478 means that this variable has no relationship with antenatal visits (K-1). The conclusion was the parity, pregnant women knowledge, and pregnant women occupation have the significant relationship with the antenatal care visits (K-1), while the family support has no significant relationship with antenatal visits (K-1). The pregnant women should maintain the pregnancy spacing, maintain the pregnancy health, and increase their knowledge.Cakupan kunjungan Antenatal Care (ANC) di Kabupaten Gorontalo selama tiga tahun terakhir adalah cakupan kunjungan pertama ibu hamil (K-1) tahun 2015 mencapai 90%, pada tahun berikutnya tahun 2016 terjadi penurunan yaitu 76% dan pada tahun 2017 mencapai 89,86%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya kunjungan Antenatal Care pada kontak pertama pemeriksaan ibu hamil K-1 pada Wilayah Kerja Puskesmas Bongomeme Kabupaten Gorontalo tahun 2018. Adapun populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil tercatat di buku kohort ibu hamil Puskesmas Bongomeme tahun 2018 yaitu sebanyak 163 orang ibu hamil. Desain penelitian yang digunakan adalah pendekatan cross sectional study. Data yang diperoleh kemudian dilakukan uji statistic chi square dengan melihat nilai p value < 0,005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variable paritas kehamilan dengan nilai p value 0,038, pengetahuan ibu hamil nilai p value 0,012, dan pekerjaan ibu hamil nilai p value 0,000. Artinya variabel paritas kehamilan, pengetahuan ibu hamil dan pekerjaan ibu hamil memiliki hubungan dengan kunjungan antenatal (K-1). Sedangkan variabel dukungan keluarga nilai p value 0,478 ini berarti variabel dukungan keluarga tidak memiliki hubungan dengan kunjungan antenatal (K-1). Disimpulkan bahwa paritas, pengetahuan ibu, pekerjaan ibu ada hubungan yang signifikan dengan kunjungan antenatal K-I, sedangkan dukungan keluarga tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kunjungan antenatal (K-I). Ibu hamil agar lebih menjaga jarak kehamilan, menjaga kesehatan kehamilan, meningkatkan pengetahuan ibu hamil.


2019 ◽  
Vol 4 (1) ◽  
pp. 199
Author(s):  
Rosmeri Bukit

<p><em>A high-risk pregnancy is a pathological pregnancy that can affect the general state of the mother and baby. Early detection can be done on antenatal care service is by increasing coverage of antenatal care especially pregnancy examination ≥ 4 times or K4. The purpose of this study is to determine the relationship of pregnancy examination K4 with high risk of third trimester pregnancy at Harapan Raya Pekanbaru Health Center in 2014. The research quantitative type with analytical method, using cross sectional approach. Population of all pregnant women in the third trimester who conducted pregnancy checkup at the Puskesmas Harapan Raya total of 50 people. The sample size was 50 people with Total Sampling and statistical test using Chi square test. The results showed that obtained P value 0.001 where P value ≤ 0.005 Ho in rejection means there is a significant relationship. The conclusion of this study is that there is a relationship between the examination of pregnancy K4 with the incidence of high risk pregnancy trimester III.</em></p><p><em><br /></em></p><p><em>Kehamilan resiko tinggi merupakan kehamilan patologi yang dapat mempengaruhi keadaan umum ibu dan bayi. Cara deteksi dini dapat dilakukan pada pelayanan antenatal care yaitu dengan peningkatan cakupan pelayanan antenatal khususnya pemeriksaan kehamilan ≥4 kali atau K4. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemeriksaan kehamilan K4 dengan resiko tinggi kehamilan trimester III di Puskesmas Harapan  Raya Pekanbaru tahun 2014. </em><em>Jenis penelitian kuantitatif dengan metode analitik, menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh ibu hamil trimester III yang  melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Harapan Raya  jumlah 50 orang. Jumlah sampel  50 orang   dengan Total Sampling dan uji statistik menggunakan  uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh P value 0,001 dimana P value ≤ 0,005 Ho di tolak artinya ada hubungan yang signifikan. Simpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara pemeriksaan kehamilan K4 dengan  kejadian kehamilan resiko tinggi trimester III.</em></p><p><em><br /></em></p>


Author(s):  
Leny

ABSTRAK Menurut World Health Organization (WHO), memperkirakan kematian ibu sebanyak 500.000 kematian setiap tahun,  99% diantaranya terjadi di negara berkembang. Faktor-faktor yang  mempengaruhi frekuensi pemeriksaan kehamilan antara lain paritas ibu, usia ibu, pengetahuan, sikap, ekonomi, sosial budaya, dukungan keluarga, keadaan  geografis dan  informasi ibu mengenai frekuensi pemeriksaan kehamilan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara umur dan paritas dengan frekuensi pemeriksaan kehamilan di Klinik Budi Mulia Medika Palembang Tahun 2018. Desain penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi Penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester III yang memeriksakan kehamilan di Klinik Budi Mulia Medika Palembang Tahun 2018. Sampel yang diambil secara simple random sampling  dengan jumlah sampel 164 responden. Hasil analisa univariat menujukkan hasil analisa bivariat menggunakan uji statistik Chi-square yang membandingkan p value dengan tingkat kemaknaan α (0,005) menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara umur dengan frekuensi pemeriksaan kehamilan dimana p value (0,0043) lebih kecil dari α (0,005) dan ada hubungan bermakna antara paritas ibu dengan frekuensi pemeriksaan kehamilan dimana p value (0,0017) lebih kecil dari α (0,005). Pelayanan pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care) yang tujuan utamanya adalah mencegah komplikasi obstetrik dan memastikan bahwa komplikasi dideteksi sedini mungkin serta ditangani secara memadai, sehinggga diharapkan dapat menurunkan angka kejadian morbiditas dan mortalitas pada ibu maupun janin. Kata Kunci         : Frekuensi Pemeriksaan Kehamilan, Umur, Paritas   ABSTRACT According to the World Health Organization (WHO), estimating maternal deaths is 500,000 deaths every year, 99% of which occur in developing countries. Factors that influence the frequency of prenatal care include maternal parity, maternal age, knowledge, attitudes, economy, socio-culture, family support, geographical conditions and maternal information regarding the frequency of antenatal care. The purpose of this study was to determine the relationship between age and parity with the frequency of antenatal care at the Budi Mulia Medika Palembang Clinic in 2018. The design of this study was an analytical survey with a cross sectional approach. The study population was all trimester III pregnant women who examined pregnancy at the Budi Mulia Medika Palembang Clinic in 2018. The samples were taken by simple random sampling with a sample of 164 respondents. The results of univariate analysis showed the results of bivariate analysis using the Chi-square statistical test that compares p value with significance level α (0.005) shows that there is a significant relationship between age and frequency of antenatal care where p value (0.0043) is smaller than α (0.005) and there is a significant relationship between maternal parity and frequency of antenatal care, where p value (0.0017) is smaller than α (0.005). Antenatal Care services whose main purpose is to prevent obstetric complications and ensure that complications are detected as early as possible and handled adequately, so that they are expected to reduce the incidence of morbidity and mortality in both mother and fetus Keywords    : Frequency of Pregnancy Examination, Age, Parity


2021 ◽  
Vol 9 (1) ◽  
pp. 111-125
Author(s):  
Ni Gusti Made Ayu Agung Budhi ◽  
Maryanah Maryanah

Quality Antenatal Care (ANC) services can prevent complications during pregnancy, but during the Covid-19 pandemic, there is a policy for mothers to postpone ANC visits. The purpose of the study was to find out how the influence of ANC services during the Covid-19 pandemic on the incidence of complications in pregnant women. The research method used is an analytical survey with a Cross-Sectional approach. The number of samples is 110 pregnant women respondents. The statistical test used is the Chi-Square test. The results showed that the age of pregnant women was 92.1% of healthy reproductive age, high school education level was 90.4%, some pregnancies experienced by mothers 2 were 66.7%, work as housewives were 67%. The biggest complication that occurs in pregnant women is anemia (40%). The provision of quality ANC services with 10T has a positive influence on the incidence of complications in pregnancy during the pandemic (p-value <0.05), as well as understanding of the Maternal and Child Health (MCH) book (p-value <0.05) and the anxiety felt by the mother (p-value <0.05) influences the occurrence of complications. The conclusions obtained were the effect of providing quality ANC services with 10 T, understanding of the MCH handbook on the incidence of complications during the covid-19 pandemic.


Author(s):  
Citra Hadi Kurniati

Midwives play an important role in the process of health care, especially antenatal care services (ANC). The quality of midwife services determines the success of the service process. The perception of pregnant women when they come for a pregnancy is related to their availability to return to Antenatal Care examination. This study aims to determine the quality of midwives in ANC services on the perception of pregnant women. This type of research uses observational analytic research, where researchers are directed to explain a situation or situation. The time approach used is cross sectional. Analysis was conducted to test the quality of midwives in providing ANC services to the perception of pregnant women. Analysis of the data in research with ordinal and scale variables is non-parametric statistics. Hypothesis testing using the Chi Square Test. The results showed that there was no relationship between the quality of midwives on perceptions of pregnant women with a p value of valeu> 0.05 with an X × count of 0.325. The conclusion of this study is that there is no relationship between the quality of midwives in providing ANC services to the perception of pregnant women


2020 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 47-53
Author(s):  
Maesaroh ◽  
Maesaroh

Kualitas pelayanan kesehatan dapat diukur melalui kepuasan masyarakat atas pelayanan kesehatan yang diterima. Pelayanan Antenatal care (ANC) merupakan salah satu bidang pelayanan yang diberikan kepada ibu hamil dalam memantau perkembangan janin pada ibu hamil, kualitas pelayanan ANC dapat diukur dengan melihat angka kematian ibu dan bayi. Penelitian ini untuk mengetahui tujuan hubungan antara fasilitas dan pelayanan bidan paktek mandiri dengan kepuasan pasien ANC di BPM A M Kabupaten Cirebon. Jenis penelitian ini adalah deskriptif correlation dengan rancangan penelitian Cross Sectional dengan tehnik sampling yaitu accidental Sampling sebanyak 25 responden. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan sebanyak 21 orang responden (84,0%) menyatakan fasilitas baik, sebanyak 15 orang responden (60,0%) menyatakan pelayanan baik dan hasil uji korelasi menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara fasiitas BPM dengan kepuasan pasien karena p-value (0,007) < α- value (0,05), selain itu juga terdapat hubungan antara pelayanan BPM dengan kepuasan pasien karena nilai p-value (0,001) < α- value (0,05).


2019 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
Author(s):  
Eka Fauzia Laila

WHO menyebutkan penyebab angka kematian ibu (AKI) diantaranya: perdarahan 28%, eklampsia 13%, infeksi 10%, aborsi 11%, partus lama 9%, dan penyebab lainnya15% (WHO, 2007). Di RSUD. Palabuhan Ratu sendiri angka kematian ibu pada tahun 2015 terdapat 21/3234 Kelahiran hidup (KH) dan 42,8% kematian tersebut akibat preeklampsia. Penyebab preeklampsia belum diketahui secara pasti sampai sekarang menurut Duckitt dan Harrington (2005) faktor resiko preeklampsia meliputi paritas, pekerjaan, pemeriksaan antenatal, dan riwayat hipertensi oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, paritas, riwayat hipertensi dan frekuensi pemeriksaan antenatal care dengan kejadian preeclampsia pada ibu hamil.Preeklampsia adalah kondisi khusus dalam kehamilan, ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria. penelitian ini menggunakan jenis  penelitian deskriptif korelasi dengan metode pendekatan menggunakan cross sectional, responden dalam penelitian ini berjumlah 45 responden, analisis data dengan chi square.Hasil penelitian menunjukan 57,8% mengalami preeklampsia berat, 60% responden berada pada usia 20-35 tahun, 57,8%  adalah multipara, 51,1% responden memiliki riwayat hipertensi sebelumnya dan 46,7% tidak teratur dalam melakukan ANC. Hasil uji chi square menunjukan ada hubungan antara usia, paritas, riwayat hipertensi dan frekuensi pemeriksaan antenatal care dengan kejadian preeclampsia pada ibu hamil di Ruang Paus RSUD dengan P-value 0,00-0,01<0,05Diharapkan  agar ibu yang mempunyai faktor resiko agar rutin memeriksakan kehamilan sehingga preeklampsia dapat di deteksi secara dini yang pada akhirnya angka preeklampsia dapat berkurang dan bagi para pemberian asuhan agar lebih sigap dalam menangani pasien yang mengalami preeklampsia apalagi pasien dengan faktor resiko preeklampsia Kata kunci           : Preeklamsia, usia, paritas, Hipertensi, ANC


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document