scholarly journals Pengembangan Sistem Informasi Pelaporan Pembelajaran Daring dengan Model Rapid Application Development (Studi Kasus: Universitas Tanjungpura)

2021 ◽  
Vol 7 (3) ◽  
pp. 408
Author(s):  
Eva Faja Ripanti

Pembelajaran yang dilakukan dalam sebuah institusi pendidikan perlu dilaporkan pelaksanaannya guna kebutuhan seperti monitoring dan evaluasi (Monev). Pada pembelajaran daring yang memanfaatkan Learning Management System (LMS) sebagai tool, maka telah terdapat fasilitas dokumentasi yang baik untuk setiap kegiatan pembelajaran daring tersebut. Namun, dari sisi pengelola atau administrator untuk menghasilkan laporan pembelajaran secara keseluruhan dengan klasifikasi tertentu, ditemukan beberapa kendala pelaporan.  Hal tersebut dikarenakan tingkat keterpakaian yang beragam. Pelaporan pembelajaran daring bagi institusi menjadi penting guna mengetahui sejauh mana tingkat keterpakaian dan kualitas pembelajaran itu sendiri. Di Universitas Tanjungpura (Untan), pembelajaran daring dilaksanakan dengan LMS berbasis Moodle. LMS Untan dapat digunakan mulai dari dosen dan mahasiswa dan telah tersinkronisasi ke sistem informasi akademik (Siakad) Untan. Sistem pelaporan, pada penelitian ini akan memfasilitasi proses perekapan dan membantu mengetahui sejauh mana pembelajaran daring dilakukan dengan mengklasifikasikan atas tiga kategori (aktif, digunakan, dan untuk Latihan). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangankan sistem pelaporan pembelajaran daring agar dapat membantu pengambil keputusan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan pembelajaran daring diterapkan, dimana pelaporannya dapat dilakukan secara menyeluruh dan cepat. Pengembangan sistem dibuat dengan metode system development life cycle, dengan model Rapid Application Development (RAD) yaitu prototype. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan beberapa pendekatan yaitu studi literatur, observasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Luaran penelitian ini berkontribusi, baik bagi pengguna (dosen dan mahasiswa) dalam meningkatkan kualiatas pembelajaran daringnya, juga memudahkan pengambil keputusan dalam mengelola pembelajaran daring. 

2021 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 64-71
Author(s):  
Annas Setiawan Prabowo ◽  
Lutfi Syafirullah ◽  
Vicky Prasetia ◽  
Hera Susanti

Pertumbuhan industri kreatif di Indonesia terus mengalami kenaikan. Industri kreatif diharapkan dapat menjadi sektor strategis yang mampu meningkatkan perekonomian di masa yang akan datang. Kesulitan yang dihadapi oleh industri kreatif terutama di Kabupaten Cilacap adalah pencarian lokasi industri kreatif yang sulit ditemukan. Industri kreatif mengalami kesulitan didalam mengenalkan produk yang dihasilkan. Berdasarkan masalah diatas perlu dibuat sistem informasi geografis yang mampu menunjukkan lokasi industri kreatif dengan akurat serta mampu membantu industri kreatif dalam mengenalkan produk yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data secara deskriptif serta mengambil dari jurnal penelitian terdahulu. Metode pengembangan sistem yang digunakan menggunakan Rapid Application Development (RAD) yaitu salah satu pengembangan sistem berbasis System Development Life Cycle dengan kelebihan waktu yang lebih cepat. Pengujian sistem dilakukan dengan menggunakan metode black-box testing. Hasil penelitian ini adalah sistem informasi geografis yang mampu menunjukkan lokasi industri kreatif dengan lebih cepat, serta mampu membantu industri kreatif dalam mengenalkan produk yang dihasilkan.


2021 ◽  
Vol 10 (1) ◽  
pp. 6-12
Author(s):  
Titania Pricillia ◽  
Zulfachmi

System Development Life Cycle atau yang lebih dikenal dengan istilah SDLC adalah metodologi umum yang digunakan untuk mengembangkan sistem informasi. SDLC terdiri dari beberapa fase yang dimulai dari fase perencanaan, analisis, perancangan, implementasi hingga pemeliharaan sistem. Pembahasan yang dilakukan adalah terhadap metode pengembangan waterfall, prototype dan rapid application development (RAD). Hasil perbandingan dari ketiga model tersebut menyatakan bahwa model waterfall lebih cocok untuk sistem atau perangkat lunak yang bersifat generik, sedangkan prototype dan RAD lebih cocok untuk sistem atau perangkat lunak yang bersifat customize. Sesuai dengan analisa yang didapatkan, ketiga metode memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga pengembang dapat memilih metode mana yang lebih cocok untuk pengembangan perangkat lunaknya.  


2019 ◽  
Vol 18 (2) ◽  
pp. 144-160
Author(s):  
Mohammad Ridwan ◽  
Djamaludin Djamaludin

Kegiatan Kuliah Kerja Kemasyarakatan (KKK) adalah suatu upaya mengasah soft skill dan implementasi mahasiswa pada masyarakat sesuai dengan disiplin ilmu yang mereka miliki. Kegiatan KKK ini dilaksanakan terkait sebagai perwujudan dan tanggung jawab lembaga perguruan tinggi dalam rangka ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagai implementasi dan desiminasi kepada masyarakat dari berbagai temuan hasil penelitian/kajian yang dilakukan oleh perguruan tinggi. Pada praktiknya Kegiatan ini memiliki banyak kendala dalam hal efisiensi biaya maupun waktu, penyebaran informasi secara realtime, Integrasi data yang berelasi, obyektif penilaian dan juga pemanfaatan media internet. Dengan kendala/masalah yang banyak ditemukan pada saat dilaksanakannya kegiatan KKK dari mulai pendaftaran, validasi, pengelompokan, kegiatan, sampai pada pelaporan maka diusulkan penelitian ini dalam rangka membangun Sistem KKK yang efisien, realtime, teritegritas, obyektif dan online. Dalam rancangan sistem KKK online ini kami menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) dengan tujuan dapat merealisasikan sistem sesuai dengan keinginan dengan waktu yang singkat. Metode RAD ini merupakan model perancangan Hibrid dengan kombinasi metode System Development Life Cycle (SDLC), Prototype, JAD, dan CASE Tool yang melibatkan user dan alat-alat bantu hibrid dalam perancangannya. Pembuatan dan pengembangan sistem KKK dengan metode Rapid Aplication Development (RAD) berhasil dilaksanakan dengan 3 fase pembangunan yaitu: Pendaftaran, Pengelompokan, serta Kegiatan dan penelitian. Pengembangan penelitian ini mampu diselesaikan dengan waktu maksimal 6 bulan per modul/fase nya. Sistem KKK ini mampu memperbantu kegiatan tersebut lebih efisien, realtime, teritegritas, obyektif dan online Community Working Lecture (KKK) is an effort to hone soft skill and student implementation in society according to their own discipline. KKK activities are carried out in relation to the realization and responsibility of higher education institutions in order to participate in the intellectual life of the nation, as implementation and dissemination to the community from various research findings / studies conducted by universities. In practice, this activity has many constraints in terms of cost and time efficiency, realtime information dissemination, integration of related data, objective assessment and also the utilization of internet media. With the many problems / problems encountered during the implementation of KKK activities from registration, validation, grouping, activities, to reporting, it is proposed this research in order to build an efficient, realtime, integrated, objective and online KKK System. In the design of this online KKK system we use Rapid Application Development (RAD) method with the aim to realize the system in accordance with the wishes with a short time. The RAD method is a Hybrid design model with a combination of System Development Life Cycle (SDLC), Prototype, JAD, and CASE Tool methods that involve users and hybrid tools in the design. The development and development of KKK system with Rapid Application Development (RAD) method was successfully implemented with 3 phases of development: Registration, Grouping, and Activity and Research. The development of this research can be completed with a maximum of 6 months per module / phase. This KKK system is able to help these activities more efficiently, realtime, teritegritas, objective and online. 


Author(s):  
Safrian Aswati ◽  
M. Sabir Ramadhan ◽  
Ada Udi Firmansyah ◽  
Khairil Anwar

Proyeksi teknologi informasi saat ini sebagian besar dapat dirasakan dalam bentuk perangkat lunak berupa sistem informasi. Contoh dalam bidang pendidikan banyak perangkat lunak (sistem informasi) yang sudah dimanfaatkan seperti Sistem Informasi Akademik, E-Learning, E-Library yang ada pada Perguruan Tinggi dan Sekolah. Dalam bidang kesehatan seperti Sistem Informasi Rekam Medik, Sistem Informasi Rawat Inap Pasien, Sistem Informasi Stok Obat baik yang secara online maupun offline. Saat melakukan pengembangan sistem informasi ini diperlukan tahapan yang sistematis guna menghasilkan sistem informasi yang baik dan berkualitas serta dapat digunakan oleh user. Salah satu tahapan yang mendasar ada pada System Development Life Cycle (SDLC). SDLC merupakan siklus pengembangan sistem informasi yang popular untuk pengembangan sistem terdiri dari beberapa langkah yaitu 1). Tahap Perencanaan; 2). Tahap Analisis; 3). Tahap Desain; 4). Tahap Implementasi; 5). Tahap Pengujian; 6). Tahap Pemeliharaan. Salah satu pengembangan SDLC yaitu model Rapid Application Development (RAD) yang juga dapat digunakan dalam pengembangan sistem dengan mengutamakan waktu. Waktu pengerjaan dalam RAD relatif singkat sekitar 60-90 hari. Dalam penelitian ini penulis melakukan studi analisis model RAD yang digunakan dalam pengembangan sistem informasi. Penulis mengambil beberapa penelitian sebelumnya yang sudah menggunakan model RAD. Dalam penelitian ini menyimpulkan beberapa kegunaan model RAD dalam pengembangan sistem informasi.


2019 ◽  
Author(s):  
Abdul Majid

Perkembangan teknologi informasi menjadikan proses komunikasi data semakin mudah. Saat ini jaringan merupakan suatu layanan yang sangat dibutuhkan. Masalah yang ada antara lain adalah Otentikasi user, manajemen user hotspot, pengaturan bandwidth, serta adanya penyusup yang tidak diinginkan. Maka perlu pengembangan sistem jaringan yang dapat memberi keamanan otentikasi bagi user dan pengelolaan bandwidth. Pengembangan jaringan berarti menyusun sistem baru dan akan menggantikan sistem lama atau memperbaiki system yang telah ada. Khususnya masalah otentikasi dan bandwidth. Jenis penelitian ini adalah Applied Research dengan pengembangan sistem menggunakan metode NDLC(Network Development Life Cycle). Metode Pengumulan data menggunakan Wawancara, Observasi dan studi kepustakaan. Teknik pengujian validasi menggunakan Focus Group Discussion (FGD) serta pengujian sistem mengadopsi Standar ISO 9126 yaitu functionality, reliability, usability dan efficiency. Penelitian ini menghasilkan sistem keamanan jaringan memiliki kualitas baik dengan prosentase sebesar 82,5% dan memenuhi kebutuhan organisasi di Pondok Pesantren Madinatunnajah.


2020 ◽  
Vol 14 (2) ◽  
pp. 2067-2072
Author(s):  
Sukirman Sukirman ◽  
Rosmiati Rosmiati ◽  
Nur Alamsyah ◽  
Kamal Kamal

Pelayanan Kartu Kuning pada Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar masih terbilang manual karena para pencari kerja masih harus datang ke loket administrasi untuk membuat kartu kuning. Tujuan penelitian ini untuk merancang sistem informasi kartu kuning AK.1 pada Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar untuk memudahkan para pencari kerja dalam pembuatan kartu kuning. Penelitian ini menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) dengan pengembangannya melalui model System Development Life Cycle (SDLC). Hasil penelitian ini adalah pelayanan pembuatan kartu kuning (AK1) akan lebih efektif dan efisien karena pelayanan pembuatan kartu kuning (AK1) dapat dilakukan dimana saja dan kapanpun. Sistem Informasi ini digunakan oleh 3 (tiga) entitas yaitu admin, operator dan pencari kerja. Admin dapat melihat daftar pencari kerja, lowongan pekerjaan, perusahaan yang disertai dengan grafik pengunjung sistem informasi. Untuk operator dan pencari kerja tersedia menu untuk data pencari kerja, data pendidikan, data pengalaman kerja dan data pelatihan. Sistem informasi ini juga disertai dengan pencetakan kartu kuning (AK 1) dan menu perpanjangan masa kartu kuning (AK1). Dengan adanya sistem informasi ini, pencari kerja cukup mengisi form data diri dan data pengalaman kerja dan dapat dilakukan di rumah menggunakan laptop atau smartphone dan jaringan internet. Sistem informasi ini harus memverifikasi  akun pencari kerja  karena penyimpanan databasenya secara online sehingga membuat pegawai bekerja dengan lebih mudah dan lebih cepat.


2016 ◽  
Vol 7 (2) ◽  
pp. 635 ◽  
Author(s):  
Rikaro Ramadi

Perkembangan teknologi dan komunikasi yang semakin cepat menuntut manusia untuk bertindak semakin cepat dengan memperhatikan efisiensi dan efektifitas. PT. Astrido Jaya Mobilindo sebagai perusahaan yang bergerak di bidang otomotif kususnya penjualan dan sevices mobil. Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah membangun sistem informasi Knowledge Management System yang di gunakan untuk menyimpan dan memanfaatkan knowledge yang dimiliki karyawan sehingga mempermudah karyawan untuk menemukan solusi dari masalah yang di hadapi. Untuk metode pengumpulan data peneliti melakukan dengan cara observasi langsung, studi pustaka, dan wawancara. Knowledge management dilakukan dengan penciptaan pengetahuan, berbagi pengetahuan dan penerapan pengetahuan. Penciptaan pengetahuan dilakukan dengan model SECI (sosialization, externalization, combination dan internalization). Metode pengembangan system dengan Rapid Application Development (RAD) dan dimodelkan dengan menggunakan sistem analisis menggunakan Unified Modelling Language (UML). Pengujian validasi menggunakan Focus Group Discussion (FGD). Kualitas perangkat lunak yang dihasilkan di uji berdasarkan empat karakteristik kualitas perangkat lunak model ISO 9126, yaitu: functionality, reliability, usability, dan efficiency dengan menggunakan metode kuesioner. Teknik pengujian perangkat lunak dengan menggunakan software Acunetix dan Blackbox Testing. Hasil dari penilitian ini adalah menujukan bahwa penerapan knowledge management system adalah solusi dari permasalahan yang ada. Kata kunci: knowledge management system, SECI, RAD, UML, FGD, ISO 9126.


2021 ◽  
Vol 12 (1) ◽  
pp. 81-89
Author(s):  
Kardoyo Kardoyo ◽  
Nina Farliana ◽  
Muhammad Feriady

Permasalahan yang dihadapi mitra adalah: rendahnya harga produk pertanian dan perkebunan, minimnya pengetahuan sistem pemasaran yang dimiliki narapidana, minimnya sarana dan prasarana dalam pengembangan keterampilan berbisnis, kurangnya kepercayaan diri narapidana, karena takut akan tidak terima kembali di tengah-tengah masyarakat pasca bebas dari lembaga permasyarakatan, kurangnya kesiapan dalam perencanaan hidup menghadapi masa akhir tahanan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: memberdayakan narapidana lembaga permasyarakatan terbuka kelas II B Kendal melalui pelatihan e-commerce berbasis web content management system, memberikan kontribusi positif untuk meningkatkan sistem penjualan produk hasil pertanian dan perkebunan. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan sistem pemasaran melalui e-commerce berbasis web content management system, yang dilakukan dengan metode workshop dan focus group discussion (FGD) serta pelatihan yang menghasilkan keterampilan. Hasil kegiatan pengabdian dimulai dari pemetaan kebutuhan yang menghasilkan memorandum of agreement (MoA) untuk melakukan kegiatan pembekalan dan pengembangan diri bagi warga binaan dan pegawai atau pengelola lembaga permasyarakatan. Di kegiatan FGD dan workshop dipaparkan tentang diversifikasi bahan pangan dari bahan baku umbi-umbian dan bahan baku hasil pertambangan serta penggunaan media digital untuk pengembangan bisnis serta strategi digital marketing. Di tahap pendampingan pasca workshop, dilakukan pemantauan pengelolaan website dan instragram. Pengabdian ini dikatakan berhasil karena mampu meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan pemasaran warga binaan dan pegawai lapas.


2017 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 65
Author(s):  
Yuni Sugiarti ◽  
Nia Kumaladewi

This study aims to design a system of teaching materials to improve teacher competence, especially pedagogical competence and professional competence through knowledge management system (KMS). The method used is research and development. System development method using rapid application development (RAD). The study was conducted on MTS teachers in South Tangerang city. KMS can be used as a means of sharing teaching materials between teachers. Where each teacher has a personal account and the teacher can upload and upload learning materials to the website, upload test questions, exam questions, vary the exam questions that will be issued during the exam, and discuss in forums with other teachers. The result of this research is to design and build web teaching material system as learning resource to improve pedagogic competence and professional competence of Mts. SeTangerang Selatan teachers. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk merancang suatu sistem bahan ajar dan meningkatkan kompetensi guru, khususnya kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional melalui sistem manajemen pengetahuan (KMS). Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan. Metode pengembangan sistem menggunakan rapid application development (RAD). Penelitian dilakukan pada guru MTS di Kota Tangerang Selatan. KMS bisa dijadikan sarana berbagi bahan ajar antarguru. Setiap guru memiliki akun pribadi dan guru dapat mengunggah materi pembelajaran ke situs web, mengunggah pertanyaan tes, soal ujian, memvariasikan soal ujian yang akan dikeluarkan selama ujian, dan berdiskusi di forum dengan guru lainnya. Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini adalah merancang dan membangun sistem pengajaran web sebagai sumber belajar untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional Mts. Guru se-Tangerang Selatan.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document