scholarly journals PERANCANGAN MODEL ENTERPRISE ARCHITECTURE MENGGUNAKAN TOGAF ADM VERSI 9.2 PADA APLIKASI LAYANAN ONLINE PELANGGAN (Studi Kasus: PT. PLN Persero Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat)

2020 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
Author(s):  
Indah Zulfah Alqadrie , Ilhamsyah , Nurul Mutiah

Penggunaan aplikasi layanan pelanggan PT. PLN yang dapat diakses pelanggan dengan mudah dan cepat memiliki fitur-fitur yang dapat membantu dalam mengatasi masalah tenaga listrik. Untuk dapat meningkatkan penggunaan aplikasi layanan pelanggan itu perlu adanya perancangan enterprise architecture yang dapat mengintegrasikan bisnis dan teknologi informasi. Permasalahan yang ada pada aplikasi layanan online pelanggan belum terdapat fitur pelacakan pengaduan listrik yang dapat diakses pelanggan didalam aplikasi dan penggunaan teknologi big data agar proses bisnis dan teknologi informasi dapat selaras sesuai dengan tujuan dalam perancangan enterprise architecture. Dalam perancangan enterprise architecture terlebih dahulu menentukan visi arsitektur yang akan dibuat pada perancangan baseline dan target architecture. Setelah dibuat rancangan baseline dan target architecture kemudian dilakukan analisis gap di fase business architecture sampai dengan technology architecture. Setelah semua rancangan setiap fase dibuat, kemudian dilakukan pengujian kualitas rancangan enterprise architecture menggunakan metode enterprise architecture scorecard dengan memberikan kuesioner berupa pertanyaan-pertanyaan. Hasil pengujian dilakukan kepada Manager dan Asisten Manager Operasional Sistem dan Teknologi Informasi PT PLN. Dari hasil pengujian enterprise architecture mendapat nilai rata-rata 63,34% berdasarkan perhitungan kuesioner menggunakan enterprise architecture scorecard. Hasil dari perancangan tersebut dapat terus ditingkat dengan melengkapi komponen yang kurang dalam melakukan perancangan enterprise architecture.

2021 ◽  
Vol 8 (4) ◽  
pp. 2019-2029
Author(s):  
Syifa Aria Salsabila

PT XYZ merupakan perusahaan yang menawarkan audit pihak ketiga untuk menyediakan jasa sertifikasi sumberdaya alam dan lingkungan. Dalam menjalankan perusahaannya, PT XYZ memiliki layanan utama pada fungsi sertifikasi yaitu Audit Sertifikasi dan Penerbitan Dokumen Legalitas. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, PT XYZ memiliki beberapa kendala dan membutuhkan strategi teknologi informasi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahannya. Pertukaran data yang belum efektif merupakan salah satu kendala yang terjadi di fungsi sertifikasi yang menyebabkan munculnya keluhan pelanggan terhadap kecepatan layanan. Dalam penelitian ini akan membahas perancangan Enterprise Architecture sebagai strategi dalam optimalisasi proses dan teknologi menggunakan TOGAF ADM. Perancangan tersebut dimulai dari preliminary phase, architecture vision, business architecture, data architecture, application architecture, technology architecture, opportunities and solution, dan migration planning. Dengan blueprint dan IT Roadmap sebagai hasil akhir dari penelitian ini, diharapkan akan membantu PT XYZ dalam menyelesaikan permasalahannya segaligus menjadi strategi dalam optimalisasi proses dan teknologi yang tepat.


2017 ◽  
Vol 4 (01) ◽  
Author(s):  
Dewi Rahmayanti ◽  
Rachmadita Andreswari ◽  
Ridha Hanafi

Direktorat Metrologi merupakan instansi pemerintahan yang bergerak dibidang pelayanan masyarakat dalam melakukan pengujian alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP). Dalam melaksanakan tugas pokok yang tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Permendagri) nomor 8/M-DAG/PER/2/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Perdagangan. Terdapat salah satu aktivitas utama yang dilakukan, yaitu program pasar tertib ukur yang bertujuan untuk meningkatkan citra pasar tradisional melalui kebenaran hasil pengukuran pada pelayanan perizinan dan non-perizinan. Hal ini dapat dicapai dengan adanya teknologi informasi yang digunakan Direktorat Metrologi melalui sistem informasi Pelayanan Satu Pintu (PSP) yang digunakan untuk pengelolaan data penerimaan layanan kemetrologian. Namun dalam sistem informasi yang ada saat ini belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan pada aktivitas bisnis yang dilakukan, sehingga sebagian aktivitas harus dilakukan secara manual. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan menyelaraskan antara aspek bisnis dengan aspek teknologi informasi, maka dibuat perancangan enterprise architecture dengan metode TOGAF ADM framework. The Open Group Architecture Framework (TOGAF) terdiri dari beberapa fase yang dijadikan guidelines dalam melakukan perancangan enterprise architecture, yaitu preliminary phase, architecture vision, business architecture, information system architecture, dan technology architecture. Dalam penelitian ini akan dibahas strategi bisnis dan infrastruktur Direktorat Metrologi khususnya fungsi kepegawaian dan keuangan. Dengan menggunakan framework TOGAF ADM dapat menghasilkan architecture blueprint sebagai bahan untuk menyusun IT master plan Direktorat Metrologi.


2017 ◽  
Vol 4 (02) ◽  
Author(s):  
Gita Desca Purnama ◽  
Yuli Adam Prasetyo ◽  
Rahmat Mulyana

Universitas Telkom atau yang biasa disebut Tel-U merupakan perguruan tinggi swasta yang bergerak dibidang teknologi informasi dan komunikasi, manajemen dan industri kreatif. Saat ini penyedia lulusan infokom berasal dari perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta, termasuk Tel-U. Jumlah lulusan Tel-U sampai saat ini telah mencapai 25.856 orang sejak tahun 1990. Untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa tingkat akhir dan lulusan, Tel-U didukung oleh Direktorat Pusat Pengembangan Karir yang berada dibawah koordinasi Wakil Rektor III bidang Admisi dan Pengembangan Karier. Peran teknologi informasi cukup penting dalam mendukung kegiatan yang berada pada Direktorat Pusat Pengembangan Karier. Untuk dapat memanfaatkan peran teknologi secara maksimal sehingga dapat selaras dengan bisnis yang dijalankan, maka diperlukan perancangan Enterprise Architecture yang sesuai pada fungsi bisnis pengembangan karier Tel-U. Terdapat framework yang dapat dijadikan acuan dalam melakukan perancangan Enterprise Architecture, yakni TOGAF ADM. Perancangan Enterprise Architecture yang dilakukan pada penelitian ini akan meliputi fase Preliminary, Architecture Vision, Business Architecture, Data Architecture, Technology Architecture, Opportunities and Solutions dan Migration Planning. Hasil dari perancangan Enterprise Architecture ini berupa artefak-artefak TOGAF ADM dan rekomendasi pengembangan TI dalam bentuk IT Roadmap. Dari hasil perancangan yang telah dibuat diharapkan dapat menjadi pedoman dalam pengembangan teknologi informasi pada Universitas Telkom khususnya pada fungsi pengembangan karier.


2018 ◽  
Vol 13 (1) ◽  
pp. 28-35
Author(s):  
Mokhamad Wahidin

PT. XYZ is a manufacturing company engaged in the production of tires. Good business strategy is necessary for the company to compete with local competitors as well as with other companies in the group XYZ. Business strategy is also needed in order to achieve its goal in providing the best services for customers. Support the implementation of information systems and information technology is needed to support the company's business strategy. Planning of the Enterprise Architecture is necessary for the company to run its business processes. Enterprise architecture is composed of the Business Architecture, Data Architecture, Application Architecture and Technology Architecture. Business processes and organizational activities executed using the data collected, managed, secured and distributed using applications, both custom applications and common applications that run over the technology infrastructure and computer networks. The research report in this thesis discusses about planning the Enterprise Architecture of Manufacturing Information System Architecture Based Cloud Computing using TOGAF, a case study in PT.XYZ. In planning this architecture using the TOGAF-ADM to pass the following stages: Defining planning the Architecture Vision, Planning the Business Architecture, Planning the Information System Architecture, Planning the Technology Architecture, Solutions and Opportunities, Migration Planning, Implementation Management, and Change Management Architecture. The research process is done by looking at the business strategy on the manufacturing process and products distribution from PT. XYZ. The results of this study are planning the enterprise architecture of manufacturing information system at PT. XYZ to support the implementation of enterprise information systems as a whole, to solve the integration problems of information systems, and improve effectiveness and efficiency in the implementation of information technology infrastructure.


Author(s):  
Monica Nehemia ◽  
Tandokazi Zondani

Big data has gained popularity in recent years, with increased interest from both public and private organisations including academics. The automation of business processes led to the proliferation of different types of data at various speeds through information systems. Big data is generated at a high rate from multiple sources that can become complex to manage with challenges to collect, manipulate, and store data with traditional IS/IT. Big data has been associated with technical non-technical challenges. Due to these challenges, organisations deploy enterprise architecture as an approach to holistically manage and mitigate challenges associated with business and technology. An exploratory study was done to determine how EA could be used to manage big data in healthcare facilities. This study employs the interpretive approach with documentation as the analysis. Findings were governance, internal and external big data sources, information technology infrastructure development, and big data skills. Through the different EA domains, big data challenges could be mitigated.


Author(s):  
R. Sliva

This chapter provides specific guidance for enterprise architects who are part of a small team in a federated organization. Architects in that situation may be compelled to drastically limit the scope of their program. This chapter offers architects several actions they can take to perform current architecture, target architecture, and architecture governance as part of a wider-scoped program. Emphasis is placed on using an architecture repository tool, focusing on open standards, planning for shared business services, supporting a governance process, and building trust relationships within and between the organization’s departments.


Teknika ◽  
2020 ◽  
Vol 9 (1) ◽  
pp. 1-8 ◽  
Author(s):  
Faisal Thaib ◽  
Andi Rahardjo Emanuel

Dalam menciptakan keselarasan dan sinergitas bisnis dengan teknologi informasi untuk kebutuhan organisasi merupakan salah satu tujuan untuk pengembangan organisasi. Penerapan model Enterprise Architecture (EA) pada organisasi adalah untuk membuat perencanaan, perancangan dan strategi arsitektur bisnis organisasi. Model Enterprise Architecture (EA) sangat penting diterapkan pada organisasi/perusahan karena prosesnya berlanjut hingga pada tahapan implementasi. Oleh karena itu dalam penelitian ini, penulis akan membuat perancangan arsitektur enterprise teknologi informasi (TI) pada salah satu lembaga Pendidikan Tinggi di Provinsi Maluku Utara, Universitas Pasifik (UNIPAS) Morotai, untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Dalam penelitian ini akan menggunakan pendekatan metode TOGAF ADM. Kerangka kerja arsitektur ini dapat dijadikan sebagai metode atau acuan oleh Perguruan Tinggi (PT) dalam membuat perancangan Enterprise Architecture (EA), untuk menghasilkan sebuah cetak biru (blue print) arsitektur sistem informasi dengan berdasarkan prioritas kebutuhan organisasi, sehingga dalam proses implementasi lebih terukur dan sistematis untuk mencapai tujuan strategis organisasi.


Author(s):  
Meidiani Juwita Rachmawati ◽  
Asti Amalia Nur Fajrillah

Pada era – digital ini, perkembangan teknologi informasi menjadikan TI sebagai cara bagi perusahaan untuk mencapai tujuannya. Tidak hanya membantu dalam proses pekerjaan namun juga dapat menjadi solusi dari sebuah permasalahan dan strategi bagi perusahaan. Dalam proses pengimplementasian TI, diperlukan perancangan dengan analisis yang mendalam sesuai dengan kondisi perusahaan. Hal ini bertujuan agar TI yang diterapkan dapat menjadi solusi, strategi, efektif dan efisien bagi perusahaan. Perkembangan TI ini juga mendorong perusahaan tipe manufaktur untuk terus berkembang. Pada salah satu perusahaan manufaktur di Bandung khususnya pada Fungsi Pengelolaan Fasilitas, mengalami kendala yaitu pada kontrol aset dan kebutuhan aplikasi. Hal ini menjadi pendorong perusahaan manufaktur tersebut untuk mengembangkan TI pada perusahaannya. Salah satu tools untuk menciptakan teknologi informasi yang sejalan dengan tujuan bisnis adalah dengan menggunakan Enterprise Architecture (EA). Melalui EA dapat memaksimalkan investasi penggunaan TI pada suatu organisasi. Pada penelitian ini, perancangan EA menggunakan framework The Open Group Architecture Framework (TOGAF ADM). Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur di Bandung dan berfokus mulai dari fase preliminary hingga fase business architecture, pada fungsi pengelolaan fasilitas dan menggunakan framework TOGAF ADM. Penelitian ini menggunakan metode descriptive dan bertujuan untuk memberikan perancangan arsitektur bisnis sebagai solusi pada fungsi pengelolaan fasilitas untuk mengoptimalkan proses bisnisnya dan dengan menggunakan TI.


2020 ◽  
Vol 7 (3) ◽  
pp. 647-655
Author(s):  
Lathifah Lathifah

 Enterprise architecture sangat diperlukan oleh semua organisasi salah satunya yaitu universitas, universitas memiliki banyak sektor bisnis didalamnya  salah satunya yaitu pada sistem penerimaan mahasiswa baru. Sistem penerimaan mahasiswa baru yang dimiliki oleh universitas X Palembang memiliki beberapa kendala dalam mengelolanya. Apakah dengan diterapkannya proses enterprise architecture  proses bisnis yang ada bisa terintegrasi dengan baik? Metodologi penilaian penerapan tersebut menggunakan TOGAF yang mengacu pada proses architecture business, architecture data, architecture application, dan architecture technology. Hasil penerapan yang didapat dari nilai tersebut yaitu memiliki nilai rata-rata 2,23% dengan kata lain penerapan enterprise architecture pada Universitas X Palembang telah digunakan dengan baik pada sistem penerimaan mahasiswa baru sehingga dapat berjalan dan terintegrasi menjadi satu, serta bisa dijadikan referensi dalam menerapkan enterprise architecture berikutnya pada sistem-sistem yang lain di universitas x. Adapun masalah yang muncul yaitu data pada penerimaan mahasiswa baru belum dikelola dengan baik dokumentasinya, sehingga Universitas X Palembang mengalami kesulitan dalam mengelolanya.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document