scholarly journals Bioaccumulation study of acrylates in algae (Chlorella kessleri) by Py-GC and Py-GC/MS

2005 ◽  
Vol 3 (3) ◽  
pp. 570-582 ◽  
Author(s):  
Ladislav Halás ◽  
Andrej Oriňák ◽  
Abubaker Sharif ◽  
Monika Ádámová ◽  
Juraj Ladomerský

AbstractAcrylate monomers methylmethacrylate (MMA) and cyclohexylmethacrylate (CHMA) bioaccumulation has been determined in aquatic organism, algae (Chlorella kessleri). Algae were collected in amount of 0.4 mg and directly injected to the pyrolytical cell. In algae bodies accumulated monomers were analysed by pyrolysis gas chromatography (Py-GC) and pyrolysis gas chromatography coupled with mass spectrometry (Py-GC/MS). Traces of the accumulated monomers in algae body can be determined after 1-, 2-, 3-weeks of incubation. Maximum content of MMA was determined after 3-week of experiment, contrariwise in the case of CHMA after 2-week exposition. Relationship with pyrolysis temperature has also been studied.

2008 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
Author(s):  
Markus Heryanto Langsa

<p>Penelitian ini bertujuan untuk menentukan senyawa organik khususnya organic karbon terlarut (DOC) dari dua spesies daun tumbuhan (<em>wandoo eucalyptus </em>and <em>pinus radiate, conifer</em>) yang larut dalam air selama periode 5 bulan leaching eksperimen. Kecepatan melarutnya senyawa organic ditentukan secara kuantitatif dan kualitatif menggunakan kombinasi dari beberapa teknik diantaranya Total Organic Carbon (TOC) analyser, Ultraviolet-Visible (UV-VIS) spektrokopi dan pyrolysis-gas chromatography-mass spectrometry (Py-GC-MS).</p><p>Hasil analisis DOC dan UV menunjukkan peningkatan yang tajam dari kelarutan senyawa organic di awal periode pengamatan yang selanjutnya berkurang seiring dengan waktu secara eksponensial. Jumlah relatif senyawa organic yang terlarut tergantung pada luas permukaan, aktifitas mikrobiologi dan jenis sampel tumbuhan (segar atau kering) yang digunakan. Fluktuasi profil DOC dan UV<sub>254</sub> disebabkan oleh aktifitas mikrobiologi. Diperoleh bahwa daun kering lebih mudah terdegradasi menghasilkan senyawa organic dalam air dibandingkan dengan daun segar. Hasil pyrolysis secara umum menunjukkan bahwa senyawa hidrokarbon aromatic dan fenol (dan turunannya) lebih banyak ditemukan pada residue sampel setelah proses leaching kemungkinan karena adanya senyawa lignin atau aktifitas humifikasi mikrobiologi membuktikan bahwa senyawa-senyawa tersebut merupakan komponen penting dalam proses karakterisasi DOC.</p>


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document