PERBANDINGAN BUERGER ALLEN EXERCISE DENGAN FOOT SPA DIABETIC TERHADAP NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II

2020 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 86
Author(s):  
Iksan Ibrahim ◽  
Yani Sofiani ◽  
Diana Irawati
2018 ◽  
Vol 4 (1) ◽  
Author(s):  
Supriyadi . ◽  
Nurul Makiyah ◽  
Novita Kurnia Sari

<p><em>Buerger Allen Exercise</em> mampu meningkatkan pemakaian glukosa oleh otot yang aktif sehingga glukosa dalam darah dapat menurun, dapat membantu mencegah terjadinya penyakit arteri perifer, serta meningkatkan aliran darah ke arteri dan berefek positif pada metabolisme glukosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai <em>ankle brachial index</em>pada penderita diabetes melitus tipe 2setelah melakukan <em>Buerger Allen exercise</em>. Jenis penelitian ini adalah <em>quasy-experiment </em>dengan<em> pre-post test design with control group</em><em>.</em> Jumlah sampel 60 penderita diabetes melitus tipe 2 dengan <em>purposive sampling</em>, dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Responden kelompok perlakuan diberikan intervensi <em>Buerger Allen exercise</em> sebanyak 12 kali  selama 15 hari.Penelitian dilakukan di wilayah Puskesmas Kecamatan Nganjuk.Data hasilpengukuran nilai <em>ankle brachial index</em>berupa ratio dan diuji statistik dengan <em>Paired Samples Test</em>. Didapatkan <em>p value</em> 0.001 untuk kelompok perlakuan (<em>p value</em>&lt; 0.05) yang menunjukkan bahwa adanya perubahan bermakna secara statistik nilai <em>ankle brachial index</em> sesudah melakukan <em>Buerger Allen exercise</em>. Dapat disimpulkan bahwa nilai <em>ankle brachial index</em>pada penderita diabetes melitus tipe 2 meningkat sesudah melakukan <em>Buerger Allen exercise</em>.</p><p> </p><p> <strong>Kata kunci :penderita diabetes melitus tipe2, <em>Buerger Allen Exercise, Ankle brachial index</em></strong></p><p> </p>


2019 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 8
Author(s):  
Ika Nur Pratiwi ◽  
Lailatun Ni'mah ◽  
Ika Yuni Widyawati ◽  
Lingga Curnia Dwi

Pendahuluan: Salah satu komplikasi penyakit diabetes melitus (DM) yang sering dijumpai adalah kaki diabetik (diabetic foot), yang dapat ber- manifestasikan sebagai ulkus, infeksi dan gangren dan artropati Charcot. Ada dua tindakan dalam prinsip dasar pengelolaan diabetic foot yaitu tindakan pencegahan dan tindakan rehabilitasi. Tindakan pencegahan meliputi edukasi perawatan kaki, sepatu diabetes dan senam kaki (Yudhi, 2009). Fake (Foot and Ankle Exercises) atau dikenal juga dengan senam kaki merupakan latihan yang dilakukan bagi penderita DM atau bukan penderita untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian kaki (Soebagio, 2011). Melakukan perawatan kaki secara teratur dapat mengurangi penyakit kaki diabetik sebesar 50-60%. Untuk meningkatkan vaskularisasi perawatan kaki dapat juga dilakukan dengan gerakan-gerakan kaki yang dikenal sebagai senam kaki diabetes (Black & Hawks, 2009; Smeltzer et al., 2010; Lewis et al., 2011). Puskesmas Klampis Ngasem memiliki jumlah kunjungan pasien dengan diabetes mellitus yang cukup tinggi di Surabaya. Berdasarakan data dari Puskesmas Klampis Ngasem dalam kurun waktu Januari-September 2017 jumlah kunjungan pasien dengan DM mencapai 2219 kasus.Metode: Wilayah Kerja Puskesmas yang akan menjadi tempat pengabdian masyarakat ini adalah Puskesmas Klampis Ngasem Surabaya. Metode yang digunakan melalui pendidikan dan pelatihan senam kaki “Fake” (Foot and Ankle Exercises) sebagai upaya pencegahan terhadap komplikasi pada kaki penderita Diabetes Mellitus Di Puskesmas Klampis Ngasem Surabaya sebanyak 30 orang pasien dengan DM. Peserta pengmas akan dilakukan kegiatan pre-test dan post-test dengan mengisi kuesioner pengetahuan dan kemampuan perawatan kaki pada penderita diabetes serta dilakukan pengukuran sirkulasi darah sebelum dan sesudah kegiatan menggunakan tensimeter di lengan dan kaki hingga diperoleh tekanan sistolik lengan dan kaki untuk pemeriksaan ankle brachial index (ABI).Hasil: Evaluasi Akhir Program Pengabdian Kepada Masyarakat diperoleh bahwa pengetahuan penderita DM terhadap perawatan kaki yang menunjukkan peningkatan nilai rerata post test menjadi 70 dari nilai rerata pada pre test 49 terhadap 30 peserta DM. Sementara itu, didapatkan 18 orang memiliki skor ABI dengan interpretasi borderline perfusion (0,6-0,8) dan sisanya berada dalam rentang normal. Sedangkan setelah dilakukan latihan jasmani berupa senam kaki didapatkan 6 orang masih memiliki skor ABI rentang 0,6-0,8 dengan interpretasi borderline perfusion dan 24 orang berada dalam rentang normal dengan skor ABI 0,9-1,3. Kesimpulan: Diharapkan informasi yang telah disampaikan dalam modul dapat dijadikan panduan dalam memantau penatalaksanaan perawatan kaki pada diabetes mellitus serta Kegiatan senam kaki ini dapat dilakukan secara teratur dirumah dan gerakannya disesuaikan dengan kemampuan tubuh.


2020 ◽  
Vol 8 (4) ◽  
Author(s):  
Tessa Olivia ◽  
Pramana Khalilul Harmi ◽  
Fera Liza

AbstrakDiabetes Melitus dapat menyebabkan komplikasi pada berbagai sistem tubuh. Komplikasi diabetes melitus adalah gangguan vaskuler perifer yang menyebabkan perubahan pada dinding pembuluh darah yang di tandai dengan penurunan Ankle Brachial Index (ABI). Salah satu terapi komplementer yang dapat mengurangi komplikasi pada pasien Diabetes Melitus adalah terapi akupresur. Tujuan: Mengetahui pengaruh akupresur terhadap Ankle Brachial Index (ABI) pada pasien Diabetes Melitus tipe II di Kelurahan Surau Gadang Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Padang. Metode: Penelitian ini merupakan quasy ekxperimen dengan pre and post test group with control. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 68 responden, terdiri dari 34 responden sebagai kelompok intervensi yang diberikan akupresur sebanyak 3 kali dalam seminggu selama 4 minggu dan 34 reponden sebagai kelompok control. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Wilcoxon Rank Test. Hasil: Rerata ABI pada kelompok intervensi sebelum diberikan intervensi 0,846 dan meningkat setelah di berikan intervensi 0,923. Hasil pretest dan postest rerata ABI pada kelompok kontrol 0,846. Adanya pengaruh significant secara statistik dalam pengukuran ABI antara kedua kelompok (p < 0,05). Simpulan: Terdapat perubahan nilai ABI pada pasein Diabetes Melitus tipe II setelah di berikan akupresur. 


2020 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 59-64
Author(s):  
NENGKE PUSPITA SARI ◽  
DENO HARMANTO

Pendahuluan: Diabetes mellitus suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia menimbulkan berbagai komplikasi akut serta kronik1. Salah satunya adalah penyakit arteri perifer (PAP). Pemeriksaan ankle brachial index (ABI) dengan teratur dapat mendeteksi dini adanya PAP. Sebanyak 85% diabetesi merupakan penderita diabetes mellitus tipe22. Relaksasi Otot Progresif adalah metode yang mampu memperlancar aliaran darah. Metode: Jenis penelitian ini adalah quasy eksperiment dengan pendekatan one group pre-post test. Sebanyak 10 responden terlibat dalam penelitian ini. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data informasi responden dikumpulkan melalui proses wawancara dan observasi. Sedangkan untuk mengetahui kadar gula darah dan ankle bracial Indeks diakukan pengecekan. Data dianalisis dengan metode uji t-dependent dengan α=0,05. Hasil dan Pembahasan: Terdapat perbedaan yang signifikan nilai kadar gula darah sebelum dan setelah dilakukan tindakan (pvalue 0,000). Sedangkan nilai ABI tidak memiliki perbedaan yang signifikan baik sebelum dan setelah tindakan (0,187) Kesimpulan: teknik relaksasi otot progresif efektif dalam menurunkan kadar gula darah, namun tidak dapat meningkatkan nilai ABI namun salah satu intervensi keperawatan mandiri.


2019 ◽  
Vol 6 (2) ◽  
pp. 92-99
Author(s):  
Diyah Fatmasari ◽  
Rastia Ningsih ◽  
Tri Johan Agus Yuswanto

Latar belakang: Diabetes melitus tipe II merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan kematian dan memiliki risiko tinggi terjadi komplikasi. Penatalaksanaan empat pilar diabetes tipe II meliputi edukasi, terapi gizi medis, latihan jasmani dan intervensi non  farmakologi. Salah satu penanganan non-farmakologi yang sering dilakukan adalah   Diabetic Self Management Education (DSME) dan senam kaki diabetik, tetapi kombinasi keduanya belum pernah di teliti. Gabungan beberapa terapi disebut terapi kombinasi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kombinasi DSME dan senam kaki terhadap Ankle Brachial Index (ABI) pada penderita diabetes tipe II. Metode: Desain penelitian adalah penelitian Experimental dengan rancangan pretest-posttest control group design. Kelompok intervensi di beri terapi kombinasi DSME dengan senam kaki dan kelompok kontrol dengan pemberian Range of Motion (ROM). Teknik sampling non-probability dengan metode consecutive sampling dengan  48 responden yang terbagi dalam 2 kelompok. Hasil Rerata ABI kelompok Intervensi dan Kontrol sebelum perlakuan adalah 0,84 mmHg dan 0,82 mmHg, sedangkan setelah perlakuan adalah 1,09 mmHg dan 0,89 mmHg. Uji independent t test menunjukkan nilai p value 0,000 berarti ada perbedaan rerata selisih ABI kedua kelompok. Kesimpulan kombinasi Diabetic Self Management Education (DSME) dengan senam kaki efektif dalam peningkatan Ankle Brachial Index (ABI) pada penderita diabetes tipe II. Kata kunci : Diabetes Melitus, Diabetic Self Management Education (DSME), senam kaki diabetik, Ankle Brachial Index.   COMBINATION THERAPY OF DIABETIC SELF MANAGEMENT EDUCATION (DSME) WITH DIABETIC FOOT EXERCISE TOWARDS ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI) ON PATIENTS DIABETIC TYPE II Background: Type II diabetes mellitus is a non-infectious disease which cause death and have a high risk complications. Management of 4 pillars of type II diabetes includes education, medical nutrition therapy, physical exercise and non pharmacological interventions. One of the non-pharmacological treatments is the combination of Diabetic Self Management Education (DSME) and diabetic foot exercises. Study aims is to determine  effect of a combination of Diabetic Self Management Education (DSME) with diabetic foot exercises on Ankle Brachial Index (ABI) in type II diabetics patients. Method: Research design  was Quasy Experimental with pretest-posttest control group design. Intervention group was 24 patients type II diabetic with therapy combination of DSME and foot exercises, the control group was given  Range of Motion (ROM) as therapy. Results: Mean of ABI intervention and control group before treatment are 0.84 mmHg and 0.82 mmHg, while after treatment are 1.09 mmHg and 0,89 mmHg  Independent t test shows p value 0.000, that there is a differences of mean of ABI both group. It can be concluded that combination of DSME with foot exercises is effective to increase  Ankle Brachial Index (ABI) at patients type II diabetics. Keywords: Diabetes Melitus, Diabetic Self Management Education (DSME), diabetic foot exercises, Ankle Brachial Index.  


2019 ◽  
Vol 6 (2) ◽  
pp. 100
Author(s):  
Em Yunir ◽  
Dekta Filantropi Esa ◽  
Adelia Nova Prahasary ◽  
Dicky Levenus Tahapary

Peripheral arterial disease (PAD) merupakan salah satu komplikasi makrovaskular diabetes melitus tipe 2 (DMT2) yang dikaitkan dengan peningkatan risiko mortalitas kardiovaskular. Pemeriksaan ankle-brachial index (ABI) merupakan salah satu pemeriksaan yang sederhana dan mudah dilakukan untuk menegakkan diagnosis PAD. Oleh karena itu, penulis ingin mengetahui tingkat mortalitas kardiovaskular pasien DMT2 dengan PAD. Dari hasil penelusuran literatur, didapatkan tujuh literatur. Studi Bundo dkk melaporkan hasil HR 2,45 (interval kepercayaan [IK] 95%: 0,84-7,17). Studi Mostaza dkk melaporkan hasil HR 1,64 (IK 95%: 0,64-4,49). Studi Aboyans dkk melaporkan hasil HR 2,21 (IK 95%: 1,16-4,22). Studi Mohammedi dkk melaporkan hasil HR 1,35 (IK 95%: 1,15-1,60). Studi Quiles dkk melaporkan hasil HR 6,61 (IK 95%: 2,47-17,72). Studi Mueller dkk melaporkan hasil  RR 3,53 (IK 95%: 1,80-6,91). Studi lanjutan Mueller dkk melaporkan hasil  RR 4,06 (IK 95%: 2,67-6,18). Dari hasil studi tersebut, dapat disimpulkan bahwa pasien DMT2 yang disertai dengan PAD akan meningkatkan mortalitas kardiovaskular, serta nilai ABI dapat digunakan sebagai instrumen stratifikasi independen mortalitas kardiovaskularKata Kunci:Ankle brachial index, diabetes melitus tipe 2, mortalitas kardiovaskular, penyakit arteri perifer Peripheral Arterial disease and Cardiovascular Mortality in Type-2 Diabetes MellitusPeripheral arterial disease (PAD) is one of the macrovascular complications of type 2 diabetes mellitus (T2DM), which increases the risk of cardiovascular mortality. Ankle-brachial index (ABI) is one of the simple and widely available tool to diagnose PAD. The authors aim to find out the cardiovascular mortality in T2DM patient with PAD. Bundo et al. study found HR 2.45 (95% CI: 0.84 to 7.17). Mostaza et al. study reported HR 1.64 (95% CI: 0.64 to 4.49). Aboyans et al. study declared HR 2.21 (95% CI: 1.16 to 4.22). Mohammedi K et al. claimed HR 1.35 (95% CI: 1.15 to 1.60). Quiles et al. found HR 6.61 (95% CI: 2.47 to 17.72). Mueller et al. study reported  RR 3,53 (95% CI: 1.80 to 6.91). Mueller et al. study reported  RR 4,06 ( 95% CI: 2.67 to 6.18).  In conclusion, the mortality risk in T2DM patients with PAD is higher compared to those without PAD. Moreover, an ankle-brachial index can be used as an independent stratification tool to predict the risk of cardiovascular mortality


2020 ◽  
Vol 9 (1) ◽  
pp. 45-53
Author(s):  
Ida Yatun Khomsah ◽  
Yani Sofiani ◽  
Diana Irawati

Neuropati merupakan salah satu komplikasi kronis yang terjadi pada pasien Diabetes Melitus. Kondisi hiperglikemia yang tidak dikelola dengan baik dalam waktu yang cukup lama membuat pasien Diabetes Melitus rentan terhadap komplikasi kronis yang menyebabkan angka morbiditas cukup tinggi. Home Exercise menjadi salah satu intervensi yang dapat mencegah terjadinya gangguan vaskularisasi perifer pada pasien Diabetes Melitus. Penelitin ini bertujuan untuk mengidentifikasi Efektivitas Home Exercise Terhadap Nilai Ankle Brachial Index (ABI) dan Skor Sensitivitas Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Desain penelitian dengan rancangan quasi eksperiment pre dan post test design with control group dengan 18 responden kelompok intervensi yang diberikan intervensi Home Exercise dan 18 responden kelompok kontrol yang tidak diberikan intervensi Home Exercise. Hasil menunjukkan bahwa nilai Ankle Brachial Index (ABI) dan Skor Sensitivitas Kaki sesudah dilakukan intervensi mengalami peningkatan Ankle Brachial Index (ABI) dengan nilai rata-rata awal 0.817 setelah intervensi menjadi 0.917 dan Skor Sensitivitas Kaki dengan nilai rata-rata awal 8.00 setelah intervensi menjadi 10.33. Kesimpulan, ada pengaruh Home Exercise terhadap nilai Ankle Brachial Index (ABI) dan Skor Sensitivitas Kaki sesudah dilakukan intervensi. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai salah satu terapi alternatif sebagai pencegahan komplikasi penyakit arteri perifer.


2019 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
Author(s):  
Supriyadi ◽  
Novita Dewi ◽  
Padri Hamzah ◽  
Elsen Wulandari Selwir

Diabetes melitus merupakan suatu penyakit akibat gangguan metabolisme yang mampu menyebabkan berbagai komplikasi, salah satu komplikasi yang paling umum dan sering terjadi yaitu penyakit pembuluh darah perifer. Penyakit pembuluh darah perifer dapat mengakibatkan terjadinya gangguan sirkulasi dan perfusi pada ektremitas bawah. Deteksi dini atau skrining perlu dilakukan untuk mengetahui adanya gangguan sirkulasi dan perfusi dengan cara melakukan pemeriksaan ankle brachial index (ABI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ankle brachial index pada penderita diabetes melitus tipe 2. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional, dengan jumlah sampel 33 responden penderita diabetes melitus tipe 2 yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini dilakukan di RSUD Dr. Soedarsono Kota Pasuruan. Berdasarkan uji statistik Chi Square didapatkan p vaalue 0.77 (p value > 0.05) yang berarti bahwa tidak terdapat korelasi bermakna antara nilai ankle brachial index dengan kadar gula darah sewaktu pada penderita diabetes melitus tipe 2.


2020 ◽  
Vol 14 (2) ◽  
pp. 248-256
Author(s):  
Bahjatun Nadrati ◽  
Muhammad Hadi ◽  
Fitrian Rayasari

Effectiveness of Buerger Allen Exercise on lower limb circulation among patients with diabetes mellitusBackground: Buerger Allen Exercise is a specific exercise intended to improve circulation to the feet and leg using gravitational changes to influence the distribution of body fluids to alternately help emptying and fulfilling the blood columns, and by using muscle contraction through active movement of the ankle to improve circulation of peripheral blood vessel by driving blood and blood vessel. Ankle Brachial Index (ABI) is one of the indicators to assess changes in peripheral vascularization.Purpose: To know the effectiveness of Buerger Allen Exercise on lower limb circulation among patients with diabetes mellitusMethod: A quasi-experimental by pre- and post-test with controlled group, involving 28 participants  divided by two group; interventional group and controlled group. The sampling technique is a non-probability sampling.Results: Shows by  t-test and GLM-RM  finds out that there are significant differences in the improvements of ABI average scores between interventional and controlled groups after Buerger Allen Exercise is conducted to the right leg with (p-value= 0.001; α = 0.05 ) and to the left leg with (p-value= 0.002; α = 0.05). While, GLM-RM in the research is still not able to determine the optimal point of time in practicing Buerger Allen Exercise.Conclusion: The effectiveness of Buerger Allen Exercise on lower limb circulation and suggestion that Buerger Allen Exercise can be applied as one of the nurse self-intervention to improve peripheral vascularization to patients with diabetes mellitusKeywords : Buerger Allen Exercise; Lower limb circulation; patients; diabetes mellitusPendahuluan: Buerger Allen Exercise adalah latihan khusus yang ditujukan untuk meningkatkan sirkulasi ke kaki dengan menggunakan perubahan gravitasi mempengaruhi distribusi cairan dalam tubuh dengan membantu secara bergantian untuk mengosongkan dan mengisi kolom darah, dan menggunakan kontraksi otot melalui gerakan aktif dari pergelangan kaki untuk meningkatkan sirkulasi pembuluh darah perifer dengan menggerakan darah dan pembuluh darah. Ankle Brachial Index (ABI) merupakan salah satu indikator untuk menilai perubahan vaskularisasi perifer.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Buerger Allen Exercise terhadap sirkulasi ekstremitas bawah  bagi penyandang diabetes melitusMetode : Menggunakan desain kuasi eksperimen pre post tes dengan kelompok kontrol, melibatkan 28 partisipan yang dibagi dalam dua kelompok; kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Tehnik pengambilan sampel dengan non probability sampling. Penelitian ini menggunakan t-tes dan GLM-RM.Hasil : Uji t-tes didapatkan perbedaan yang signifikan rata-rata skor peningkatan ABI antara kelompok intervensi dan kontrol setelah dilakukan Buerger Allen Exercise pada kaki kanan dengan (p-value= 0,001; α = 0,05 ) dan pada kaki kiri dengan (p-value= 0,002; α = 0,05 ). Sedangkan dengan GLM-RM pada penelitian ini belum dapat menentukan titik optimum waktu pelaksanaan Buerger Allen Exercise.Simpulan: Adanya pengaruh Buerger Allen Exercise terhadap sirkulasi ekstremitas bawah  dan disarankan agar Buerger Allen Exercise dapat diterapkan sebagai salah satu intervensi mandiri perawat dalam meningkatkan vaskularisasi perifer bagi penyandang diabetes melitus


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document