Coloration of the Scombrid Fish Euthynnus affinis (Cantor)

Copeia ◽  
1965 ◽  
Vol 1965 (2) ◽  
pp. 234 ◽  
Author(s):  
Eugene L. Nakamura ◽  
John J. Magnuson
Chemosphere ◽  
2021 ◽  
pp. 130185
Author(s):  
Andreas ◽  
Tony Hadibarata ◽  
Palanivel Sathishkumar ◽  
Hafiizh Prasetia ◽  
Hikmat ◽  
...  

2019 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 30-36
Author(s):  
Thomas Hidayat ◽  
Teguh Nugroho ◽  
Umi Chodrijah

Ikan tongkol komo (Euthynnus affinis)  termasuk salah satu ikan pelagis ekonomis penting yang tertangkap di Laut Jawa. Data dan informasi tentang  ikan tongkol komo di Laut Jawa masih terbatas, sehingga perlu dilakukan penelitian biologi ikan ini. Penelitian beberapa aspek biologi ikan tongkol komo dilakukan dari bulan Januari sampai Desember 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa aspek biologi tongkol komo yang meliputi  hubungan panjang dan berat, nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad, ukuran rata-rata pertama kali tertangkap dan ukuran rata-rata pertama kali matang gonad dan kebiasaan makan. Pengukuran panjang  ikan dilakukan secara acak proporsional, sampel ikan dibedah untuk  mengetahui kematangan gonad, nisbah kelamin, dan jenis makanan. Hasil penelitian menunjukkan sebaran frekuensi panjang ikan tongkol komo antara 13-55 cm dengan modus  25 cm. Pertumbuhan tongkol komo bersifat isometrik dan perbandingan jumlah kelamin jantan dan betina menunjukkan nisbah kelamin dalam kondisi seimbang. Ukuran rata-rata pertama kali  tertangkap (Lc) dengan mini purse seine adalah 31,75 cm. Ukuran rata-rata pertama kali matang gonad (Lm) adalah 33,7 cm. Ikan tongkol komo tergolong ikan karnivora yang mangsanya meliputi berbagai jenis ikan dan moluska.


2015 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 21
Author(s):  
Kamaluddin Kasim ◽  
Setiya Triharyuni ◽  
Arief Wujdi

Klorofil-a banyak ditemukan pada fitoplankton dan menjadi indikator kesuburan perairan. Keberadaan fitoplankton ditandai dengan kandungan klorofil-a yang tinggi dan diikuti oleh keberadaan zooplankton yang akhirnya mempengaruhi keberadaan organisme perairan lainnya seperti ikan pelagis kecil maupun ikan pelagis besar sebagai suatu rantai makanan. Interaksi antara konsentrasi klorofil-a terhadap keberadaan dan konsentrasi ikan pelagis di Laut Jawa belum banyak diketahui. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan interaksi antara klorofil-a terhadap konsentrasi ikan pelagis. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data runtun waktu hasil tangkapan beberapa jenis pelagis besar dan kecil yang didaratkan di PPI Pekalongan tahun 2007-2011 serta data runtun waktu konsentrasi klorofil-a dari perairan utara Jawa yang diperoleh dari informasi sekunder.Metode analisis korelasi linear sederhana (bivariate correlation) digunakan untukmengetahui ada atau tidaknya pengaruh antar variabel klorofil-a dan konsentrasi ikan pelagis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan layang (Decapterus russelli) paling nyata mendapat pengaruh dari konsentrasi klorofil-a (P<0,05) dan berkorelasi positif terhadap konsentrasi klorofil-a dengan nilai koefisien korelasi ( r ) sebesar 0,56, sedangkan ikan pelagis lainnya berkorelasi negatif. Ikan tongkol (Euthynnus affinis) posisinya menempati rantai makanan paling tinggi sebagai pemangsa, mempunyai korelasi positif (r = 0,5) terhadap Rastrelliger kanagurta dan r = 0,56 terhadap Amblygaster sirm.Chlorophyll-a is a light-absorbing pigment that can be found in photosynthetic organisms such as algae and phytoplankton. The evidence of phytoplankton that indicated by high contents of chlorophyll-a may followed the evidence of zooplankton and other micro aquatic organism as a food chain component. An overview of interrelationships between chlorophyll-a and pelagic fishes in the waters around Java Sea have not much investigated. The research was attempted to study the interaction between chlorophyll-a abundance and the abundance of small and large pelagic as well as relationship among small and large pelagic as prey-predators component. Research conducted by collecting time series catch data of small and large pelagic species landed at PPI Pekalongan during the period of 2006-2012, as well as the data of chlorophyll-a abundance through previous research studies. The results showed that layang (Decapterus russelli) was the most significant species that positively correlated to abundance of chlorophyll-a (P < 0.05) with value of r = 0.6. while others pelagic species have negative correlation. As a predator species, tongkol (Euthynnus affinis) was positively correlated ( r = 0.5) to the abundance of banyar (Rastrelliger kanagurta) as well as juwi (Amblygaster sirm) with r value 0.56.


Jurnal Teknik ◽  
2020 ◽  
Vol 9 (1) ◽  
Author(s):  
Agus Wahyu Santoso ◽  
Mulyono S Baskoro ◽  
Budhi H Iskandar ◽  
Yopi Novita
Keyword(s):  

Kapal penangkap ikan hand line di Kendari Indonesia sebagian besar dioperasikan tanpa dilengkapi alat bantu penangkapan ikan. Oleh karena itu untuk meningkatkan produktifitasnya maka diperlukan alat bantu penangkapan ikan seperti lampu LED. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan efektifitas hasil tangkapan kapal ikan (hand line) yang dilengkapi dengan lampu LED dengan hasil tangkapan tanpa menggunakan lampu LED. Lokasi penelitian dilakukan sekitar perairan bagian timur Kota Kendari, Indonesia. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan metode experimental fishing, dimana peneliti langsung melakukan eksperimen penangkapan ikan di lapangan untuk mengambil data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lampu LED pada kapal penangkap ikan memberikan hasil tangkapan yang lebih banyak sekitar 22.30 % dibandingkan dengan kapal penangkap ikan yang tanpa menggunakan lampu LED. Jenis jenis ikan yang ditangkap adalah: Decapterus sp, Rastrelliger sp, Sardinella sp, Selaroides sp, Coryphaenidae sp, Euthynnus Affinis,Lutjanus Sp, dan Epinephelus Sp. Dengan demikian kapal ikan (hand line) yang diberikan kepada nelayan sebagai kapal bantuan dapat bermanfaat secara maksimal.Kata kunci: penangkapan ikan, lampu LED, produktifitas, jenis ikan


2021 ◽  
Vol 890 (1) ◽  
pp. 012053
Author(s):  
U Tangke ◽  
R Laisouw ◽  
A Talib ◽  
Azis Husen ◽  
R Kota ◽  
...  

Abstract Eastern little tuna production still depends on stocks from nature, so it is feared that if production continues to increase it will threaten the sustainability of tuna resources, therefore for the sake of sustainable management information is needed on population parameters so that research is carried out from January to April 2021 with the aim of assessing the dynamics of the population of these resources. The data collection procedure was carried out by measuring the total length of the fish caught per fishing trip for 4 months using a meter with a unit (centimeter) cm and an accuracy of 1 mm. The results of the research showed that tuna in the southern waters of Ternate Island had stable growth parameters including maximum length (L∞) 68.25 cm with a growth coefficient (K) of 0.25 per month, t0 -0.20, with total mortality, natural and fishing values respectively. respectively are 0.64, 0.43, 0.21 and the level of exploitation is 0.33 where this value indicates that the rate of exploitation is smaller so it is necessary to increase fishing effort until the optimum value reaches 0.38.


2016 ◽  
Vol 9 (1) ◽  
Author(s):  
Tyas Pratiwi ◽  
Dian Rachmawanti Affandi ◽  
Godras Jati Manuhara

<p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung gembili pada nugget ikan tongkol terhadap karakteristik kimia (kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat), karakteristik fisik (hardness), karakteristik fungsional (kadar serat pangan dan inulin) dan karakteristik sensoris nugget ikan tongkol. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor dengan 5 variasi. Variasi perlakuan terletak pada proporsi jumlah tepung terigu dan tepung gembili sebagai filler nugget ikan tongkol yaitu F1(20% : 0%), F2 (15% : 5%), F3 (10% : 10%), F4 (5% : 15%) dan F5 (0% : 20%). Penelitian dilakukan dalam 3 kali ulangan perlakuan. Dalam setiap ulangan perlakuan dilakukan 2 kali analisa. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan One Way ANOVA dan jika terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji DMRT dengan α = 5%.<br />Berdasarkan penelitian, penambahan tepung gembili sebagai substitusi tepung terigu pada filler nugget ikan tongkol tidak berpengaruh terhadap kadar air, lemak, protein, dan karbohidrat nugget ikan tongkol, namun meningkatkan kadar abu, serat pangan, dan inulin nugget ikan tongkol. Penambahan tepung gembili pada filler nugget ikan tongkol juga menurunkan tingkat kekerasan (hardness) nugget ikan tongkol. Selain itu, penambahan tepung gembili sebagai substitusi tepung terigu pada filler nugget ikan tongkol juga tidak mempengaruhi tingkat kesukaan panelis terhadap karakteristik sensoris (warna, aroma, rasa, tekstur, dan overall) nugget ikan tongkol.<br />Kata kunci: Tepung gembili, tepung terigu, nugget ikan tongkol.</p>


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document