scholarly journals Efektivitas Logoterapi dalam Meningkatkan Konsep Diri Remaja di Panti Sosial

2021 ◽  
Vol 7 (1) ◽  
pp. 24
Author(s):  
Ellyana Dwi Farisandy ◽  
Endang Retno Surjaningrum

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas logoterapi untuk meningkatkan konsep diri remaja. Penelitian ini menggunakan metode true experiment yakni pretest-posttest control group design. Partisipan penelitian merupakan delapan remaja laki-laki (Musia= 14.75 tahun, SD= 0.88) yang memiliki konsep diri rendah. Pengumpulan data sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat ukur Adolescents Self Concept Short Scale (ASCSS)yang dikembangkan oleh Veige danLeite(30 aitem, α= 0.889). Intervensi yang diberikan adalah delapan sesi intervensi logoterapi menggunakan MCP (Meaning Centered Psychotherapy) yang diadaptasi dari William S. Breitbart.Analisis data yang diuji melalui independent sample t-test berdasarkan gain score, diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan mengenai konsep diri antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (t(6)= 4.9, p= 0.003 (p< 0.05)).Hasil penelitian menunjukkan bahwa logoterapi memberikan efek besar dalam meningkatkan konsep diri remaja (effect size= 0.80), artinyalogoterapi adalahintervensi yang efektif dalam meningkatkan konsep diri remaja

2017 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 61
Author(s):  
Annur Fitri Hayati ◽  
Khairi Murdy

Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa kelas XI pada mata pelajaran ekonomi SMAN 1 Lembang Bandung. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan bentuk nonequivalent pretest-post test control group design. Analisis data untuk menguji hipotesis penelitian menggunakan SPSS versi21 dengan statistik parametik, uji perbedaan rata-rata (paired samples t-test dan independent samples t-test), gain score dan perhitungan effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa antara kelas eksperimen yang menggunakan metode pembelajaran Berbasis Masalah (problem based learning) lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional (ceramah). Penggunaan metode pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa lebih baik dibanding metode Konvensional.


2021 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 91-101
Author(s):  
Yesi Nurmalasari ◽  
Rakhmi Rafie ◽  
Efrida Warganegara ◽  
Lingga Desta Wahyuni

Hemoglobin merupakan suatu protein tetrametrik eritrosit yang tersusun dari protein globin dan heme. Radikal bebas dapat menyebabkan lisisnya membran eritrosit. Proses tersebut dapat dicegah dengan pemberian antioksidan. Daun kelor termasuk dalam antioksidan alami yang memiliki sifat neurofektif melalui mekanisme antioksidatif. Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) Terhadap kadar hemoglobin pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar jantan. Jenis penelitian eksperimental murni (true-experiment) menggunakan pre and post with control group design. Sampel adalah tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar jantan berusia 1-4 minggu dengan  berat  100-150  gram sejumlah 28 ekor. Sampel dibagi empat kelompok meliputi Kelompok murni (KM) kelompok yang tidak diberikan ekstrak daun kelor, Kelompok Perlakuan 1 (KP1) kelompok yang diberi ekstrak daun kelor dosis 150 mg/kgBB, Kelompok Perlakuan 2 (KP2) kelompok yang diberi ekstrak daun kelor dosis 450 mg/kgBB,dan Kelompok Positif (KP) kelompok yang diberikan suplemen vitamin dosis 5,4 ml/kgBB. Uji Paired T-test menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna (p>0,05) pada Kelompok Murni (KM) p=0,155, Kelompok Perlakuan 1(KP1) p=0,329, Kelompok Perlakuan 2(KP2) p=0,014 dan Kelompok Positif (KP) p=0,012. Uji Kruskal-Wallis didapatkan p=0,027 (p>0,05)berarti tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok, uji Post Hoc dengan menggunakan Mann-whitney menunjukkan adanya perbedaan bermakna secara statistik(p<0,05) pada Kelompok Perlakuan 2 (KP2) dengan nilai p=0,002, dan Kelompok Positif (KP) dengan nilai p=0,002. Terdapat pengaruh pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar hemoglobin tikus putih (Rattus norvegicus) Galur wistar jantan pada  kelompok perlakuan 2 (KP2) dosis 450 mg/kgBB dan Kelompok Positif (KP) dosis 5,4 ml/kgBB.


2014 ◽  
Vol 41 (1) ◽  
pp. 89
Author(s):  
Hastaning Sakti ◽  
Jati Ariati

The aim of this research was to design self-regulation training as an alternative effort to enhance students’ competitiveness. A total number of 147 students from two private vocational schools were involved as subjects. Pretest posttest control group design was used. In each school there were an experimental group, which got self-regulation training, and a control group, which got self-concept training. Manipulation was delivered six times each of which was supervised by two observers. T-test showed there were differences between experimental groups. SMK PL: before (M=89.93, SD=7.681) and after manipulation (M=92.16, SD=7.278) t(43) =-2.185, p


2020 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 86
Author(s):  
Rini Setiyowati ◽  
Moh. Wahyu Kurniawan ◽  
Rohmad Widodo

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar PPKn, Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi exsperiment) yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pacet Kabupaten Mojokerto tahun pelajaran 2016/2017 kelas X semester satu. Desain penelitian berupa Pretest-posttest control group design. Subjek penelitian/responden terdiri dari 3 kelas dengan jumlah 33 orang kelas eksperimen 1, 34 orang kelas eksperimen 2, dan 31 kelas kontrol, hal ini didasarkan kelas tersebut memiliki tingkat kognitif yang sama, sehingga total populasi berjumlah 98 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes untuk mengetahui hasil belajar PPKn dan angket untuk mengetahui motivasi belajar siswa. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan independent sample t-test dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran PPKn dengan hasil signifikasi sebesar 10,933 lebih besar dari 3,09; (2) terdapat pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran PPKn dengan hasil signifikasi sebesar 32,737 lebih besar dari 3,09; (3) terdapat pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar dan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran PPKn dengan hasil signifikasi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 (p= 0,000 < 0,05); dan (4) terdapat model yang paling efektif dalam pembelajaran PPKn yaitu model pembelajaran berbasis masalah ditujukkan dengan hasil gain score motivasi belajar sebesar 0.35 dalam kategori sedang dan didukung hasil gain score pada hasil belajar siswa sebesar 0.37 dalam kategori sedang, sedangkan model pembelajaran inquiri dan model konvensional masuk dalam kategori rendah.


2016 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 25 ◽  
Author(s):  
Alvia Hija ◽  
Resy Nirawati ◽  
Nindy Citroresmi Prihatiningtyas

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran <em>group investigation</em> (GI) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi peluang kelas X MIPA SMA Negeri 1 Singkawang. Penelitian ini merupakan penelitian <em>true experiment</em> dengan desain penelitian <em>posttest only control group design</em>. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA SMA Negeri 1 Singkawang, dan pengambilan dengan teknik <em>simple random sampling</em>. Kelas yang dijadikan sampel adalah kelas X MIPA 2 sebagai kelas eksperimen yang diberikan pembelajaran model <em>group investigation</em> (GI), dan X MIPA 3 sebagai kelas kontrol yang diberikan pembelajaran konvensional. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji-t dua sampel dan <em>effect size</em>. Hasil penelitian menunjukkan : (1) data penelitian dianalisis menggunakan uji-t dua sampel diperoleh t_hitung= 7,61, sedangkan t_tabel  pada taraf signifikan 5% dengan dk = 66 adalah 1,67 sehingga t_hitung&gt; t_tabel. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas yang diberikan model pembelajaran yang diberikan pembelajaran model GI lebih baik dibanding kelas yang diberikan pembelajaran konvensional. Dengan menggunakan uji <em>effect size</em>  diperoleh nilai ES= 1,305 &gt; 0,8 dengan kategori tinggi, sehingga menunjukkan bahwa model pembelajaran GI berpengaruh besar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi peluang kelas X MIPA SMA Negeri 1 Singkawang; (2) hasil perhitungan aktivitas siswa  diperoleh rata-rata sebesar 84,31% dengan kategori sangat aktif; (3)respon siswa terhadap model pembelajaran GI pada materi peluang sebesar 77,94% maka dapat dikategorikan kuat.


Author(s):  
Supriyati Supriyati ◽  
Mawardi Utama

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan keefektifan model pembelajaran <em>Group Investigation (GI)</em> dengan model pembelajaran <em>Inquiry</em> ditinjau dari hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus Maruto Bawen. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (<em>quasi eksperimental research</em>) dengan desain <em>nonequivalent control group design</em>. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD N Samban 02 (SD imbas) dan VC SDIP H. Soebandi (SD swasta) sebagai kelompok eksperimen serta siswa kelas V SD N Samban 01 (SD imbas) dan VB SDIP H. Soebandi (SD swasta) sebagai kelompok kontrol. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari model<em> Group Investigation</em> dan <em>Inquiry</em> sebagai variabel bebas dan hasil belajar sebagai variabel terikat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen soal tes dan lembar observasi. Teknik analisis data menggunakan uji <em>Independent Sample T Test</em> yang dikenakan pada skor <em>posttest</em> dan <em>gain score</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  nilai t hitung -1,182 dan t tabel 1,985 dengan signifikansi 0,240. Hasil uji t <em>gain score</em> kelompok eksperimen dan kontrol menunjukkan t hitung 0,468 dan t tabel 1,985 dengan signifikansi 0,641. Karena nilai signifikansi &gt; 0,05 dan t hitung &lt; t tabel maka H<sub>0</sub> diterima yaitu tidak ada perbedaan hasil belajar yang signifikan dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe <em>Group Investigation</em> dan <em>Inquiry</em> ditinjau dari hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus Maruto Bawen. Maknanya bahwa tidak terdapat perbedaan keefektifan model pembelajaran <em>Group Investigation</em> dan <em>Inquiry</em> dalam pembelajaran IPA di kelas V SD Gugus Maruto. Saran berkenaan dengan temuan penelitian ini adalah guru dapat menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe <em>Group Investigation (GI)</em> atau <em>Inquiry</em> dalam pembelajaran IPA sebagai alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa, yang disesuaikan dengan karakteristik siswa.


2020 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 33
Author(s):  
Deni Kurniawan ◽  
Eko Suyanto ◽  
I Dewa Putu Nyeneng

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penerapan suplemen buku siswa berbasis scientific approach terhadap hasil belajar dan sikap ilmiah pada materi dinamika gerak. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 1 dan siswa kelas X IPA 2 SMAN 15 Bandarlampung. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian pretest-posttest control group design. Data yang didapat kemudian diuji dengan analisis N-gain, uji normalitas, uji homogenitas, uji independent sampel t-test, dan analisis effect size Cohen’s D. Rata-rata N-gain hasil belajar pada kelas eksperimen 0,75 dan kelas kontrol 0,62. Rata-rata N-gain sikap ilmiah pada kelas eksperimen 0,32 dan kelas kontrol 0,23. Hasil uji beda N-gain hasil belajar menunjukkan nilai sig. (2-tailed) yaitu 0,001. Hasil uji beda N-gain sikap ilmiah siswa menunjukkan nilai sig. (2-tailed) yaitu 0,000. Nilai sig. (2-tailed) pada hasil belajar dan sikap ilmiah yang kurang dari 0,05 menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan penerapan suplemen buku siswa berbasis scientific approach terhadap hasil belajar dan sikap ilmiah siswa. Nilai effect size hasil belajar ialah 0,88 dan sikap ilmiah ialah 1,34. Berdasarkan nilai rata-rata N-gain siswa kelas eksperimen yang lebih tiggi dari kelas kontrol dan effect size yang diperoleh, maka suplemen buku siswa berbasis scientific approach dapat digunakan untuk membantu meningkatkan hasil belajar sikap ilmiah siswa.


2019 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 62
Author(s):  
Rika Wahyuni ◽  
Nindy Citroresmi Prihatiningtyas

<p><strong>Abstra</strong><strong>k</strong><strong><em>.</em></strong> Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:1) Pengaruh Strategi Pembelajaran <em>Superitem</em> Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada Materi Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Kelas VII, 2) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh strategi pembelajaran <em>superitem</em> pada materi pertidaksamaan linear satu variabel kelas VII, 3) untuk mengetahui aktivitas belajar siswa dengan menggunakan strategi <em>superitem</em> menjadi aktif, 4) untuk mengetahui minat siswa terhadap strategi pembelajaran <em>superitem</em> tergolong baik. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, bentuk penelitian <em>the nonequivalent posstest-only control group design. </em>Populasi penelitian adalah siswa kelas VII yang terdiri dari lima kelas. Sampel penelitian diambil menggunakan sampling jenuh maka didapat kelas VII A dengan jumlah siswa yaitu 26 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B dengan jumlah siswa yaitu 26 siswa sebagai kelas kontrol. Hasil perhitungan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa  dengan menggunakan Uji independen sampel t-test terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa antara kelas eksperimen dengan menggunakan strategi pembelajaran <em>superitem</em> dan kelas kontrol yang diberikan model pembelajaran langsung. Strategi pembelajaran <em>superitem</em> berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan kriteria tinggi dengan menggunakan perhitungan <em>Effect Size</em>. Lembar observasi aktivitas belajar siswa dengan strategi pembelajaran superitem menggunakan perhitungan persentase frekuensi aktivitas. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan aktivitas belajar siswa, di mana pada pertemuan pertama diperoleh persentasenya sebesar 84,54% dan pertemuan kedua sebesar 88,61% dengan kriteria sangat aktif. Hasil analisis lembar angket strategi pembelajaran <em>superitem</em> dengan kriteria sangat tinggi.</p><p> </p><div><p><strong>Kata Kunci :</strong>  <em>Superitem,</em> kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, aktivitas, minat.</p></div>


2020 ◽  
Vol 16 (1) ◽  
pp. 37-45
Author(s):  
Reny Widyanti ◽  
I Wayan Distrik ◽  
Ismu Wahyudi

Pengaruh Teknik Pictorial Riddle Berbantukan LKPD Inquiry Learning terhadap Keterampilan Proses Sains. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh teknik pembelajaran pictorial riddle berbantukan LKPD berbasis inquiry learning terhadap keterampilan proses sains peserta didik. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 8 Bandarlampung dengan menggunakan desain penelitian non equivalent control group design. Hasil uji independent sample t-test diperoleh perbedaan N-gain yang signifikan dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dan effect size sebesar 0,9 yang berarti terdapat pengaruh penggunaan teknik pembelajaran pictorial riddle berbantukan LKPD berbasis inquiry learning terhadap keterampilan proses sains dengan size pengaruh dalam kriteria besar.


2018 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 89
Author(s):  
Eti Sunarsih ◽  
Suci Adelina ◽  
Lili Yanti

<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran <em>problem based learning </em>terhadap hasil belajar menulis teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Singkawang. Secara rinci tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) Perbedaan penggunaan model pembelajaran <em>problem based learning </em>dengan model pembelajaran langsung terhadap hasil belajar menulis teks negosiasi, (2) Mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan model pembelajaran <em>problem based learning </em>terhadap hasil belajar pada keterampilan menulis teks negosiasi, dan (3) Mengetahui aktivitas belajar siswa terhadap penggunaan model pembelajaran <em>problem based learning </em>pada keterampilan menulis teks negosiasi. Penelitian ini menggunakan metode ekperimen dengan bentuk <em>Quasi experimental design</em> dengan rancangan <em>the nonequivalent posttes-only control group design</em>. Teknik pengumpul data yang digunakan ialah teknik pengukuran, teknik observasi langsung, dan teknik dokumentasi. Alat pengumpul data yakni tes, lembar pengamatan aktivitas, dan dokumen. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran <em>problem based learning</em> dengan model pembelajaran langsung berdasarkan hasil perhitungan uji <em>independent sample t-test </em>diperoleh hasil t<sub>hitung </sub>11,436 atau lebih besar dari t<sub>tabel </sub>2,045, (2) Besarnya pengaruh penggunaan model pembelajaran <em>problem based learning </em>terhadap hasil belajar menulis teks negosiasi dengan dibuktikan pada hasil uji <em>effect size </em>sebesar 0,98 atau lebih besar dari 0,8 termasuk ke dalam kategori tinggi, dan (3) Adanya ativitas belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran <em>problem based learning </em>pada keterampilan menulis teks negosiasi dengan rata-rata persentase yaitu 85% yang termasuk ke dalam kriteria baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran <em>problem based learning</em> dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada keterampilan menulis teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Singkawang.</p><p> </p>


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document