scholarly journals Indeks massa tubuh dan kejadian diabetes melitus pada penduduk dewasa di Indonesia: analisis data IFLS tahun 2015

2017 ◽  
Vol 33 (4) ◽  
pp. 167
Author(s):  
Nine Luthansa ◽  
Dibyo Pramono

Body mass index and incidence of diabetes mellitus in adult population in Indonesia: analysis of IFLS data 5PurposeThis study aimed to determine the relationship between BMI with DM incidence in the adult population in Indonesia.MethodsThis cross sectional study was conducted using the 5th Indonesian Family Life Survey (IFLS5) data which is a collaboration of the RAND corporation and Survey Meter. Chi square and logistic regression tests were used to analyze the relationship between BMI and DM incidence. BMI was obtained through measurement of body weight and height in respondents aged > 18 years. Information on the incidence of DM was obtained from interviews with respondents.ResultsThere were 22,647 subjects who met the study criteria. The proportion of DM in this study was 2.89%. People with obese BMI had a higher risk of developing DM than people with underweight BMI (OR = 3.15; 95% CI = 2.05- 4.82). After adjusting for gender, age, and education variables, the risk remained significant (OR = 3.29; 95% CI = 2.14-5.065).ConclusionBody mass index is associated with the incidence of diabetes mellitus, in which people with excessive BMI or obese have a greater risk of developing DM than people with underweight BMI.

2019 ◽  
Vol 1 (01) ◽  
pp. 38-45
Author(s):  
Helena Wadja ◽  
Hamidah Rahman ◽  
Nani Supriyatni

Diabetes adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi atau di atas nilai normal. Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Diabetes melitus (DM) menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia pada abad ke-21. Jumlah penderita DM mencapai 422 juta orang di dunia pada tahun 2014. Sebagian besar dari penderita tersebut berada di negara berkembang. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang memiliki jumlah penderita yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, tingkat stres, dan durasi tidur terhadap kejadian Diabetes Mellitus. Metode penelitian dengan menggunakan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah  pasien yang datang memeriksakan kadar gula darah di UPTD Diabetes Center Kota Ternate Tahun 2018. Jumlah sampel 95 orang yang diambil dengan cara accidental sampling. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi square menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit Diabetes Mellitus adalah tingkat stres dengan p-value = 0,037 ( <0,1 ) dan durasi tidur dengan p-value = 0,025 ( <0,1 ), sedangkan yang tidak berhubungan adalah tingkat pengetahuan dengan p-value = 0,709 ( >0,1 ). Oleh karena itu, disarankan kepada petugas kesehatan lebih meningkkatkan lagi  informasi kepada masyarakat tentang penyakit Diabetes Mellitus, agar masyarakat lebih tahu tentang penyakit Diabetes Mellitus.


2019 ◽  
Vol 14 (1) ◽  
pp. 104-108
Author(s):  
Syaifuddin Zaenal ◽  
Hardiyanti Ahmad ◽  
St. Saedah

Pengetahuan adalah suatu proses mengingat dan mengenal kembali objek yang telah dipelajari melalui panca indra pada suatu bidang tertentu secara baik. Pola makan yang keliru dan sembarangan menjadi salah satu faktor yang memicu munculnya penyakit diabetes melitus.Diantaranya mengkomsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung glukosa atau gula. Aktivitas fisik berdampak terhadap aksi insulin pada orang yang berisiko DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, pola makan, aktivitas fisik dengan kestabilan gula darah pada penderita diabetes melitus pada penderita diabetes mellitus di puskesmas Binamu Kota kab.Jeneponto Penelitian ini bersifat survey analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional study menggunakan desain uji Chi-Square dengan interval kemaknaan α = 0,05 sampel sebanyak 35 orang yang di dapatkan dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian diperoleh hubungan pengetahuan (ρ = 0,036), pola makan (ρ = 0,045), dan aktivitas fisik (ρ = 0,035) terhadap kestabilan gula darah penderita diabetes melitus. Menunjukkan hungan yang signifikan antara pengetahuan, pola makan, aktivitas fisik dengan kestabilan gula dara pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Binamu Kota Kab. Jeneponto.


2021 ◽  
Vol 6 (3) ◽  
Author(s):  
Weny Amelia ◽  
Fitria Alisa ◽  
Lola Despitasari

Pasien Diabetes Mellitus (DM) termasuk kelompok rentan terhadap infeksi bakteri dan virus karena kondisi hiperglimia yang dialaminya. Kondisi pandemi COVID-19 merupakan kondisi yang mengancam bagi penderita DM sebagai kelompok rentan. Penerapan diet merupakan salah satu komponen utama dalam keberhasilan penatalaksanaan diabetes, akan tetapi sering kali menjadi kendala dalam pelayanan diabetes karena dibutuhkan kepatuhan. Kepatuhan penderita DM terhadap pengaturan dan perencanaan pada pola makan merupakan salah satu kendala yang paling sering terjadi pada pasien DM, Untuk menjalani kepatuhan diet maka banyak sekali penderita mengalami stress akibat dari pembatasan pola makan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stres dengan kepatuhan diet pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Pada Masa Pandemic Di Puskesmas Andalas Padang. Jenis penelitian adalah survey analitik dengan desain penelitian cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 yang berkunjung ke Puskesmas Andalas Padang dengan jumlah sampel sebanyak 55 orang yang diambil secara simple random sampling. Hasil penelitian diolah menggunakan uji Chi-Square dengan p value 0,67 (p ≥ 0.05.  Dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan hubungan stres dengan kepatuhan diet pasien Diabetes Mellitus Tipe II pada masa pandemic di Puskesmas Andalas Padang. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan lagi untuk penatalaksanaan pada pasien Diabetes Melitus dan dapat melakukan pengelolaan DM di masyarakat dengan berperan sebagai edukator yang dapat mengedukasi pasien DM khususnya dalam manajemen diet terutama pada masa pandemic sekarang ini


MEDISAINS ◽  
2018 ◽  
Vol 16 (2) ◽  
pp. 76
Author(s):  
Srimiyati Srimiyati

Latar Belakang: Komplikasi yang sering terjadi pada penderita diabetes melitus salah satunya kaki diabetik.  Masalah kaki diabetik memerlukan waktu dan biaya cukup banyak. Pencegahan kaki diabetik dapat dilakukan dengan perawatan kaki. Penderita diabetes yang memiliki pengetahuan cukup tentang perawatan kaki diabetik menjadi dasar dan memotivasi untuk mengendalikan komplikasi penyakitnya.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pencegahan kaki diabetik bagi penderita diabetesMetode: Penelitian ini adalah descriptive correlational, menggunakan pendekatan cross sectional study.  Populasinya seluruh penderita diabetes melitus yang berobat jalan. Sampel berjumlah 53 responden, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpul data menggunakan kuesioner terdiri dari 20 item untuk menggali pengetahuan pencegahan kaki diabetik dan 15 item perawatan kaki. Penelitian dilakukan di RSI Siti Khatijah PalembangHasil: penelitian menunjukkan sebagian besar responden perempuan  (58,5%), usia > 55 tahun (83,0%), pendidikan menengah kebawah (67,9%), menderita diabetes mellitus > 5 tahun (58,5%), responden yang memiliki pengetahuan pencegahan kaki diabetik dengan kriteria tinggi  sebanyak 36 (67,9%), melakukan perawatan kaki diabetik (60,4%). Hasil uji statistik chi squere menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan perawatan kaki (p= 0,024; OR= 4.767). .Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan perawatan kaki pada pasien diabetes. Pasien diabetes yang memiliki pengetahuan baik mengenai perwatan kaki berpeluang 4.767 kali lebih besar dalam melakukan perawatan kaki dari pada yang memiliki pengetahuan kurang.


Author(s):  
Kaushik Tripura ◽  
Kaushik Nag ◽  
Nabarun Karmakar ◽  
Anjan Datta ◽  
Partha Bhattacharjee

Background: Diabetes mellitus, a major lifestyle disease is undoubtedly the most challenging public health problem of 21st century with a worldwide prevalence of 387 million (8.3%).  The objective of this study was to get an estimate of the prevalence of diabetes mellitus and associated factors in a sample of adult population in a peri-urban area of West Tripura.Methods: In a cross-sectional study, prevalence of diabetes mellitus was found among adult population of a peri-urban area (Dukli) of west Tripura from April 2016 to May 2016. Multistage random sampling was followed to include 76 participants. Taking house as a sampling unit, every 5th house was chosen for this study. From every selected house, one adult participant was chosen by simple random sampling until desired sample size was attained. Collected data was compiled and analyzed with the help of statistical package for social sciences (SPSS 16.0.). Chi-square, Fischer exact test was applied to find out association.Results: The mean age of the study participants was 42.21±17.65 years, comprised of 23.7% male and 76.3% female. The prevalence of diabetes mellitus was 17.1% among study participants. Diabetes was found highest in 39-58-year age group (37.5%). Males were more affected with diabetes mellitus (22.2%) compared to females (15.5%). The study also revealed a significant association of diabetes mellitus with family history of diabetes mellitus (p value 0.00).Conclusions: Present study showed very high prevalence of diabetes mellitus among adult population. Healthy lifestyle measures might reduce burden of diabetes mellitus which could be evaluated in future research.


2020 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Udi Wahyudi ◽  
Bram Burnamajaya

Bullying merupakan perilaku negatif yang dilakukan secara berulang-ulang oleh seseorang atau sekelompok orang yang bersifat menyerang karena adanya ketidakseimbangan kekuatan antara pihak yang terlibat.Tindakan bullying dapat berdampak buruk bagi korban maupun pelakunya di masa depannya. Dampak tersebut meliputi kesepian, pencapaian akademik yang buruk, kesulitan penyesuaian (adaptasi), meningkatnya risiko penggunaan zat, keterlibatan dalam tindakan kriminal dan kerentanan gangguan mental emosional seperti cemas, insomnia, penyalahgunaan zat, depresi, mempunyai self-esteem rendah, kesulitan interpersonal, gangguan konsep diri, dan depresi (ketidakberdayaan). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dan ketidakberdayaan dengan risiko bunuh diri pada remaja yang mengalami bullying di SMA Negeri 7 Kota Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross-sectional study dengan bentuk pendekatan rancangan correlation study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 183 orang didapat dari teknik randomsampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji hubungan dengan menggunakan Chi-Square antara konsep diri dengan ketidakberdayaan didapatkan nilai ρ (0,000) lebih kecil daripada nilai α (0,05), sedangkan uji hubungan antara konsep diri dengan risiko bunuh diri didapatkan nilai ρ (0,013) lebih kecil daripada nilai α (0,05). Dengan demikian bahwa ada hubungan antara konsep diri dan ketidakberdayaan dengan risiko bunuh diri pada remaja yang mengalami bullying di SMA Negeri 7 Kota Bogor. Kata kunci: bullying, konsep diri, ketidakberdayaan, risisko bunuh diri SELF-CONCEPT AND INEQUALITY CONNECTED WITH RISK OF SELF-SUFFICIENT IN ADOLESCENTS WHO HAVE BULLYING ABSTRACTBullying is a negative behavior that is carried out repeatedly by a person or group of people who are attacking because of an imbalance of power between the parties involved. Bullying actions can have a negative impact on victims and perpetrators in the future. These impacts include loneliness, poor academic achievement, adaptation difficulties, increased risk of substance use, involvement in criminal acts and susceptibility to mental emotional disorders such as anxiety, insomnia, substance abuse, depression, low self-esteem, interpersonal difficulties, disturbances self concept, and depression (helplessness). The purpose of this study was to determine the relationship between self-concept and powerlessness with the risk of suicide in adolescents who experienced bullying in SMA Negeri 7 Kota Bogor. This research is a quantitative study using a cross-sectional study method with a correlation study design approach. The sample in this study amounted to 183 people obtained from random sampling techniques. The results showed that based on the results of the relationship test using Chi-Square between self-concept and powerlessness, the value of ρ (0,000) was smaller than the value of α (0.05), while the test of the relationship between self-concept and risk of suicide obtained a value of ρ (0.013 ) is smaller than the value of α (0.05). Thus that there is a relationship between self-concept and powerlessness with the risk of suicide in adolescents who experience bullying in SMA Negeri 7 Kota Bogor. Keywords: bullying, self-concept, helplessness, suicide risk


2020 ◽  
Vol 4 (1-3) ◽  
pp. 38
Author(s):  
Marie Christabelle ◽  
Bernie Endyarni Medise

Objective: In different parts of the world, Indonesia included, overweight and obese people are seen to have worse performance compared to their healthy counterparts. Although there were research that had been done to observe the relationship between overweight, obesity, and academic performance, the results obtained were still divided into significantly and non-significantly related.Methods: A cross-sectional study was done to 373 students from two different schools in South Jakarta on December 2017–January 2018. Data was obtained by measuring height and weight of the participant to get his/her nutritional status and the average of participant’s odd semester Continual Assessment and Semestral Assessment of Academic Year 2017/2018 to see if the result was higher or equal to the passing grade.Results: Data analysis with chi square test shows that there was no significant relationship between overweight, obesity, and academic performance (p = 0.452 for Indonesian Language and p = 0.476 for Mathematics) although overweight and obese students tend to have better performance in some exam.Conclusion: The events that lead to overweight, obesity, and one’s academic performance are all multifactorial that the relationship between the two is difficult to be determined.


2020 ◽  
Vol 2020 ◽  
pp. 1-9 ◽  
Author(s):  
Karima Mohtadi ◽  
Rajaa Msaad ◽  
Najwa Benalioua ◽  
Ali Jafri ◽  
Hasnaa Meftah ◽  
...  

Several studies had revealed that following the Mediterranean diet (MD) contributes to beneficial health status and a decreased risk of many chronic diseases. The aim of our study was to assess adherence to MD in Casablanca City and to identify the relationship between MD adherence and sociodemographic and lifestyle parameters. This cross-sectional study concerned 719 subjects with complete dietary data. Data collection was performed using a questionnaire including sociodemographic and lifestyle factors. The dietary intake was assessed with the use of a food-frequency questionnaire. The compliance with MD was evaluated with a simplified MD score. Our study showed that high adherence to the MD was characterized by high intakes of vegetables, fruits, pulses, fish, cereals, olive oil, and low meat and dairy consumption according to the Simplified MD score. As regard to the multivariate logistic, being a man, being married, persons with a level of education >6 years, luxurious housing, and consumption of alcohol were associated with a higher adherence to MD, while, the overweight was negatively associated with a higher adherence to MD. Maintaining the traditional MD pattern is crucial for public health; in this way, more research is needed in this area in order to precisely measure these associations.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document