scholarly journals Distribution of chlorophyll concentration in Mikawa Bay and its prediction from Landsat TM data

1997 ◽  
Vol 13 ◽  
pp. 237-241
Author(s):  
Shin-ichi Aoki ◽  
Nobuyuki Azuma ◽  
Terumasa Obayashi ◽  
Toshiyuki Toda ◽  
Kazuyoshi Nakatsuka
2019 ◽  
Vol 3 ◽  
pp. 405
Author(s):  
Emma Rahmawati ◽  
Anang Dwi Purwanto
Keyword(s):  

Kegiatan penambangan timah di daratan di wilayah Kabupaten Belitung Timur sudah berlangsung sejak lama terutama di wilayah Kecamatan Kelapa Kampit. Banyak penduduknya bekerja sebagai penambang timah, namun kegiatan penambangan tersebut semakin berkurang seiring dengan adanya kebijakan terkait penambangan yang lebih ke arah pelestarian lingkungan dan adanya kegiatan reklamasi dan revegetasi yang dilakukan di lahan pasca tambang timah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis gambaran perubahan penutup lahan dan menganalisis pola matapencaharian di Kecamatan Kelapa Kampit. Data penelitian yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer di antaranya berupa citra satelit Landsat TM akuisisi tahun 1995 dan Landsat 8 akuisisi tahun 2015 serta data hasil wawancara penduduk lokal. Data sekunder berupa data data dari pemerintah daerah setempat, dan lain-lain. Metode pemisahan obyek penutup lahan menggunakan teknik klasifikasi unsupervised (klasifikasi tak terbimbing). Setelah dilakukan proses reclass, maka dihasilkan 8 (delapan) kelas penutup lahan diantaranya: Awan (no data), Hutan, Ladang/Semak, lahan tambang, permukiman, perkebunan dan tubuh air. Analisis deskriptif kualitatif dilakukan untuk melihat hubungan perubahan penutup lahan dengan pola mata pencaharian masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan terjadi kondisi yang kontradiktif antara lahan tambang dan hutan dengan lahan perkebunan kelapa sawit. Kondisi luasan lahan tambang dan hutan dari tahun 1994 – 2015 mengalami penurunan, sedangkan luasan lahan perkebunan kelapa sawit mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Seiring dengan perubahan penutup lahan tersebut, terjadi penurunan jumlah buruh harian lepas dimana penambang inkonvensional termasuk didalamnya. Terjadi peralihan mata pencaharian yang awalnya mengandalkan penambangan, saat ini menjadi semakin banyak pilihan mata pencaharian yang dapat dipilih oleh masyarakat Kecamatan Kelapa Kampit.


2005 ◽  
Vol 70 (595) ◽  
pp. 91-96
Author(s):  
Minghao PIAO ◽  
Ikuo SAITO ◽  
Osamu ISHIHARA
Keyword(s):  

2004 ◽  
Vol 12 (6) ◽  
pp. 563-573 ◽  
Author(s):  
Terence P. Boyle ◽  
Sandra M. Caziani ◽  
Robert G. Waltermire
Keyword(s):  

2021 ◽  
Vol 13 (5) ◽  
pp. 2477
Author(s):  
Kleopatra-Eleni Nikolaou ◽  
Theocharis Chatzistathis ◽  
Serafeim Theocharis ◽  
Anagnostis Argiriou ◽  
Stefanos Koundouras ◽  
...  

Under the current and future climate crisis, a significant rise in soil salinity will likely affect vine productivity in several Mediterranean regions. During the present research, the rootstock effects on salinity tolerance of Merlot and Cabernet Franc grapevine cultivars were studied. In a pot hydroponic culture, own-rooted Merlot and Cabernet Franc grapevine cultivars or grafted onto the rootstocks 1103 P and 101-14 Mgt were drip-irrigated with saline water. A completely randomized 3 × 2 × 2 factorial experiment was designed with two vine rootstocks or own-rooted vines, two scion cultivars, and 100 mM NaCl salinity or control treatments, with six replications. A significant effect of scion cultivar, rootstock, and salinity was observed for most of the measured parameters. At the end of salinity stress period, leaf, shoot, root, and trunk nutrient concentrations were measured. Salinity stress increased Chloride (Cl−) and Sodium (Na+) concentrations in all parts of the vines and decreased leaf concentrations of Potassium (K+), Calcium (Ca+2), Magnesium (Mg+2), Nitrogen (N), and Iron (Fe). In contrast, salinity stress increased leaf Boron (B) concentrations, whereas that of Manganese (Mn) remained unaffected. Leaf chlorophyll concentration decreased from 42% to 40% after thirty and sixty days of salt treatment, respectively. A similar trend was observed for the CCM-200 relative chlorophyll content. Salinity significantly decreased steam water potential (Ws), net CO2 assimilation rate (A), and stomatal conductance(gs) in all cases of grafted or own-rooted vines. Sixty days after the beginning of salt treatment, total Phenolics and PSII maximum quantum yield (Fv/Fm) decreased significantly. The rootstock 1103 P seems to be a better excluder for Na+ and Cl− and more tolerant to salinity compared to 101-14 Mgt rootstock.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document