Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan sejenis polong-polongan yang dapat dimakan buah, biji, dan daunnya dimanfaatkan orang sebagai sayuran. Masalah yang timbul pada budidaya buncis yaitu menurunya kualitas serta produktifitas hasil panen akibat serangan hama dan penyakit. Serangan hama dan penyakit menyebabkan ukuran buncis berbeda-beda serta warnanya yang kurang menarik sehingga harga jual di pasaran pun rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis hama dan penyakit pada tanaman buncis dan mengetahui pengendalian hama terpadu yang tepat untuk mengendalikan hama dan penyakit. Manfaat yang didapatkan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui intensitas serangan hama dan penyakit yang menyerang tanaman buncis dengan cara pengamatan langsung dan menentukan pengelolaan organisme penganggu tanaman yang efektif dan efisien untuk menekan serangan hama dan penyakit. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa hama yang menyerang tanaman buncis adalah siput (Achatina fulica), belalang coklat (Phlaeoba fumosa), ulat buah (Helicoverpa armigera), dan kepik emas (Aspidomorpha sanctaecrucis ). Penyakit yang ditemukan adalah Penyakit Damping Off (Phytium sp.), karat (Puccinia recondita), Hawar Daun (Xanthomonas campestris). Status serangga hasil pengamatan adalah hama sebesar 42,8%, musuh alami sebesar 57,1% dan serangga lain sebesar 0%. Rekomendasi pengelolaan lahan tanaman buncis adalah dengan mengatur pola tanam, penggunaan musuh alami untuk mengendalikan populasi hama dan penyakit, serta penggunaan bahan organik sebagai tambahan nutrisi tanah.