scholarly journals Implementasi Algoritma Dijkstra Dalam Penentuan Jalur Terpendek Di Yogyakarta Menggunakan GPS Dan Qt Geolocation

2013 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
Author(s):  
Blasius Neri Puspika ◽  
Antonius Rachmat Chrismanto ◽  
Erick Kurniawan

With the development of information technology, the map is no longer in the form of sheet or book. Currently there is a digital map services already invested in mobile devices. Google Maps is one of the leading providers of online digital map which can be accessed using the Application Programming Interface (API) is available using tools such as Qt. Qt is a C + + framework which provides a library to get the location using a GPS device to the library QtGeolocation. By implementing Dijkstra's algorithm, the problem of determining the shortest path towards a desired location of a user's location can be overcome. This study discusses how to implement the algorithm to find the shortest path Djikstra in Yogyakarta-based mobile devices.

2019 ◽  
Vol 1 (01) ◽  
pp. 45-55
Author(s):  
Aab Abdus Salam ◽  
Fahmi Fahmi

Sistem otonomi daerah yang baru mewajibkan pemerintah daerah untuk mengelola aset-aset yang dimiliki oleh masing-masing daerah tersebut. Dalam hal ini pengelolaan aset meliputi pencatatan, pembukuan, pelaporan, pengarsipan dan penghapusan aset. Salah satu faktor penghambat dalam pengelolaan aset daerah yang ada di Kota Cirebon yaitu kurangnya informasi mengenai lokasi aset yang ada di Kota Cirebon, karena data yang disajikan masih belum memiliki data spasial (keruangan) yang berisi titik-titik koordinat suatu aset daerah (fasilitas sosial dan fasilitas umum). Sistem informasi geografis dibangun dengan tujuan dapat memenuhi keperluan informasi yang cepat, lengkap dan tepat sehingga dapat mempermudah pemerintah daerah dalam pengelolaan aset yang dimilikinya. SIG ini dapat memberikan data-data berupa data spasial beserta dengan atribut-atributnya dalam bentuk geografis yang ditampilkan dalam peta digital dengan bantuan Google MAPS API (Application Programming Interface) dari Google yang mampu memetakan aset-aset daerah beserta rute untuk menuju ke aset tersebut, sehingga informasi yang diperoleh menjadi dinamis dan lebih menarik serta lebih mudah untuk dipahami.


Author(s):  
Abd. Wahab Syahroni ◽  
Ubaidi Ubaidi

Penelitian ini membahas tentang pemberian informasi keamanan dan kesehatan warga kepada aparat desa secara digital menggunakan smartphone android di desa waru barat, kabupaten pamekasan, madura, jawa timur. Penerapan aplikasi ini akan memberikan respon yang cepat oleh aparat desa terhadap laporan tindakan kejahatan dan kesehatan yang dialami oleh warga. Pengembangan aplikasi dalam penelitian ini menggunakan metode prototyping. Beberapa langkah dalam pengembangan aplikasi menggunakan metode prototyping antara lain initial requirement, design prototyping, protototype, client evaluation, review and updating, development, test dan maintain. Fitur yang terdapat dalam aplikasi ini antara lain laporan darurat keamanan dan laporan darurat kesehatan. Ketika warga menekan tombol darurat keamanan maka aplikasi akan mengirim data GPS warga melalui bantuan Application  Programming  Interface  (API)  di  Google Maps ke server aplikasi yang terdapat di balai desa, aparat desa akan mengkonfirmasi laporan dan akan meneruskan kepada petugas keamanan. Petugas keamanan akan menuju ke lokasi yang diberikan. Demikin juga dengan laporan kesehatan, ketika warga menekan tombol darurat kesehatan, maka aplikasi akan mengirim data GPS warga ke server aplikasi yang terdapat di balai desa, aparat desa akan mengkonfirmasi laporan dan akan meneruskan kepada petugas kesehatan. Petugas kesehatan akan menuju ke lokasi yang diberikan. Aplikasi ini telah di uji coba di desa waru barat. Dari hasil ujicoba menggunakan metode blackbox dapat disimpulkan bahwa semua fungsionalitas sistem sudah dapat berjalan dengan baik. Sedangkan hasil survei menggunakan skala likert terhadap 100 warga mengenai kepuasan terhadap penggunaan aplikasi ini adalah setuju, ditunjukan dengan nilai indeks kepuasan bernilai 70,8%


2020 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
Author(s):  
Kenneth D. Mandl ◽  
Daniel Gottlieb ◽  
Joshua C. Mandel ◽  
Vladimir Ignatov ◽  
Raheel Sayeed ◽  
...  

AbstractThe 21st Century Cures Act requires that certified health information technology have an application programming interface (API) giving access to all data elements of a patient’s electronic health record, “without special effort”. In the spring of 2020, the Office of the National Coordinator of Health Information Technology (ONC) published a rule—21st Century Cures Act Interoperability, Information Blocking, and the ONC Health IT Certification Program—regulating the API requirement along with protections against information blocking. The rule specifies the SMART/HL7 FHIR Bulk Data Access API, which enables access to patient-level data across a patient population, supporting myriad use cases across healthcare, research, and public health ecosystems. The API enables “push button population health” in that core data elements can readily and standardly be extracted from electronic health records, enabling local, regional, and national-scale data-driven innovation.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document