scholarly journals When is Market Incompleteness Irrelevant for the Price of Aggregate Risk (and When is it Not)?

Author(s):  
Hanno N. Lustig ◽  
Dirk Krueger
Author(s):  
T. Nikolenko ◽  
L. Semina

The research topic is relevant in connection with the growing need to implement innovative projects that increase the level of the national economy. High risks and significant initial investments have determined the need to develop the most accurate methods for evaluating the effectiveness of innovations. The article describes the stages of analysis of an innovative project for the introduction of 5G technology. Calculations are presented that allow us to obtain a single criterion for choosing the most optimal project implementation option. The developed methodology takes into account both standard investment performance indicators and the level of aggregate risk, as a result of which project execution scenarios with unacceptable criteria are excluded under the specified constraints. The advantage of the described method is the simplicity of calculations and the absence of the need for a large amount of initial information about the project. In the conclusion of the study, the author's recommendations on the organization of effective deployment of the fifth-generation network in the Russian Federation are given.


2020 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 55
Author(s):  
Muhammad Arif ◽  
Fis Purwangka ◽  
Retno Muninggar

PER.08/MEN/2012 menyatakan bahwa pelabuhan tipe A harus memiliki industri pengolahan ikan dan industri penunjang lainnya. Keberadaan industri tersebut berdampak positif bagi masyarakat sekitar dan juga kepada nelayan, dimana hasil tangkapan nelayan selalu laku terjual dikarenakan adanya industri-industri yang membelinya. Hasil survei awal oleh peneliti didapatkan bahwa pihak pengelola pelabuhan sudah merencanakan pembangunan industri pengolahan ikan namun belum adanya kajian yang membahas terkait analisis risiko. Analisis risiko penting dilakukan untuk menghindari terjadinya kerugian berupa biaya, mutu dan waktu pada perencanaan industri. Dalam upaya untuk menghindari hal tersebut, maka tujuan penelitian ini yaitu menetapkan risiko prioritas dalam perencanaan industri pengolahan ikan di PPS Kutaraja. Metode yang digunakan yaitu House of Risk (HOR) untuk menentukan penyebab risiko yang menjadi prioritas untuk dilakukan tindakan mitigasi berdasarkan nilai Aggregate  Risk Potential (ARP) teringgi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 11 penyebab risiko yang menjadi prioritas tertinggi untuk dilakukan mitigasi. Penyebab risiko tertinggi yaitu ketidakcukupan aliran kas (A13) dengan nilai ARP 423 dan nilai kumulatif ARP 11,22%, sedangkan penyebab risiko pada prioritas terendah yaitu kekurangan sarana dan prasarana produksi (A2) dengan nilai ARP 144 nilai kumulatif ARP 76,93%.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document