The Consumption, Income, and Well-Being of Single Mother Headed Families 25 Years After Welfare Reform

2021 ◽  
Author(s):  
Jeehoon Han ◽  
Bruce Meyer ◽  
James X. Sullivan
Author(s):  
Evi Kurniasari Purwaningrum ◽  
Nuraida Wahyu Sulistyani

Kehilangan pasangan akibat kematian menimbulkan duka yang mendalam bagi wanita. Kehidupan selanjutnya yang harus ia lalui sendiri tanpa seorang suami menimbulkan kecemasan akan masa depan dan rasa frustasi. Peran sebagai orang tua tunggal berarti wanita harus menjalankan peran ganda sebagai ibu sekaligus sebagai ayah bagi anak-anaknya, single mother memiliki tanggung jawab yang lebih sulit dan lebih rumit dibandingkan sebelumnya. Penelitian ini ditujukan untuk mengungkap dan mendeskripsikan psychological well being pada wanita dewasa madya dengan status single parent karena kematian pasangan dengan mengunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data mengunakan teknik wawancara mendalam terhadap 4 orang subyek dan significan other. Rentang usia subyek 40 s.d 50 tahun. Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam psychological well being pada single mother karena kematian pasangan yaitu cara kematian pasangan, cara individu memandang peristiwa yang dialami, kemampuan untuk beradaptasi dan mengatasi peristiwa yang mereka alami, religiusitas, penerimaan diri, kelekatan pada pasangan, hubungan dengan orang lain, otonomi, tujuan hidup, penguasaan lingkungan dan pertumbuhan pribadi.Kata kunci: Psychological well being, wanita single parent, kematian pasangan


Author(s):  
Brian Burgoon

This chapter explores the empirical challenges of understanding the socioeconomic implications of social investment welfare reform. Such understanding is crucial to gauging the pay-offs and pitfalls of social investment, but is also extremely difficult, given the complex character of social investment and its multiple and interacting consequences for work and well-being. Such complexity, the chapter contends, yields an unusually strong tension between relevance and rigour that dooms any dialogue among social scientists and practitioners with clashing methodological commitments. The present study argues in favour of a practical pluralism to facilitate such dialogue. This pluralism entails combining and comparing empirical work across the full spectrum of relevance and rigour. The chapter illustrates the problems and pluralist solutions with a combination of macro-country-year and macro-individual-year analysis of how active labour-market policies (ALMP) affect the poverty of vulnerable citizens.


2005 ◽  
Vol 41 (6) ◽  
pp. 919-932 ◽  
Author(s):  
Pamela Morris ◽  
Greg J. Duncan ◽  
Elizabeth Clark-Kauffman

2001 ◽  
Vol 47 (1) ◽  
pp. 81-104 ◽  
Author(s):  
Bradford F. Mills ◽  
Jefferey R. Alwang ◽  
Gautam Hazarika

Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document