Color displays and flexible displays using quick-response liquid-powder technology for electronic paper

2007 ◽  
Vol 15 (2) ◽  
pp. 127 ◽  
Author(s):  
Ryo Sakurai ◽  
Shingo Ohno ◽  
Shin-ichi Kita ◽  
Yoshitomo Masuda ◽  
Reiji Hattori
2008 ◽  
Vol 16 (1) ◽  
pp. 155 ◽  
Author(s):  
Ryo Sakurai ◽  
Reiji Hattori ◽  
Michihiro Asakawa ◽  
Takuro Nakashima ◽  
Itsuo Tanuma ◽  
...  

2008 ◽  
Vol 39 (1) ◽  
pp. 1819 ◽  
Author(s):  
Masayuki Nishii ◽  
Ryo Sakurai ◽  
Kanji Tanaka ◽  
Shingo Ohno ◽  
Shinya Tsuchida ◽  
...  

2007 ◽  
Vol 38 (1) ◽  
pp. 1462-1465 ◽  
Author(s):  
Ryo Sakurai ◽  
Reiji Hattori ◽  
Michihiro Asakawa ◽  
Takuro Nakashima ◽  
Itsuo Tanuma ◽  
...  

Nanomaterials ◽  
2020 ◽  
Vol 10 (12) ◽  
pp. 2482
Author(s):  
Yifan Wu ◽  
Jianshe Ma ◽  
Ping Su ◽  
Lijun Zhang ◽  
Bizhong Xia

Emerging technologies, such as smart wearable devices, augmented reality (AR)/virtual reality (VR) displays, and naked-eye 3D projection, have gradually entered our lives, accompanied by an urgent market demand for high-end display technologies. Ultra-high-resolution displays, flexible displays, and transparent displays are all important types of future display technology, and traditional display technology cannot meet the relevant requirements. Micro-light-emitting diodes (micro-LEDs), which have the advantages of a high contrast, a short response time, a wide color gamut, low power consumption, and a long life, are expected to replace traditional liquid-crystal displays (LCD) and organic light-emitting diodes (OLED) screens and become the leaders in the next generation of display technology. However, there are two major obstacles to moving micro-LEDs from the laboratory to the commercial market. One is improving the yield rate and reducing the cost of the mass transfer of micro-LEDs, and the other is realizing a full-color display using micro-LED chips. This review will outline the three main methods for applying current micro-LED full-color displays, red, green, and blue (RGB) three-color micro-LED transfer technology, color conversion technology, and single-chip multi-color growth technology, to summarize present-day micro-LED full-color display technologies and help guide the follow-up research.


1998 ◽  
Vol 08 (PR2) ◽  
pp. Pr2-269-Pr2-272 ◽  
Author(s):  
P. Jansson ◽  
M. Persson
Keyword(s):  

Author(s):  
Y. Polyakov ◽  
◽  
I. Begishev ◽  
A. Belikov ◽  
◽  
...  

2016 ◽  
Vol 10 (1) ◽  
Author(s):  
Novan Adi Musthofa, Siti Mutrofin, Mohamad Ali Murtadho

Dengan berkembangnya teknologi informasi, sering sekali terjadi penyelewengan dokumen terutama pada dokumen-dokumen cetak. Dokumen merupakan salah satu data yang sangat penting, karena dokumen merupakan sumber informasi yang diperlukan oleh suatu instansi, organisasi, negara, maupun individu. Tanpa dokumen, maka seseorang akan kehilangan data-data yang diperlukan untuk kegiatan di masa yang akan datang. Pemalsuan dokumen sangat mudah dilakukan dengan cara meniru bentuk serta isi dari suatu dokumen. Penelitian sebelumnya pernah dilakukan, namun dalam objek yang berbeda. Pemalsuan dokumen dapat diatasi dengan menggunakan Quick Response (QR) Code. QR Code mampu menyimpan semua jenis data, seperti data angka/numerik, alphanumeric, biner, kanji/kana. Selain itu QR Code memiliki tampilan yang lebih kecil daripada barcode. Untuk dapat membuat QR Code suatu dokumen maka dibuatlah sebuah aplikasi yaitu aplikasi Validasi Dokumen. Aplikasi Validasi Dokumen dirancang dengan menggunakan metode waterfall serta menggunakan perancangan Unified Modelling Language (UML). Bahasa pemrograman yang digunakan yaitu bahasa pemrograman PHP: Hypertext Preprocessor (PHP) dengan database MySQL. Sebelum QR Code dibuat, terlebih dahulu data dokumen dienkripsi dan kemudian dijadikan QR Code. Hasil pemindaian QR Code berupa Uniform Resource Locator (URL) yang mengarah pada data dokumen. Ketika URL dijalankan pada web browser, sistem melakukan deskripsi pada URL, kemudian dicocokkan dengan database, dan selanjutnya ditampilkan ke web browser. Hasil akhir aplikasi Validasi Dokumen berupa QR Code yang digunakan untuk menyimpan URL yang  menunjukkan bahwa dokumen memang benar-banar dokumen yang resmi (bukan ilegal) dari suatu instansi. Pada uji coba penelitian ini juga dilakukan perbandingan kinerja dengan 3 aplikasi yang sejenis, 3 aplikasi pembanding tersebut dipilih karena memiliki hasil visual QR Code yang hampir mirip, namun jika dilakukan scanning memiliki hasil yang berbeda, karena fiturnya juga berbeda. Berdasarkan hasil pengujian dengan 3 pembanding aplikasi yang sejenis, dengan menggunakan aplikasi yang diusulkan dalam penelitian ini, pemalsuan dokumen dapat dihindari dengan menggunakan aplikasi Validasi Dokumen selama tidak ada ikut campur orang dalam (superadmin/admin) dalam melakukan praktik pemalsuan dokumen. Pada penelitian selanjutnya dapat dilakukan perbaikan kelemahan aplikasi ini, yaitu agar tidak menampilkan URL, namun hasil pemindai QR Code, langsung dapat menampilkan detail isi dokumen.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document