scholarly journals Rancang Bangun Aplikasi Konversi Bahasa Isyarat Ke Abjad dan Angka Berbasis Augmented Reality dengan Teknik 3D Object Tracking

2017 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 25
Author(s):  
Ane Annisa ◽  
Nurul Hiron ◽  
Muhammad Adi Khairul Anshary
2016 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 177
Author(s):  
Unang Rio ◽  
Susi Erlinda ◽  
Dwi Haryono

Intisari  - Provinsi Riau terletak di lokasi yang strategis dan memiliki kekayaan keindahan alam dan budaya  yang  unik,  Riau  menawarkan  banyak  tempat  wisata  baik alam dan  budaya.  Tujuan  dari penelitian ini untuk membuat aplikasi  yang membantu masyarakat  untuk mendapatkan informasi objek wisata unggulan di Provinsi Riau. Salah satu faktor yang menyebabkan kurang berkembangnya sektor pariwisata di Provinsi Riau saat ini adalah karena pengelolaan informasi yang bersifat promosi dan belum mampu memaksimalkan ketersediaan teknologi informasi yang tersedia. Penggunaan teknologi augmented reality adalah teknologi yang menggabungkan benda maya tiga dimensi ke dalam  sebuah  lingkungan  tiga-dimensi  nyata  dan  kemudian  memproyeksikan  benda-benda  maya secara real time. Markerless objek wisata unggulan adalah bono surfing, balap alur, tongkang bahan bakar, pantai Rupat, istana siak dan Candi Muara Takus. pembuatan obyek dan membaca penanda scan dari kamera menggunakan teknik markerbase dan Markerless dengan objek Pelacakan metode 3D dan algoritma SIFT (Skala Fitur invarian Transform). Proses yang terkandung dalam deteksi obyek membaca gambar, mempertajam gambar dengan memanfaatkan High Pass Filter; membaca gambar dari metode SIFT bahwa proses akan menghasilkan deteksi titik. Hasil pengujian untuk melihat efek dari jarak antara smartphone kamera dengan spidol, jarak yang diperoleh sangat ideal untuk menampilkan objek 3D, sampai 40 cm. pengujian aplikasi ARRiauTouris mampu mendeteksi penanda dengan jarak dekat 10 cm dan jarak maksimum 67 cm, dan memperoleh waktu rata-rata untuk objek (mean) antara 0,80 detik menjadi 0,93 detik. Kata kunci: obyek wisata, augmented reality, 3D pelacakan objek, provinsi riau


2019 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 104-111
Author(s):  
Nadia Muis Farhany ◽  
Septi Andryana ◽  
Ratih Titi Komalasari

Museum Fatahillah dan Museum Wayang merupakan Museum Sejarah yang berada dikawasan kota tua Jakarta. Namun masalah yang terjadi saat ini adalah kurangnya media untuk mengenalkan kembali sejarah dan pengetahuan berdirinya Museum Fatahillah dan Museum Wayang Maka pada penelitian ini, dirancanglah sebuah aplikasi Augmented Reality berbasis Android sebagai media informasi menggunakan metode markerless 3D Object Tracking. Aplikasi Augmented Reality museum ini menyediakan ftur- fitur yang dapat menarik pengguna dalam mencari informasi. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu berupa sebuah 3D object dengan tambahan informasi berupa teks dan video Animasi, yang bertujuan sebagai salah satu pembelajaran alternativ berbasis teknologi.


2018 ◽  
Vol 4 (1) ◽  
pp. 46 ◽  
Author(s):  
Andria Kusuma Wahyudi ◽  
Yermia J. Kairupan ◽  
Yana C. Masengi

Pengenalan struktur jantung manusia atau yang dikenal dengan istilah anatomi menjadi sangat penting khususnya dalam bidang kedoteran dan keperawatan. Media penunjang yang digunakan sebagai pengenalan anatomi jantung pada umumnya berupa buku cetak, gambar 2D, alat peraga dan patung. Augmented Reality menjadi salah satu tools yang dapat digunakan untuk menghasilkan pembelajaran yang mendalam. Paper ini mengambil kesempatan membuat aplikasi pengenalan anatomi jantung manusia dalam bentuk 3D, dengan menggunakan teknologi Augmented Reality yang digabungkan dengan teknik 3D object tracking. Penelitian ini mencoba untuk membuat inovasi agar objek 3D virtual yang di tampilkan tidak hanya dapat di lihat saja namun dapat di genggam secara fisik. Pengguna dapat menggunakan smartphone untuk melakukan tracking pada sebuah kubus yang di desain khusus untuk menampilkan object 3D jantung. Penelitian ini memberikan inovasi dalam menampilkan objek 3D yang terdiri dari enam sisi marker yang dapat di tracking bersama sama. Teknik ini memberikan efek objek 3D dapat di pegang dalam genggaman tangan pengguna. Hasil akhir berupa apps Android yang dapat menjadi contoh dalam pengembagan aplikasi AR untuk edukasi alat peraga. Aplikasi kemudian diuji pada berbagai smartphone yang berbeda untuk mencari tahu jarak efektif melakukan tracking, intensitas cahaya, tingkat kestabilan memegang smartphone dan waktu yang di butuhkan dalam mendeteksi marker. Hasilnya dapat menjadi panduan dalam perancangan alat peraga dan model pengujian pada aplikasi augmented reality.Keywords : Jantung manusia, Anatomi, Augmented Reality, Android, 3D Object Tracking


Sensors ◽  
2021 ◽  
Vol 21 (9) ◽  
pp. 2894
Author(s):  
Minh-Quan Dao ◽  
Vincent Frémont

Multi-Object Tracking (MOT) is an integral part of any autonomous driving pipelines because it produces trajectories of other moving objects in the scene and predicts their future motion. Thanks to the recent advances in 3D object detection enabled by deep learning, track-by-detection has become the dominant paradigm in 3D MOT. In this paradigm, a MOT system is essentially made of an object detector and a data association algorithm which establishes track-to-detection correspondence. While 3D object detection has been actively researched, association algorithms for 3D MOT has settled at bipartite matching formulated as a Linear Assignment Problem (LAP) and solved by the Hungarian algorithm. In this paper, we adapt a two-stage data association method which was successfully applied to image-based tracking to the 3D setting, thus providing an alternative for data association for 3D MOT. Our method outperforms the baseline using one-stage bipartite matching for data association by achieving 0.587 Average Multi-Object Tracking Accuracy (AMOTA) in NuScenes validation set and 0.365 AMOTA (at level 2) in Waymo test set.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document