scholarly journals Design and Development of an Automatic Watering System Based on Bash Shell with OpenWRT Platform on Chili Plants

Author(s):  
Irham Son’Aniy ◽  
Bambang Sugiantoro

Indonesia is an agrarian country. Because of the wide agriculture area, Indonesia became the exporter country in agriculture sector. Nowadays,  the developments in every fields are  always  increasing. One of those field is technology. Technology should  give some  contributions which can develop the agriculture field. One of the contribution that can be done is automatic watering system on chili, so it become easier for the farmers to control the chili. The automatic watering system use internet technology to control a device from distance. This chili’s automatic watering system based on bash shell with openWRT platform. This  system  was  made to help farmers watering the chili automatically. The methods that used in this system can be based on the soil’s moisture, time, or manual. Soil’s moisture based method used soil moisture, that tool can measure the ground’s  moisture and automatically send order to the device. This system can reduce delays of the chili’s daily treatment, so the  chili’s  production  will  be  increasing.  This  system development used SLDC (Systems Development Life Cycle) method. Automatic watering system with openWRT platform can help farmers in watering and controlling chili. The system can perform the function of automatic watering feature and functionality can run well.

2021 ◽  
Vol 11 (1) ◽  
pp. 12-22
Author(s):  
Kwadwo Kyeremeh

During the time half of the twentieth century, the utilization of Programmed computers has become huge. As an outcome, software programming has turned out to be increasingly differing and complex. Also, there are expanding requests on software programming – it must be less expensive, have more usefulness, be conveyed speedier, and be of higher quality than already. In the constantly changing environment and society of programming advancement, the procedures and strategies utilized when growing little projects are not adequate while developing extensive frameworks. As one response to this, distinctive improvement lifecycle models have been characterized. This paper portrays the three fundamental sorts of systems Development lifecycle models, from the successive models using incremental models to transformative models. The iterative advancement technique is additionally examined, and we additionally intricate the association of advancement lifecycle models to two rising fields in programming designing: programming design and part-based programming advancement.


2019 ◽  
Vol 2 (3) ◽  
pp. 38
Author(s):  
Nuraini Purwandari

Kalbis Institute Cooperative is an association established at Kalbis Institute, one of the private universities in East Jakarta. One of the business activities in this Cooperative is buying and selling merchandise contained in a store called Kstore. Currently, the Kstore sales system is still conventional waiting for customers to come to the store so it is less effective because the customer must come directly to the store to find and choose the desired goods. E-commerce is a process of selling and purchasing products or services that are done electronically through a computer network or internet. E-commerce can be used in managing Kstore to improve and simplify business process activities. This study aims to build Kstore merchandise buying application online. System development method used is Web Development Life Cycle (WDLC). The results of this research is e-commerce website to facilitate customers in conducting transactions as well as promotions or product offerings, and ordering products anytime and anywhere by utilizing internet technology.


Author(s):  
Jacqueline H. Jewkes

This chapter discusses the steps necessary to incorporate appropriate Scrum procedures into maintenance and enhancement projects on legacy systems, developed and maintained using a systems development life cycle (SDLC). It considers the benefits of introducing a more modular approach to system development, where the characteristics of existing systems have created interdependent modules, functions, and application architecture. Although these systems represent an investment in money, resources, time, and knowledge that make decommissioning them inexpedient, the process can and must be improved and incorporating Scrum procedures and practices will improve the success rate of maintenance and enhancements to these systems.


2018 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 199-205
Author(s):  
Achmad Behori ◽  
Badrul Alamin

The process of recording the results of meetings conducted by the notulen of the meeting and then copy back the results of meetings decision into Ms.Word causes doubled the work, the delivery model of meeting results still requires a long process so that socialize well which certainly takes quite a long time. In addition, at the meeting results of its realization could not reach the lowest level of management of the boarding schools, so many 'umana (caretaker) that sometimes do not know the of meeting results that have been approved by a caregiver .  To resolve this problem need a special system to improve management of the meeting results, so that in practice the meeting results may socialize well and real-time. On this research proposed by using the design of the system development life cycle SDLC model, i.e. (Systems Development Life Cycle). This model is used in order to be on the design of this e-notulen meeting can be made with the needs of users and in accordance with the rules of development of the system. The proposed system will be created with web based programming language PHP and the MySQL database. The system is expected to help the workload of the meeting (Secretary) and document well the meeting results, give notification of the schedule of meetings and resolutions of the meeting can be easily socialize to each line with a good, fast and accurate. The results of this research is with the applied system "e-notulen of the meeting at boarding schools Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo" which could be handling big scheduling the meeting, the results, also meeting of socialization to each Executive Board under the boarding schools.


ICIT Journal ◽  
2020 ◽  
Vol 6 (2) ◽  
pp. 195-204
Author(s):  
Witta Listiya Ningrum

Jakarta merupakan Ibukota Negara Indonesia yang memiliki kekayaan berupa kuliner yang beragam. Tetapi seiring berjalannya waktu, makanan khas Jakarta tergeser oleh makanan luar negeri yang masuk ke kota Jakarta. Hal ini membuat masyarakat kurang minat terhadap makanan khas kota jakarta. Aplikasi Resep Jakarta berisi berbagai resep makanan khas Jakarta yang diharapkan aplikasi ini dapat membantu masyarakat dalam membuat makanan kuliner Indonesia khususnya menu makanan Jakarta. Aplikasi ini dibuat menggunakan Android Studio. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam pembuatan resep Jakarta adalah SDLC (System Development Life Cycle). Tahapan pertama dilakukan adalah perencanaan, tahapan perancangan, impelementasi dan uji coba. Aplikasi ini sudah dilakukan pengujian, yaitu pengujian menggunakan metode Black-box. Hasil dari uji coba yaitu semua fungsi berjalan dengan baik sesuai harapan. Kata Kunci : Aplikasi, Jakarta, Android, SDLC, Makanan


2017 ◽  
Vol 15 (1) ◽  
Author(s):  
Restu Yoga Setia ◽  
Deasy Permatasari ◽  
Wahyuni Yuni

Aplikasi Multimedia pembelajaran sebagai salah satu media yang dapatdigunakan dalam penyampaian materi di sekolah, memberikan dampak positifbagi Guru dan Siswa dalam hal pemanfaatan perangkat digitalisasi danTeknologi Informasi di era Globalisasi saat ini. Hal ini termasuk pula memanfaatkan E-Learning yang pada saat ini merupakan media komunikatif dalam Proses Belajar Mengajar (PBM). Mata pelajaran Pendidikan LingkunganHidup (PLH) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang salah satunyamempelajari sub bab materi tentang bencana alam. Dalam Proses PBM disekolah khususnya tingkat Menengah Pertama, rata-rata secara umum Gurusebagai penyampai materi masih menggunakan metode pembelajaran danmedia yang bersifat konvensional, yaitu hanya dengan memanfatkan metodeinteraksi langsung dengan siswa dan media buku-buku pelajaran tanpa ataubahkan tidak sama sekali memanfaatkan perangkat Teknologi Informasi (IT).Hal tersebut menyebabkan siswa harus menalar kronologis kejadian bencanaalam yang dirasakan agak menyulitkan baik bagi pihak Guru maupun Siswadalam memahami materi pelajaran karena akan lebih baik apabila terdapatmedia yang dapat memperlihatkan dengan jelas tentang fenomena bencanaalam dengan menggunakan aplikasi multimedia sebagai media yang dapatmembantu secara visualisasi dalam bentuk video animasi, sehingga materiakan lebih mudah dipahami dan ditalar oleh siswa. Metode pengembangansistem yang digunakan adalah model SDLC (System Development Life Cycle)atau Waterfall. Karena model ini bertujuan menghasilkan sistem dengankualitas yang tinggi, memenuhi harapan penggunanya, tepat dalam waktu danbiaya, bekerja dengan efektif dan efisien dalam infrastruktur TeknologiInformasi yang ada atau yang direncanakan, serta murah dalam perawatan danpengembangan lebih lanjut. Berdasarkan permasalahan diatas, maka dibuatlahsebuah “Aplikasi Multimedia Pembelajaran Pendidikan Lingkungan HidupTentang Bencana Alam”. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu siswa dalammempelajari materi Pendidikan Lingkungan Hidup tentang bencana alamdengan menonjolkan objek gambar, suara, animasi video, animasi yangmenarik dan interaktif yang diharapkan akan dapat berfungsi dalam membantudalam PBM.


2016 ◽  
Vol 14 (1) ◽  
Author(s):  
Rani Susanto ◽  
Anna Dara Andriana

System Development Life Cycle atau yang lebih dikenal dengan istilah SDLC adalah metodologi umum yang digunakan untuk mengembangkan sistem informasi. SDLC terdiri dari beberapa fase yang dimulai dari fase perencanaan, analisis, perancangan, implementasi hingga pemeliharaan sistem. Konsep SDLC ini mendasari berbagai jenis model pengembangan perangkat lunak untuk membentuk suatu kerangka kerja untuk perencanaan dan pengendalian pembuatan sistem informasi. Model-model SDLC yang sering digunakan antara lain Waterfall dan Prototyping. Pembahasan mengenai model pengembangan perangkat lunak ini terdapat di salah satu materi di mata kuliah Analisis dan Desain Sistem Informasi yang ada di program studi Teknik Informatika yaitu di Bab 2 Pengembangan Sistem Informasi.Hasil perbandingan dari kedua model tersebut menyatakan bahwa model waterfall lebih cocok untuk sistem atau perangkat lunak yang bersifat generik, artinya sistem dapat diidentifikasi semua kebutuhannya dari awal dengan spesifikasi yang umum. Sesuai dengan karakteristik model ini, contoh topik Tugas Akhir/Skripsi yang cocok jika menggunakan model ini adalah tugas akhir/skripsi yang memiliki tujuan untuk membangun sebuah sistem dari awal yang mengumpulkan kebutuhan sistem yang akan dibangun sesuai dengan topik penelitian yang dipilih sampai dengan produk tersebut diuji. Sedangkan prototyping lebih cocok untuk sistem atau perangkat lunak yang bersifat customize, artinya software yang diciptakan berdasarkan permintaan dan kebutuhan (bahkan situasi atau kondisi) tertentu. Sesuai dengan karakteristik model ini contoh topik Tugas Akhir/Skripsi yang cocok jika menggunakan model ini adalah tugas akhir/skripsi yang memiliki tujuan untuk mengimplementasikan sebuah metode atau algoritma tertentu pada suatu kasus.Keywords : System Development Life Cycle, Waterfall, Prototype


2017 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 65-71
Author(s):  
Jeremmy Januar Ishak ◽  
Sutardi Sutardi

Dinas Sosial Kota Kendari memilikipermasalahan dalam pengolahan datanya, yang masihmenggunakan Microsoft Excel sebagai penampungandatanya sehingga pencarian data sering memilikipermasalahan. Karena harus mencari data satupersatu yang biasa memerlukan waktu yang cukuplama untuk pengecekan datanya, karena itu perludibuatkan sebuah aplikasi berbasis sistem informasiyang bisa memudahkan dalam pencarian datanyasehingga mampu lebih mempercepat waktunya tanpaharus mencarinya secara manual (membuka tiap-tiapfolder atau sheet-sheet dalam MS Excel) yangtentunya akan memakan waktu yang lamamenyebabkan keterlambatan informasi.Metode yang digunakan dalam tugas akhir iniadalah metode SDLC (system development life cycle)sedangkan gambaran sistem yang dibangunmenggunakan Flowchart bisnis, DFD (Data FlowDiagram), dan ERD (Entitas Relationship Diagram).Hasil dari aplikasi yang dibangun ini yaituaplikasi yang dapat mempermudah Bagianpergudangan pada kantor Dinas Sosial Kota Kendariuntuk mengolah data gudang agar lebihmengefisienkan dalam pemberian informasi.


METIK JURNAL ◽  
2021 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 10-18
Author(s):  
Priyo Hadi Nugroho ◽  
Rizki Achmad Darajatun

Dalam upaya melakukan pengelolaan potensi sumber daya dan persoalan di desa, pihak pemerintah desa telah merancang program pembangunan jangka lima tahun yang disusun dalam dokumen bernama RPJM Desa. Pada pelaksanaan kebijakan pada program tersebut, diperlukan monitoring secara berkala agar luaran yang dihasilkan sejalan dengan tujuan yang ditetapkan. Saat ini kegiatan monitoring pembangunan di Desa Majalaya masih bersifat konvensional. Kaur Umum dan Perencanaan perlu melakukan kunjungan langsung ke beberapa lokasi pembangunan dan mengelola berita monitoring yang dilaporkan oleh aparatur desa dari media whatsapp sehingga proses monitoring membutuhkan waktu dan tenaga yang banyak. Berdasarkan hal tersebut, Peneliti mengusulkan sistem informasi monitoring pembangunan di Desa Majalaya dengan tujuan menganalisis dan merancang sistem informasi pembangunan desa berbasis Bring Your Own Device (BYOD). Sistem usulan dirancang menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC), mulai dari tahap planning, analysis dan design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi monitoring pembangunan desa berbasis BYOD dapat menghasilkan informasi secara cepat dan akurat sehingga memudahkan Kaur Umum dan Perencanaan beserta aparatur desa lainnya dalam mengelola data monitoring pembangunan desa. Hal ini karena sistem tersebut memiliki database yang mengelola data monitoring secara otomatis dan dihubungkan dengan smartphone pengguna yang memiliki akses internet. Selain itu, terdapat fitur geolocation yang dapat melacak koordinat lokasi kegiatan monitoring sehingga informasi yang diterima Kaur Umum dan Perencanaan lebih relevan.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document