Studies on the Dielectrocardiogram : Sixth Report. Dielectrocardiograms in Bundle Branch Block and Congenital Heart Disease(Patency of Foramen ovale and Congenital Defect of Septum ventriculorum)

1935 ◽  
Vol 1 (6) ◽  
pp. 256-258
Author(s):  
Takeshi Takeda

Introduction 94Ostium secundum ASD 96Ostium primum ASD 100Sinus venosus ASD 100Coronary sinus defect 102Patent foramen ovale 104Interatrial communications account for ~10% of congenital heart disease. Different types of atrial septal defect (ASD) are illustrated in Fig. 8.1.•...


2017 ◽  
Vol 9 (2) ◽  
pp. 71
Author(s):  
Wisnhu Wardhana ◽  
Cindy Elfira Boom

Penyakit jantung kongenital dewasa / grown-up congenital heart disease   (GUCH) yang menempati urutan teratas dengan insidensi 10% dari jantung kongenital asianotik pada dewasa adalah atrial septal defect (ASD). Terapi optimal ASD masih kontroversial. Operasi direkomendasikan pada pasien usia pertengahan dan usia tua dengan pintasan kiri ke kanan yang bermakna. Komorbid yang paling sering didapatkan pada defek kongenital pada usia dewasa muda adalah gangguan hemodinamik, hipertensi pulmonal, aritmia,  penyakit kardiovaskular dan penyakit resprasi. Dilaporkan pasien perempuan usia 29 tahun dengan atrial septal defect(ASD) dengan hipertensi pulmonaldan Left Ventricle (LV) Smallishyang dilakukan operasi penututupan defek atrial atau ASD closure. Persiapan preoperasi mencakup anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.Perubahan patologi utama adalah peningkatan resistensi vaskuler paru dan perubahan sekunder terhadap peningkatan aliran darah dari pintasan kiri ke kanan. Masalah yang dihadapi pada pasien  perioperasi ini adalah ukuran jantung kiri baik atrium maupun ventrikel kiri yang kecil memberikan dampak hemodinamik tidak stabil berupa aritmia dan pulmonal hipertensi saat dilakukan penutupan defek. Pemberianobat topangan jantung (nitroglyserin, milrinone, norepinephrine, adrenaline) dan pembuatan Patent Foramen Ovale (PFO) memberikan hasil hemodinamik yang stabil selama operasi dan  di ruang perawatan Intensive Care Unit (ICU).


2020 ◽  
Vol 21 (Supplement_1) ◽  
Author(s):  
H S A Abdelgawad ◽  
N Hisham ◽  
M Shehata ◽  
M A Abdelhay

Abstract Introduction Ebstein’s anomaly is characterized by displacement of the proximal attachments of the tricuspid valve from the atrioventricular ring into the right ventricle. This structural abnormality divides the right ventricle into an ‘atrialized’ portion and a distal ‘ventricularized’ portion. The severity is variable and accounts for the broad clinical spectrum, from severe disease causing fetal or neonatal death to mild disease compatible with natural survival as late as the eighth decade of life. Ebstein’s anomaly is an uncommon defect occurring in less than 1% of patients with congenital heart disease, but it is disproportionately represented in the adult congenital heart disease population because of its favourable natural history Case report A 55 year old man with no previous cardiac history .He presented to our medical facility complaining of acute retrosternal squeezing retrosternal chest pain few hours before admission. On clinical examination, he had a pansystolic murmur over the tricuspid area .ECG showed right bundle branch block. Laboratory results were unremarkable except elevated cardiac enzymes. 2D Transthoracic Echocardiography revealed a small well-functioning right ventricle, 15 mm/m2 apical displacement of the tricuspid septal leaflet with severe tricuspid regurgitation . 2D and 3D transesophageal echocardiography with intravenous agitated saline injection revealed patent foramen ovale with right to left shunt with immediate crossing of bubbles.Coronary angiography revealed normal coronaries. The patient refused intervention and he was maintained on warfarin treatment . Conclusion The clinical presentation of Ebstein’s anomaly is highly variable—depending on anatomic severity, haemodynamics ,and degree of interatrial shunting. The majority of patients have shunting through a secundum ASD or patent-foramen ovale. Paradoxical embolism maybe an indication for PFO/ ASD closure Abstract P843 Figure.


2012 ◽  
Vol 81 (4) ◽  
pp. 643-647 ◽  
Author(s):  
Marat Volman ◽  
M. Khalid Mojadidi ◽  
Rubine Gevorgyan ◽  
Amy Kaing ◽  
Harsh Agrawal ◽  
...  

2019 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Syatirah Jalaluddin ◽  
Andi Faradilah

Seorang anak, jenis kelamin perempuan, lahir pada tanggal; 3 November 2018, berusia 7 bulan pada saat pemeriksaan, memiliki berat badan 3500 gram, panjang badan 54 cm. Anak masuk rumah sakit dengan keluhan batuk disertai sesak napas. Anak didiagnosis dengan Community Acquired Pneumonia + Acyanotic Congenital Heart Disease (Patent Foramen Ovale). Riwayat Berat badan lahir 2100 gram, prematur, persalinan normal. Riwayat ASI ekslusif tidak diberikan oleh ibu kandung ataupun ibu susu. Riwayat pola kebiasaan makan berupa susu formula 30 cc dengan frekuensi pemberian 6 kali sehari serta belum memulai makanan pendamping susu formula.  Status gizi anak adalah buruk dengan status gastrointestinal fungsional. Terapi gizi yang diberikan mempertimbangkan status hemodinamik bayi serta status kebutuhan kalori dan cairan bayi. Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa terapi malnutrisi pada anak dengan penyakit jantung bawaan memiliki tantangan target pencapaian kalori tumbuh kejar yang seringkali terkendala status hemodinamik dan kebutuhan cairan anak  


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document