scholarly journals A New Triterpenoid Ester from the Fruits of Bruguiera parviflora

2005 ◽  
Vol 53 (1) ◽  
pp. 95-96 ◽  
Author(s):  
Parinuch Chumkaew ◽  
Shigeru Kato ◽  
Kan Chantrapromma
Keyword(s):  
2020 ◽  
Vol 11 (1) ◽  
pp. 1-10
Author(s):  
Agus Putra A. Samad ◽  
Pitri Agustina ◽  
Mus Herri

Langsa merupakan salah satu kota pesisir Aceh yang memiliki kawasan mangrove yang  sangat  potensial.  Kota  ini  memiliki  panjang  garis  pantai  16  km dengan luas kawasan mangrove sebesar 7.837 Ha. Keberadaan mangrove di wilayah ini menjadi aset strategis untuk dikembangkan menjadi basis kegiatan ekonomi untuk memakmurkan masyarakat dan meningkatkan pendapatan  asli  daerah. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk melestarikan potensi sumberdaya ekosistem mangrove yang ada di Kota Langsa agar dapat memberikan fungsi ekologis dan ekonomis secara berkesinambungan kepada masyarakat disekitarnya. Kajian ini dilakukan menggunakan metode survei, analisa laboratorium dan observasi lapangan. Hasil pengamatan terhadap komposisi jenis tumbuhan yang terdapat di ekosistem mangrove menunjukkan 8 jenis tumbuhan mangrove yaitu: jenis Avicennia lanata, Avicennia marina, Bruguiera gymnorrhiza, Bruguiera parviflora, Rhizophora apiculata, Rhizophora  mucronata, Sonneratia Caseolaris dan Xylocarpus granatum. Nilai rata-rata parameter kualitas air di ekosistem mangrove secara beturut-turut adalah DO (6.3 ppm),salinitas (27 ‰), pH tanah dasar (6.0), pH tanah permukaan (5.08), pH air (7.33), suhu (30 oC) dan kecerahan (5 m).  Perhitungan terhadap nilai manfaat ekosistem mangrove meliputi: 1) Nilai manfaat langsung perikanan tangkap: Rp. 8.710.000.000 per tahun, 2) Nilai manfaat budidaya tambak: Rp. 93.940.000.000,- per tahun, 3) Nilai penahan abrasi dan banjir: Rp. 300.000.000,- per hektar per tahun, 4) Nilai sebagai penyediaan unsur hara: Rp. 28.634.000,- per tahun, 5) Nilai manfaat pilihan: Rp. 210.000.000,- per tahun dan 6) Nilai manfaat keberadaan: Rp. 1.464.493.000,- per tahun.  Nilai keberadaan ekosistem mangrove yang dinilai adalah Nilai Keaslian = 70 % (lebih dari asli), Nilai Keindahan Alam = 74 % (lebih dari indah), Nilai Kenyamanan = 66% (kondisi lebih dari nyaman),  dan Nilai Aspirasi masyarakat = 98 % (sangat didukung masyarakat). Alternatif  pengelolaan  dan  pemanfaatan  ekosistem  mangrove  yang diperkirakan cocok secara ekonomi dan ekologis terdiri dari beberapa kegiatan pilihan yaitu budidaya ikan, udang, tiram dan kepiting, budidaya ikan kerapu dan kakap, pengolahan buah dan daun mangrove, dan pengembangan obyek wisata.


2020 ◽  
Vol 18 (3) ◽  
pp. 515-521
Author(s):  
Satya Agustina Laksananny ◽  
Erny Poedjirahajoe ◽  
Ris Hadi Purwanto ◽  
Muh Taufik Tri Hermawan

Kabupaten Buton Utara merupakan salah satu daerah yang potensial hutan mangrovenya baik dari segi hasil hutan kayunya (HHK) maupun hasil hutan bukan kayu (HHBK) dan sangat dipengaruhi oleh kondisi ekologisnya, yang meliputi substrat, suhu, pH dan salinitas air. Lokasi penelitian ini di Desa Dampala Jaya dan Bumi Lapero, Kecamatan Kulisusu Barat, Kabupaten Buton Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :1) untuk mengetahui jenis vegetasi mangrove di lokasi pnelitian; 2) untuk mengetahui struktur vegetasi penyusun hutan mangrove di lokasi penelitian;3) untuk mengetahui Indeks Nilai Penting mangrove di lokasi penelitian; 4) untuk mengetahui Indeks keanekaragaman mangrove. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan kombinasi desain jalur dan metode garis berpetak (Onrizal, 2008). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di lokasi penelitian terdapat 5 (lima) jenis vegetasi mangrove, yaitu Bruguiera gymnorrhyza, Rhizophora stylosa, Xylocarpus granatum, Heriteria littoralis, Bruguiera parviflora. Indeks Nilai Penting di Desa Dampala Jaya yang tertinggi adalah spesies Bruguiera gymnorrhyza  baik pada tingat semai (100,05), tiang atau pancang (93,93) dan pohon (95,75); sedangkan Indeks Nilai Penting terendah di tingkat semai Heriteria littoralis (12,71), tingkat tiang atau pancang dan tingkat pohon adalah spesies Bruguiera parviflora,masing-masing dengan nilai 17,71 dan 17,93. Indeks Nilai Penting tertinggi di Desa Bumi Lapero tingkat semai yaitu adalah Bruguiera gymnorrhyza  yaitu 82,28, tingkat pancang atau tiang Rhizophora stylosa yaitu 114,07, tingkat pohon Bruguiera gymnorrhyza yaitu 106,04. Indeks Nilai Penting terendah adalah spesies Bruguiera parviflora baik pada tingkat semai (8.00), tingkat tiang atau pancang (12,66) dan tingkat pohon (22,78). Indeks keanekaragaman (H’) di Desa Dampala Jaya tertinggi pada tingkat semai yaitu spesies Bruguiera parviflora (0,21), sedangkan tingkat tiang atau pancang terdapat pada spesies Bruguiera gymnorrhyza dan Rhizophora stylosa masing-masing 0,37 begitu juga pada tingkat pohon terdapat pada spesies Bruguiera gymnorrhyza dan Rhizophora stylosa dengan nilai masing-masing 0,37. Indeks Nilai Penting vegetasi mangrove menggambarkan pentingnya peranan satu jenis spesies mangrove dalam ekosistem hutan mangrove. Jika Indeks Nilai Penting vegetasi mangrove tinggi nilainya, maka spesies mangrove itu sangat mempengaruhi kestabilan ekosistem hutan mangrove. Nilai Indeks Keanekaragaman di Desa Dampala yang tertinggi adalah Rhizophora stylosa pada tingkat semai yaitu 0,36, tingkat pancang atau tiang Bruguiera gymnorrhyza  dan Rhizophora stylosa yaitu 0,37, tingkat pohon Bruguiera gymnorrhyza  dan Rhizophora stylosa yaitu 0,37. Nilai indeks keanekaragaman di Desa Bumi Lapero yang tertinggi pada tingkat semai adalah Rhizophora stylosa yaitu 0,36, pada tingkat pancang atau tiang Bruguiera gymnorrhyza yaitu 0,37, pada tingkat pohon Rhizophora stylosa yaitu 0,37. Berdasarkan kriteria keanekaragaman Barbour et al. (1987) dalam Syamsuddin, N., (2019); H’= 1-2 (rendah), H’=2-3 (sedang), H’= 3-4 (tinggi), H’= >4 (sangat tinggi), sehingga Nilai Indeks Keanekaragaman di Desa Dampala Jaya dan Desa Bumi Lapero tergolong rendah.


ChemInform ◽  
2005 ◽  
Vol 36 (33) ◽  
Author(s):  
Parinuch Chumkaew ◽  
Shigeru Kato ◽  
Kan Chantrapromma
Keyword(s):  

Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document