Goal and Scope

Author(s):  
Bengt Steen
Keyword(s):  
Author(s):  
Titi Tiara Anasstasia ◽  
Muhammad Mufti Azis

Life Cycle Assessment (LCA) adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengevaluasi sistem pengelolaan sampah berdasarkan nilai potensi dampak yang dihasilkan. Bank Sampah Asoka Berseri di Kabupaten Tuban merupakan salah satu contoh unit pengolah sampah yang bertujuan untuk mengurangi potensi dampak dari timbulan sampah secara kualitas maupun kuantitas di wilayah pedesaan. Tujuan studi ini adalah menghitung dan mengevaluasi potensi dampak lingkungan yang dihasilkan dari program bank sampah, kemudian dibandingkan dengan penanganan sampah konvensional yang dilakukan oleh masyarakat. Metode yang digunakan berdasarkan CML Baseline v4.4 dan 14000 standar ISO, meliputi goal and scope, life cycle inventory (LCI), life cycle impact assessment (LCIA) dan interpretasi. Simulasi LCA dilakukan dengan Software OpenLCA untuk menghitung nilai potensi dampak dari setiap kilogram sampah yang dihasilkan. Berdasarkan hasil simulasi, setiap 1 kg sampah yang dikelola oleh bank sampah menghasilkan potensi dampak pemanasan global lebih rendah (6,395 kg CO2 eq.) dibandingkan dengan penimbunan (13,057 kg CO2 eq.) dan pembakaran (10,850 kg CO2 eq.). Pengolahan sampah lebih lanjut menjadi RDF dan kompos di bank sampah berpotensi menghasilkan dampak lingkungan lebih rendah dan menambah pendapatan masyarakat.


2019 ◽  
Vol 23 (1) ◽  
pp. 27-34
Author(s):  
Ikhsan Diyarma ◽  
Tajuddin Bantacut ◽  

Abstract Increasement of demand for gayo arabica coffee has influenced the coffee industry, either in increasing the coffee production and also in increasing the usage of coffee machinery and equipment significantly. However, combustion of oil fuels result the emissions of carbon dioxide (CO2), methane (CH4) and nitrous oxide (N2O) which increase the effect of greenhouse gases from the coffee production process. This study aimed to analyze the direct impact of gayo coffee production towards environment using the Life Cycle Assessment (LCA) method, including several stages such as (1) the goal and scope definition, (2) the inventory analysis, (3) the impact assessment, and (4) the interpretation. Results of this study showed that the energy needed to process 1000 kg of coffee was 7.67 MJ, while the produced liquid waste was 5 953.2 kg. The value of the global warming impact on the coffee life cycle was 56 807 165.63 CO2eq.


2018 ◽  
Vol 74 ◽  
pp. 11001
Author(s):  
Sessario Bayu Mangkara ◽  
Hayati Sari Hasibuan ◽  
Ellyna Chairani

Indonesia has 13,450 traditional market with 12.6 million traders in 2016. This type of markets has significant role and contribution for the national economic, the traders and the consumers. This research aims to investigate the sustainability of business model in traditional market. Study area are Pasar Pandansari in Balikpapan and Pasar Ibuh, Payakumbuh. Using the LCA methods, this study adopts some phases of International Standard Organization (ISO) 14040 consisting of setting up the goal and scope, and data inventory. Identified inputs include electrical energy, water, and materials/goods to sale. In addition, this study also investigates the economic aspect through the identification of the retribution income to the local government or management and environmental impacts. This study found that Pandansari Market has more extravagant inputs, especially in the consumption of electrical energy 78.5 kW/month (market stall) and 1,217 kW/month (kiosk) and this has an impact on environmental pollution through the exploitation of electrical energy in traditional market environments. The policy of using lights and electronic devices that have low kW and applying the concept of reward and punishment to traders can improve the sustainability of traditional market management.


Author(s):  
Haibo Feng ◽  
Kasun KN Hewage ◽  
Rehan Sadiq

The environmental impacts of building stock has received significant attention as buildings release one third of total greenhouse gas emissions. Whole-building life cycle assessment (WBLCA) has become a trend to address this limitation by ensuring best environmental performance of a building However, the current WBLCA development faces many challenges which makes it hard to create reliable and comparable results. The study aims to conduct a critical literature review to summarize the current challenges on WBLCA applications, and the emerging approaches that might address these challenges. Three main challenges are listed: variances on goal and scope definition, building structure complexity, and varieties on LCA database and methods. Emerging approaches are also presented to address these challenges including integration of BIM into WBLCA and EPD applications in impact assessments. Findings of this study could support researchers and decision makers with the most popular approaches to conduct WBLCA and achieve reliable outputs.


OPSI ◽  
2016 ◽  
Vol 9 (2) ◽  
pp. 143
Author(s):  
Yulius Windrianto ◽  
Dyah Rachmawati Lucitasari ◽  
Intan Berlianty

Penelitian ini dilakukan di industri batik Sri Kuncoro, desa Giriloyo, Imogiri, Bantul. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan alternatif terbaik untuk memperbaiki produksi batik tulis pewarna sintetis Sri Kuncoro sehingga diperoleh produksi batik yang efisien dan ramah lingkungan.Metode yang digunakan adalah Life Cycle Assessment (LCA) dan Eco-Efficiency Ratio (EER). Metode LCA merupakan metode untuk mengidentifikasi dan menghitung penggunaan energi, penggunaan sumber daya alam, dan pembuangan pada lingkungan, serta mengevaluasi dan menerapkan kemungkinan perbaikan lingkungan. Metode LCA dilakukan melalui empat tahap yaitu goal and scope, Life Cycle Inventory (LCI), Life Cycle Impact Assessment (LCIA), dan interpretasi. Metode Eco-Efficiency Ratio (EER) merupakan metode untuk mengetahui tingkat sustainable suatu produk.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk memperbaiki produksi batik dibutuhkan alternatif pengganti, yaitu mengganti kompor minyak tanah dengan kompor listrik pada proses pembatikan, dan mengganti kayu bakar dengan bahan bakar gas pada proses nglorod. Nilai EER pada produksi batik Sri Kuncoro sebesar 56%, dan batik alternatif pengganti sebesar 60% dengan nilai affordable dan sustainable lebih besar dari 1.


Author(s):  
Danang Harimurti ◽  
Hariyadi Hariyadi ◽  
E Noor

Perkembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia mengalami peningkatan pesat. Dibalik perkembangan pesat komoditas kelapa sawit, bermunculan masalah dan isu negatif mengenai perkebunan kelapa sawit sebagai penyebab kerusakan lingkungan dan peningkatan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis emisi GRK yang ditimbulkan dari kegiatan perkebunan kelapa sawit dengan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA). LCA adalah suatu metode untuk melakukan analisis dan evaluasi secara menyeluruh dari dampak lingkungan dalam siklus hidupnya. Tahapan metode LCA adalah goal and scope definition, life cycle inventory, life cycle impact assessment, dan life cycle interpretation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emisi GRK yang ditimbulkan dalam kegiatan perkebunan kelapa sawit selama 1 siklus berbeda-beda. Emisi GRK yang ditimbulkan pada fase TM (umur tanaman >3 tahun) menjadi yang terbesar dengan rata-rata 1887,64 kg CO2-eq/Ha, sementara emisi GRK pada fase TBM (umur tanaman 0-3 tahun) sebesar 989,63 kg CO2-eq/Ha. Sumber terbesar penyumbang emisi berasal dari kegiatan pemupukan. Pada fase TM, kegiatan pemupukan menyumbang emisi GRK sebesar 920,22 kg CO2-eq/Ha dengan jenis pupuk paling dominan menyumbang emisi GRK adalah pupuk urea dan MOP yaitu sebesar 369,67 kg CO2-eq/Ha dan 179,56 kg CO2-eq/Ha.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document