The group problem and integer programming duality

1987 ◽  
Vol 31 (2) ◽  
pp. 206-212 ◽  
Author(s):  
Ellis L. Johnson
1970 ◽  
Vol 15 (8) ◽  
pp. 519-519
Author(s):  
MARVIN E. SHAW

Author(s):  
Fransiskus Lauson Matondang ◽  
Rosnani Ginting

PT XYZ sering mengalami keterlambatan waktu karena dalam setiap keterlambatan yang dilakukan selalu ada penalty yang diberikan kepada perusahaan dan hal ini mengakibatkan tambahan biaya , oleh karena itu hal ini harus dihindari dengan membuat penjadwalan yang efisien, dalam hal ini dilakukanlah perbaikan dengan meminimisasi waktu penyelesaian maksimum Cmax pada mesin paralel yang berpola aliran flowshop (dan tidak boleh dilakukan interupsi yang dilakukan pada pekerjaan yang sedang diproses, untuk melakukan pekerjaan lainnya, satu lintasan hanya memproduksi satu produk dan hanya satu produk juga yang dikerjakan secara langsung. Waktu penyelesaian yang berbeda dari setiap mesin dengan pengerjaannya juga adalah masalah yang dihadapi untuk menjadikan mesin mesin ini sesuai menjadi satu penjadwalan yang terintegrasi dengan metode integer programming yang membuat penjadwalan dengan konsep riset operasi dengan metode pendekatan 0-1 utuk menjadi lebih efisien lagi , dihasilkan minimisasi keterlambatan total penyelesaian order dengan 42,28 menit lebih baik dari sebelumnya.   PT XYZ often experiences time delays because in every delay made there is always a penalty given to the company and this results in additional costs, therefore this must be avoided by making efficient scheduling, in this case repairs are carried out by minimizing the maximum completion time of Cmax on parallel machines that are patterned with flowshop flow (and no interruptions should be carried out on the work being processed, to do other work, one track only produces one product and only one product is directly worked. Different completion times of each machine with the workmanship is also the problem faced to make this machine suitable to be one scheduling integrated with integer programming methods that makes scheduling with the operational research concept with the 0-1 approach method to be more efficient, resulting in minimization of the delay in the total settlement of orders with 42.28 minutes was better than before.


2017 ◽  
Vol 9 (2) ◽  
pp. 99
Author(s):  
St Fatimah Azzahra

ABSTRACTThis research is aimed to know the differences increase critical thinking skills through learning group and individual problem solving in thermochemical material. This research uses a quasi-experimental design with nonequivalent control group design and study sample consisted of 103 students, divided into the first experimental (group problem solving) (35 students), the two group experimental (individual problem solving) (34 students). The collected through pretest-posttest. The analyzed with the Kruskal Wallis test, the results showed that the learning problem solving as a group or individually can improve students’ critical thinking skills. Statistical test there are significant differences in the students critical thinking skills thermochemical material between students who received group and individual problem solving. Critical thinking skills improvement with problem solving individual learning higher compared with group learning problem solving.Keywords: problem solving learning, critical thinking skillsABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran group dan individual problem solving pada materi termokimia. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design dan sampel penelitian ini terdiri dari 103 siswa yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen pertama (pembelajaran group problem solving) (35 siswa), kelompok eksperimen kedua (pembelajaran individual problem solving) (34 siswa).Pengumpulan data dilakukan melalui pretest-posttest. Data dianalisis dengan uji Kruskal Wallis Test, hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran problem solving secara group maupun secara individual dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Data uji statistik, terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi termokimia antara siswa yang mendapat pembelajaran group problem solving dan individual problem solving. Peningkatan keterampilan berpikir kritis dengan pembelajaran individual problem solving lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran group problem solving.Kata Kunci: Pembelajaran Problem Solving, Keterampilan Berpikir Kritis


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document