Top-down and bottom-up expectations in the prefrontal and auditory cortices

2021 ◽  
Vol 150 (4) ◽  
pp. A182-A182
Author(s):  
Lalitta Suriya-Arunroj ◽  
Joshua I. Gold ◽  
Yale E. Cohen
Keyword(s):  
Top Down ◽  
2021 ◽  
Vol 11 (1) ◽  
Author(s):  
Victor Pando-Naude ◽  
Agata Patyczek ◽  
Leonardo Bonetti ◽  
Peter Vuust

AbstractA remarkable feature of the human brain is its ability to integrate information from the environment with internally generated content. The integration of top-down and bottom-up processes during complex multi-modal human activities, however, is yet to be fully understood. Music provides an excellent model for understanding this since music listening leads to the urge to move, and music making entails both playing and listening at the same time (i.e., audio-motor coupling). Here, we conducted activation likelihood estimation (ALE) meta-analyses of 130 neuroimaging studies of music perception, production and imagery, with 2660 foci, 139 experiments, and 2516 participants. We found that music perception and production rely on auditory cortices and sensorimotor cortices, while music imagery recruits distinct parietal regions. This indicates that the brain requires different structures to process similar information which is made available either by an interaction with the environment (i.e., bottom-up) or by internally generated content (i.e., top-down).


PsycCRITIQUES ◽  
2005 ◽  
Vol 50 (19) ◽  
Author(s):  
Michael Cole
Keyword(s):  
Top Down ◽  

Author(s):  
Sadari Sadari ◽  
Nurhidayat Nurhidayat ◽  
Rafiqah Rafiqah
Keyword(s):  
Top Down ◽  

Humanisme religius telah mengantarkan pada era kesadaran bahwa peradaban manusia harus memiliki dua arus yang saling menunjang. Selama ini arus balik dalam bidang ekonomi hanya menonjolkan arus balik vertikal atas kebawah (model top down) yang didominasi oleh sistem ekonomi kapitalis dan sosialis, sedangkan di sisi lain mengesampingkan arus balik vertikal dari bawah ke atas (model bottom up) yang didominasi oleh sistem ekonomi syariah, sehingga dampaknya adalah adanya kesenjangan ekonomi yang sangat tajam. Paper ini mewujudkan peran penting, yakni menghubungkan dua arus tersebut secara timbal-balik, yakni mempertemukan arus pertama dengan arus balik kedua, sehingga akan menghasilkan dampak yang positif, progresif, kreatif dan produktif, kemudian pada akhirnya akan dapat meng-optomal-kan ekonomi syariah untuk menciptakan goodgovernance, post goodgovernance secara berkelanjutan, tentunya dengan bantuan peran media kontemporer yang kian update. Ekonomi syariah juga merupakan pilar dan nilai dasar, dari sikap keyakinan dan sikap rasionalitas untuk sanggup menciptakan terwujudnya pemberdayaan dan kesejahteraan sekaligus pengentasan kemiskinan dalam masyarakat di Indonesia.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document