Crossover considerations in a three‐way line‐source array‐loudspeaker system

1977 ◽  
Vol 61 (S1) ◽  
pp. S43-S43
Author(s):  
J. Robert Ashley
Keyword(s):  
Geophysics ◽  
1995 ◽  
Vol 60 (4) ◽  
pp. 1058-1069 ◽  
Author(s):  
Tien‐Chang Lee ◽  
Brian N. Damiata

Owing to the proximity of an insulating ground surface, normal resistivity logging at shallow depths (less than 30 m) can yield an apparent resistivity that exceeds 200% of the formation resistivity for a homogeneous medium. The distortion is more acute for long‐normal than for short‐normal logging. Three examples from a landfill site in southern California are presented to show such distortion. The patterns of distortion are similar for logging devices consisting of either two point‐source electrodes or one point‐source and one finite length, line‐source electrode. The former electrode array is a generally accepted approximation of the latter. However, the simulated apparent resistivity for the line‐source array is greater than that for the point‐source array at any given depth. A resistivity contrast between the formation and the borehole fluid can shift the magnitude of the background apparent resistivity but does not significantly alter the pattern of distortion. The magnitude of the distortion can be reduced by placing the reference‐ground potential electrode at a radial distance that is about equal to the spacing between the downhole upper potential electrode and the upper current electrode. It can also be removed by including the radial distance in an array‐dependent geometric factor that accounts for the resistivity of the borehole fluid and the proximity of the logging device to the ground surface.


2014 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
Author(s):  
Ridwan Maulana

ABSTRAK Perkembangan Kota Pontianak yang semakin pesat, ditambah dengan perkembangan penduduk yang semakin meningkat, telah membuat sistem transportasi jalan raya mengalami tingkat kompleksitas yang tinggi , salah satu dampak yang ditimbulkan adalah pencemaran udara perkotaan. Particulate Matter (PM10) merupakan salah satu bentuk zat pencemar yang disebabkan oleh sektor transportasi tersebutserta dapat menyebabkan gangguan kesehatan khususnya pada sistem pernapasan. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat konsentrasi partikulat udara (Particulate Matter (PM10)) khususnya di Jalan Sutan Syahrir, Jalan Ahmad Yani dan Jalan Kom. Yos. Sudarso Jeruju Kota Pontianak. Ketiga lokasi penelitian tersebut dipilih untuk mewakili peruntukkan tata guna lahan yang berbeda yaitu Jalan Sutan Syahrir berlokasi di pinggiran kota, Jalan Jend. Ahmad Yani berlokasi di tengah kota, dan Jalan Kom. Yos. Sudarso Jeruju yang berlokasi di kawasan industri. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang didapat dari BLHD Provinsi Kalbar yaitu data volume kendaraan yang melintas pada ketiga jalan tersebut. Jenis-jenis kendaraan dibagi menjadi 4 golongan yaitu golongan 1 (sepeda motor), golongan 2 (sedan, angkot, pickup), golongan 3 (bis mikro, bis), golongan 4 (truck 2 as 4 roda, truck 2 as 6 roda, truck 3 as, truk 4 as, trailer).Metode penelitian yang digunakan terbagi menjadi 2 bagian, yaitu perhitungan (perhitungan beban laju emisi transportasi dan konsentrasi Particulate Matter (PM10) dengan rumus dispersi Gaussian untuk Line Source serta analisis korelasi data untuk memperoleh hubungan antara jumlah kendaraan dengan konsentrasi Particulate Matter (PM10) menggunakan aplikasi SPSS 16. Dari hasil analisis, bahwa jenis kendaraan golongan 1 memiliki kontribusi yang paling besar terhadap konsentrasi Particulate Matter (PM10) yaitu dengan konsentrasi terbesar yaitu 901425,466 dimana nilai konsentrasi tersebut melebihi Ambang Batas Baku Mutu Udara Ambien Nasional yaitu 150 , hal ini dikarenakan sepeda motor memiliki jumlah yang paling banyak apabila dibandingkan dengan kendaraan lain di ketiga jalan tersebut. Kendaraan golongan 2 memiliki jumlah terbanyak kedua diikuti dengan golongan 4 dan 3. Maka dapat disimpulkan bahwa jumlah kendaraan total memang mempengaruhi konsentrasi Particulate Matter (PM10) pada Jalan Sutan Syahrir, Jalan Jend. Ahmad Yani dan Jalan Kom. Yos Sudarso dilihat dari hasil korelasinya yang mendekati nilai 1 (positif kuat) yaitu 0,963 dengan menggunakan aplikasi SPSS 16. Kata Kunci :Particulate Matter (PM10), Golongan Kendaraan, Korelasi.


1995 ◽  
Author(s):  
W. S. Hodgkiss
Keyword(s):  

Crop Science ◽  
1987 ◽  
Vol 27 (2) ◽  
pp. 354-356 ◽  
Author(s):  
Z. W. Wicks ◽  
M. L. Carson

Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document