Dose linearity and uniformity of a linear accelerator designed for implementation of multileaf collimation system-based intensity modulated radiation therapy

2003 ◽  
Vol 30 (8) ◽  
pp. 2253-2256 ◽  
Author(s):  
Cheng B. Saw ◽  
Sicong Li ◽  
Komanduri M. Ayyangar ◽  
Maung Yoe-Sein ◽  
Susha Pillai ◽  
...  
Author(s):  
Gokcen Inan ◽  
Osman Vefa Gul

Purpose: The evaluation of the agreement between calculated and measured dose plays an essential role in the quality assurance (QA) procedures of intensity-modulated radiation therapy (IMRT). This study aimed to compare gamma analysis using Portal Dosimetry (PD), Epiqa, and 2D array detector for dose verification of radiotherapy treatment plans. Materials and Methods: Five fields step-and-shoot IMRT plan was used to performed for 20 prostate IMRT patients using the dual-energy DHX linear accelerator (Varian Medical System, Palo Alto, CA, USA). The treatment plans were created using Varian DHX Eclipse treatment planning system (TPS) version 15.1. All measurements were performed by aS500 EPID integrated into Varian DHX linear accelerator and 2D array detector. The dose distribution was evaluated with gamma area histograms (GAHs) generated using different γ criteria (1%/1 mm, 2%/2 mm 3%/2 mm and 3%/3 mm) for dose agreement and distance to agreement parameters. Statistical analyses were evaluated by using Mann Whitney Test and Kruskal-Wallis Test, and p-value of p <0.01 was considered to be significant. Results: The average pass rate for 20 IMRT plans was above 95% for all devices with 2%/2 mm, 3%/2 mm and 3%/3 mm. The mean and standard deviation passing rates (γ ≤1) were found to be 99.80±0.19, 99.35±0.34 and 97.53±0.71 for PD, Epiqa and 2D array respectively. All IMRT plans passed 2%/2 mm, 3%/2 mm and 3%/3 mm gamma by more than 95% of three dosimetric systems. They are all in good agreement with the literature. Conclusion: All three devices are acceptable for quality control of IMRT. Due to the simplicity and fast evaluation process, PD can be preferred for quality control.


2021 ◽  
Vol 11 (2) ◽  
pp. 22-26
Author(s):  
Diah Novita ◽  
Nursama Heru Apriantoro

ABSTRAK Penelitian ini di latar belakangi oleh penyakit keganasan yaitu kanker ovarium yang merupakan kanker ginekologis terbanyak kedua yang diderita dan seringkali baru ditemukan ketika sudah stadium lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan prosedur penyinaran radioterapi menggunakan teknik IMRT (Intensity Modulated Radiation Therapy) di Instalasi Radioterapi Rumah Sakit X yang merupakan salah satu modalitas pengobatan kanker ovarium. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan satu sampel primer pada kasus kanker ovarium yang menggunakan teknik IMRT (Intensity Modulated Radiation Therapy), sampel ini diambil dari seluruh populasi kanker ovarium di Instalasi Radioterapi Rumah Sakit X. Instrumen penelitian yang digunakan berupa studi kepustakaan, observasi langsung, wawancara serta dokumentasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2021 di Instalasi Radioterapi Rumah Sakit X. Hasil yang dapat disimpulkan pada penelitian ini adalah prosedur penatalaksanaan radioterapi untuk kasus kanker ovarium menggunakan teknik IMRT (Intensity Modulated Radiation Therapy) di Instalasi Radioterapi Rumah Sakit X meliputi beberapa prosedur yaitu: administrasi dengan membawa dokumen penunjang seperti hasil CT Scan/MRI/Bone Scan/USG, kemudian pasien melakukan konsultasi dengan dokter onkologi radiasi, melakukan persiapan-persiapan pasien, persiapan alat dan bahan, scanning di CT Simulator, proses perencanaan radiasi yang dilakukan di Treatment Planning System (TPS), proses verifikasi menggunakan alat verifikasi yaitu Electronic Portal Imaging Device (EPID) dan yang terakhir adalah penyinaran radiasi di ruang penyinaran dengan menggunakan pesawat radioterapi Linear Accelerator (LINAC) Elekta Synergy Platform.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document