Automatic digital surface model (DSM) generation from aerial imagery data

Author(s):  
Nan Zhou ◽  
Shixiang Cao ◽  
Hongyan He ◽  
Kun Xing ◽  
Chunyu Yu
Shore & Beach ◽  
2020 ◽  
pp. 3-13
Author(s):  
Richard Buzard ◽  
Christopher Maio ◽  
David Verbyla ◽  
Nicole Kinsman ◽  
Jacquelyn Overbeck

Coastal hazards are of increasing concern to many of Alaska’s rural communities, yet quantitative assessments remain absent over much of the coast. To demonstrate how to fill this critical information gap, an erosion and flood analysis was conducted for Goodnews Bay using an assortment of datasets that are commonly available to Alaska coastal communities. Measurements made from orthorectified aerial imagery from 1957 to 2016 show the shoreline eroded 0 to 15.6 m at a rate that posed no immediate risk to current infrastructure. Storm surge flood risk was assessed using a combination of written accounts, photographs of storm impacts, GNSS measurements, hindcast weather models, and a digital surface model. Eight past storms caused minor to major flooding. Wave impact hour calculations showed that the record storm in 2011 doubled the typical annual wave impact hours. Areas at risk of erosion and flooding in Goodnews Bay were identified using publicly available datasets common to Alaska coastal communities; this work demonstrates that the data and tools exist to perform quantitative analyses of coastal hazards across Alaska.


2018 ◽  
Vol 2 ◽  
pp. 535
Author(s):  
Maundri Prihanggo

<p>Saat ini, citra satelit resolusi sangat tinggi digunakan dalam berbagai macam aplikasi, terutama pemetaan skala besar. Sebelum dapat digunakan, citra satelit tersebut harus diorthorektifikasi terlebih dahulu. Data <em>Digital Surface Model </em>(DSM) dan <em>Ground Control Point</em> (GCP) adalah dua data utama yang diperlukan saat melakukan orthorektifikasi. Perbedaan data DSM yang digunakan akan menghasilkan perbedaan nilai ketelitian horizontal pada kedua citra tegak hasil orthorektifikasi. Pada penelitian ini digunakan dua jenis DSM yaitu SRTM dan Terrasar-X. Ketelitian vertikal dari SRTM adalah 90 m sedangkan ketelitian vertikal dari Terrasar-X adalah 12,5 m. Penelitian ini berlokasi di Wilayah Buli, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku. Terdapat tiga sensor citra satelit yang digunakan yaitu Pleiades, Quickbird dan Worldview-2 yang digunakan pada lokasi penelitian. Total GCP yang digunakan adalah 33 titik, tiap titiknya diukur dengan melakukan pengamatan geodetik dan memiliki ketelitian horizontal ≤15 cm dan ketelitian vertikal ≤30 cm. Ketelitian horizontal dari citra tegak satelit resolusi sangat tinggi diperoleh dengan melakukan uji terhadap Independent Check Point (ICP). Total ICP yang digunakan adalah 12 titik, tiap titik ICP diukur dengan metode dan standar yang sama dengan titik GCP. Ketelitian horizontal dengan Circular Error (CE 90) dari citra tegak satelit menggunakan data SRTM adalah 18,856 m sedangkan ketelitian horizontal dengan Circular Error (CE 90) dari citra tegak satelit menggunakan data Terrasar-X adalah 2.168 m . Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa ketelitian vertikal data DSM yang digunakan memberikan pengaruh pada citra tegak satelit hasil orthorektifikasi tersebut. Mengacu pada Peraturan Kepala BIG nomor 15 tahun 2014, citra tegak satelit hasil orthorektifikasi menggunakan data Terrasar-X sebagai DSM memenuhi ketelitian horizontal peta dasar kelas 3 skala 1:5.000 sedangkan citra tegak satelit hasil orthorektifikasi menggunakan data SRTM sebagai DSM tidak dapat memenuhi ketelitian horizontal peta dasar skala besar.</p><p><strong>Kata kunci:</strong> orthorektifikasi, DSM, ketelitian horizontal</p>


2021 ◽  
Vol 13 (12) ◽  
pp. 2417
Author(s):  
Savvas Karatsiolis ◽  
Andreas Kamilaris ◽  
Ian Cole

Estimating the height of buildings and vegetation in single aerial images is a challenging problem. A task-focused Deep Learning (DL) model that combines architectural features from successful DL models (U-NET and Residual Networks) and learns the mapping from a single aerial imagery to a normalized Digital Surface Model (nDSM) was proposed. The model was trained on aerial images whose corresponding DSM and Digital Terrain Models (DTM) were available and was then used to infer the nDSM of images with no elevation information. The model was evaluated with a dataset covering a large area of Manchester, UK, as well as the 2018 IEEE GRSS Data Fusion Contest LiDAR dataset. The results suggest that the proposed DL architecture is suitable for the task and surpasses other state-of-the-art DL approaches by a large margin.


2011 ◽  
Vol 3 (5) ◽  
pp. 845-858 ◽  
Author(s):  
Kande R.M.U. Bandara ◽  
Lal Samarakoon ◽  
Rajendra P. Shrestha ◽  
Yoshikazu Kamiya

Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document