Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dalam bidang pemetaan telah lama dikenal. Data penginderaan jauh menjadi salah satu sumber data untuk pemetaan, yang memberikan informasi rupa bumi, seperti Kawasan pemukiman, Kawasan hutan, Kawasan pertanian dan lain sebagainya. Salah satu jenis data penginderaan jauh adalah citra Synthetic Aperture Radar (SAR), SAR memancarkan gelombang elektromagnetik untuk mendapatkan informasi dari target/rupa bumi. Citra SAR memiliki kelebihan tidak terpengaruh awan, cuaca (hujan dengan intensitas ringan), dan dapat bekerja sepanjang hari serta malam, dibandingkan dengan citra optik. Citra SAR dengan metode komposit RGB dual polarimetric multiple menggunakan aplikasi SNAP Toolbox dari European Space Agency (ESA) dapat dimanfaatkan untuk membedakan lokasi persawahan dengan bukan sawah, perbedaan backscatter atau nilai reflektan digunakan untuk mengetahuinya. Penelitian lebih lanjut menggunakan metode klasifikasi non parametrik Random Forest, dengan membuat kelas menjadi 2, yaitu sawah dan non sawah, ke-2 kelas digunakan sebagai training data untuk metode tersebut. Data yang digunakan adalah citra satelit Sentinel-1 pada tanggal 30 Maret 2020 dengan mode IW Level-1 GRD Ascending direction beresolusi 20x22 m dan polarisasi ganda (VH dan VV) di Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Dari hasil penelitian diperoleh akurasi 96,90%.