Aetiology, Prevention and Management of Alveolar Osteitis – A Scoping Review

Author(s):  
A. Ghosh ◽  
VR Aggarwal ◽  
R. Moore
2019 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 11-20
Author(s):  
Mohamed Mahmoud ◽  
Norbert Gutknecht ◽  
AlShaimaa AlNaggar ◽  
Sueli Patricia Harumi Miyagi de Cara ◽  
Márcia Martins Marques

DENTA ◽  
2016 ◽  
Vol 10 (1) ◽  
pp. 9
Author(s):  
Ajeng Saghita Enggardini ◽  
Syamsulina Revianti ◽  
Noengki Prameswari

<p><strong><em>Latar Belakang:</em></strong><em> </em><em>Alveolar osteitis merupakan salah satu komplikasi pasca</em><em> </em><em>pencabutan </em><em>gigi</em><em>.</em><em> Kondisi ini biasanya menjadi masalah pasca pencabutan yang menyebabkan rasa nyeri dan menghambat penyembuhan soket. </em><em>Ekstrak </em><em>Nannochloropsis oculata</em><em> mengandung </em><em>alkaloid, carotenoid, flavonoid, terpenoid dan tocopherol </em><em>yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka.</em><em> </em><strong><em>Tujuan:</em></strong><em> Mengetahui efektivitas ekstrak Nannochloropsis oculata terhadap peningkatan kepadatan kolagen pada proses penyembuhan alveolar osteitis. <strong>Bahan dan Metode:</strong> </em><em>Rancangan penelitian ini adalah post test only control group design, dengan menggunakan 64 tikus Wistar jantan dibagi menjadi 2  kelompok  besar, yaitu pemberian irigasi dan dressing. Pada masing-masing kelompok terdapat kelompok kontrol negatif (irigasi PBS atau dressing PBS), kelompok kontrol positif (irigasi Saline 0,9% atau dressing Alvogyl) dan kelompok perlakuan (irigasi atau dressing ekstrak Nannochloropsis oculata 2,5% dan 5%). Kemudian ke</em><em>padatan kolagen</em><em> diukur pada hari ke 3 dan ke 7 setelah perlakuan. Ke</em><em>padatan kolagen </em><em>yang diukur pada soket pasca pencabutan gigi. Setelah dilakukan treatment pada hari ke 3 dan ke 7, semua tikus dikorbankan lalu ke</em><em>padatan kolagen </em><em>diukur melalui preparat histopatologi anatomi dengan pengecatan </em><em>Masson’s Trichom</em><em> dan pembesaran </em><em>100</em><em>x</em><em>, </em><em>kemudian dilakukan pe</em><em>rhitungan kepadatan kolagen</em><em>. Data yang diperoleh dianalisis</em><em> Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. </em><strong><em>Hasil:</em></strong><strong><em> </em></strong><em>Terdapat perbedaan </em><em>kepadatan kolagen </em><em>yang signifikan antara kelompok perlakuan irigasi (0,045), tetapi tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dressing (0,243). Metode dressing lebih efektif dalam meningkatkan kepadatan kolagen jika dibandingkan dengan kelompok irigasi (0,026).</em><em> </em><strong><em>S</em></strong><strong><em>impulan:</em></strong><em> Pemberian dressing ekstrak Nannochloropsis oculata konsentrasi 5% paling efektif dalam meningkatkan kepadatan kolagen pada proses penyembuhan alveolar osteitis pada hari ke 7.</em><em></em></p>


2019 ◽  
Vol 41 (2) ◽  
pp. 5-31
Author(s):  
Shane Pill ◽  
Deboraha Agnew

This article reports the findings of a scoping review of the use of small-sided games (SSGs) as a teaching or coaching pedagogy across four game categories. The selection criteria included empirical research available online, published after January 1 2006 and prior to December 31, 2016, in an academic journal. The data were analysed through an inductive thematic approach which generated two themes: Development and Practical considerations. This review found that SSGs can be used as a deliberate pedagogy to elicit physiological responses for a training effect. Given that the variables associated with SSGs include pitch size, game intensity, and number of players, a key determining factor in the implementation of SSGs includes the objective of the practice activity.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document