Mitigation of nitrous oxide emissions from acidic soils byBacillus amyloliquefaciens, a plant growth-promoting bacterium

2018 ◽  
Vol 24 (6) ◽  
pp. 2352-2365 ◽  
Author(s):  
Shanghua Wu ◽  
Guoqiang Zhuang ◽  
Zhihui Bai ◽  
Yu Cen ◽  
Shengjun Xu ◽  
...  
2020 ◽  
Vol 9 (3) ◽  
Author(s):  
Nan Gao ◽  
Chaowei Zhou ◽  
Weishou Shen ◽  
Sayuri Ota ◽  
Yutaka Shiratori ◽  
...  

Novoherbaspirillum sp. strain UKPF54, a plant growth-promoting rhizobacterium with the ability to mitigate nitrous oxide emission from agriculture soils, has been successfully isolated from paddy soil in Kumamoto, Japan. Here, we report the whole-genome sequence of this strain.


2020 ◽  
Vol 21 (1) ◽  
pp. 14-19
Author(s):  
Praptiningsih Gamawati Adinurani ◽  
Sri Rahayu ◽  
Nurul Fima Zahroh

Mikroba Bacillus subtilis merupakan agen pengendali hayati mempunyai kelebihan sebagai Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) yaitu dapat berfungsi sebagai biofertilizer, biostimulan, biodekomposer dan bioprotektan. Tujuan penelitian mengetahui potensi B. subtilis dalam merombak bahan organik sebagai usaha meningkatkan ketersediaan bahan organik tanah yang semakin menurun. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan berbagai  bahan organik sebagai petak utama (B0 = tanpa bahan organik, B1 = kotoran ayam,  B2 = kotoran kambing, B3 = kotoran sapi) dan aplikasi B.subtilis sebagai anak petak (A0 = 0 cc/L, A1 = 5cc/L, A2 = 10 cc/L, Pengamatan meliputi variabel tinggi tanaman, indeks luas daun, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, dan bahan organik tanah. Data pengamatan  dianalisis ragam  menggunakan  Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 25 dan dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui signifikansi perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara bahan organik kotoran ternak dan konsentrasi B. subtilis terhadap semua variabel pengamatan. Potensi B. subtilis sangat baik dalam mendekomposisi bahan organik yang ditunjukkan dengan peningkatan bahan organik, dan hasil terbaik pada kotoran  sapi (B3) dan konsentrasi B. subtilis 15 mL/L masing-masing sebesar 46.47 % dan 34.76 %. Variabel pertumbuhan tidak berbeda nyata kecuali tinggi tanaman dengan pertambahan tinggi paling banyak pada pemberian kotoran kambing sebesar 170.69 %.


Author(s):  
J. Monk ◽  
E. Gerard ◽  
S. Young ◽  
K. Widdup ◽  
M. O'Callaghan

Tall fescue (Festuca arundinacea) is a useful alternative to ryegrass in New Zealand pasture but it is slow to establish. Naturally occurring beneficial bacteria in the rhizosphere can improve plant growth and health through a variety of direct and indirect mechanisms. Keywords: rhizosphere, endorhiza, auxin, siderophore, P-solubilisation


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document