Visualization and geographic information system integration: what are the needs and the requirements, if any?

Author(s):  
T.M. Rhyne ◽  
W. Ivey ◽  
L. Knapp ◽  
P. Kochevar ◽  
T. Mace
REINWARDTIA ◽  
2016 ◽  
Vol 14 (2) ◽  
pp. 249
Author(s):  
IBRAHIM DJAMALUDDIN ◽  
POPPY INDRAYANI ◽  
YASUHIRO MITANI ◽  
SHUICHIRO TAGANE ◽  
TETSUKAZU YAHARA

DJAMALUDDIN, I., INDRAYANI, P., MITANI, Y., TAGANE, S. & YAHARA, T. 2015. Geographic Information System (GIS) web server for biodiversity information system. Reinwardtia 14 (2): 249 - 258. - Ecological protection strategies, designed by sharing information and integrating data, play an important role in defining interconnections and interdependencies in research as well as in increasing global awareness. The Geographic Information System (GIS) web server is one technology solution to improve the interoperability and sharing between the biodiversity databases of an organization and the databases of other research groups. In this paper, a database system integration framework based on GIS technology and a GIS server system using the latest cloud-based technology have been developed to incorporate biodiversity databases in Asian region. A GIS server is a GIS web platform integrating multiple geodatabases and provides data display and query, allowing users to apply internet browsers to manipulate the functions and query the data, etc. To demonstrate the effectiveness of a GIS web server, plant biodiversity survey dataset of Mt. Gede Pangrango, West Java in Indonesia, was given as a case study for development and utilization of biodiversity information system in Asian region.


2018 ◽  
Vol 2 ◽  
pp. 223
Author(s):  
Humam Zarodi

<p>Erupsi Gunungapi Merapi tahun 2010 mengakibatkan banyak korban jiwa, kerusakan aset dan kerugian di berbagai bidang. Untuk meminimalkan korban jiwa, kerusakan dan kerugian, diperlukan upaya pengurangan risiko bencana (PRB). Salah satu upaya yang dilakukan adalah program desa bersaudara (<em>sister village</em>) yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Magelang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Program desa bersaudara ini bertujuan agar ada kepastian tempat pengungsian, mengurangi kesemrawutan proses pengungsian serta memudahkan pelayanan pengungsi. Program ini dapat memanfaatan Sistem Informasi Geografis/<em>Geographic Information System</em> (GIS) yang berbasis web (<em>WebGIS</em>). <em>WebGIS</em> mampu mendiseminasikan peta yang dihasilkan dalam program desa bersaudara, misalnya peta jalur evakuasi. Makalah ini bertujuan untuk mendiskripsikan pemanfataan <em>WebGIS</em> dalam mendukung program desa bersaudara, dengan mengambil kasus di Desa Ngargomulyo (desa rawan bencana) dan Desa Tamanagung (desa penyangga/ penerima pengungsi). Metodenya adalah memaparkan proses pemetaan jalur evakuasi. Proses penyusunan peta tersebut terbagi empat tahap:   survei lapangan, penyiapan data spasial, coding dan publikasi. Hasilnya adalah tampilan peta jalur evakuasi yang bisa diakses oleh siapapun tanpa menggunakan aplikasi GIS yang memudahkan masyarakat pengungsi, penerima pengungsi, pemerintah maupun parapihak, mengetahui asal pengungsi, jalur evakuasi dan titik pengungsian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemetaan <em>WebGIS</em> dapat mendukung upaya PRB dengan keunggulan bisa dijangkau pengguna secara sangat luas.<strong></strong></p><p><strong>Kata kunci</strong>: desa bersaudara, <em>sister village</em>, pemetaan jalur evakuasi, <em>gis</em>, <em>webgis</em></p>


2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 254-259
Author(s):  
Renita Astri ◽  
Sularno

District of West Padang which is the area closest to the coast and has a high population. Therefore a geographic information system was created using the A-Star Algorithm method. The A-Star algorithm uses the closest distance estimation to reach a goal and has a heuristic value that is used as a basis for consideration. In this system there are alternative paths and show the amount of capacity and distance from the shelter to be addressed.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document