Performance Analysis on Automated and Average Channel Quality Information (CQI) Reporting Algorithm in LTE-A

Author(s):  
Huda Adibah Mohd Ramli ◽  
Masturah Ahamad Sukor
2012 ◽  
Vol 35 ◽  
pp. 126-134 ◽  
Author(s):  
Jośe Fernando Ortega Mũnoz ◽  
H́ector Manuel F́elix Ibarra ◽  
Arturo Garćıa Melchor ◽  
Guillermo Galaviz ◽  
David H. Covarrubias Rosales

Author(s):  
Danu Dwi Sanjoyo ◽  
Rendy Munadi ◽  
Ida Wahidah

Penjadwalan pada Long Term Evolution (LTE) memiliki peran dalam melayani kebutuhan bandwidth yang besar. Oleh karena itu, jaringan seluler LTE membutuhkan algoritma penjadwalan yang mampu mengakomodasi informasi keluaran dari proses HARQ untuk meningkatkan fairness. Algoritma penjadwalan dikombinasikan dengan proses HARQ untuk meningkatkan keadilan throughput yang diterima oleh pengguna. Redundancy Version (RV) yang diperoleh dari proses HARQ dikombinasikan dengan nilai prioritas layanan dan Channel Quality Information (CQI) menjadi suatu nilai metrik yang digunakan untuk menentukan prioritas paket pada proses penjadwalan. Algoritma penjadwalan diujikan pada makalah ini adalah Round Robin (RR), Maximum C/I (CI), dan Proportional Fairness (PF). Proses HARQ di penerima melakukan Error Detection (ED) dan Forward Error Correction (FEC) pada paket yang diterima. User Equipment (UE) akan mengirimkan feedback ke eNode-B yang berisi informasi apakah paket berhasil diterima dengan benar atau tidak. Integrasi masing-masing algoritma penjadwalan (RR, CI, dan PF) dengan nilai CQI, rangking paket data, dan RV dapat meningkatkan nilai fairness antarpengguna. Jain�s Fairnees Index, sebagai parameter keadilan, menunjukkan adanya peningkatan keadilan throughput.Kata kunci: LTE, penjadwalan, HARQ, Jain�s Fairness Index


2010 ◽  
Vol 2010 ◽  
pp. 1-12 ◽  
Author(s):  
Na Yi ◽  
Yi Ma ◽  
Rahim Tafazolli

Underlay cognitive radios (UCRs) allow a secondary user to enter a primary user's spectrum through intelligent utilization of multiuser channel quality information (CQI) and sharing of codebook. The aim of this work is to study two-user Gaussian UCR systems by assuming the full or partial knowledge of multiuser CQI. Key contribution of this work is motivated by the fact that the full knowledge of multiuser CQI is not always available. We first establish a location-aided UCR model where the secondary user is assumed to have partial CQI about the secondary-transmitter to primary-receiver link as well as full CQI about the other links. Then, new UCR approaches are proposed and carefully analyzed in terms of the secondary user's achievable rate, denoted by C2, the capacity penalty to primary user, denoted by ΔC1, and capacity outage probability. Numerical examples are provided to visually compare the performance of UCRs with full knowledge of multiuser CQI and the proposed approaches with partial knowledge of multiuser CQI.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document