Impact of virtual channels and adaptive routing on application performance

2001 ◽  
Vol 12 (2) ◽  
pp. 223-237 ◽  
Author(s):  
A.S. Vaidya ◽  
A. Sivasubramaniam ◽  
C.R. Das
VLSI Design ◽  
1995 ◽  
Vol 2 (4) ◽  
pp. 315-333 ◽  
Author(s):  
Kazuhiro Aoyama ◽  
Andrew A. Chien

We examine the cost in router complexity of adaptivity and virtual lanes in wormhole routers, using f-flat adaptive routers (based on a generalization of planar-adaptive routing) which include routers with a range of routing freedom. Our studies show that adaptivity is expensive because it requires additional virtual channels and much larger crossbar switches for both adaptivity and deadlock prevention. Increases of 50 to 100% in channel utilization are required to justify additional degrees of routing freedom.Three internal router architectures for virtual lanes are examined and the fully expanded crossbar is found to be most effective because it gives simplest control and minimal internal blocking. Examining router designs with from 1–16 virtual lanes indicates that 30% improvements in channel utilization are required to justify each additional virtual lane. These studies combined with published simulation results indicate that only modest numbers of virtual lanes are likely to be cost effective.


Author(s):  
I Wayan Eka Putra Darmawan

VoIP (Voice over Internet) dikenal juga dengan sebutan IP (Internet Protocol) Telephony saat ini semakin banyak digunakan karena memiliki beberapa keunggulan, salah satu diantaranya yaitu tarif yang jauh lebih murah daripada tarif telepon tradisional sehinggapengguna telepon dapat memilih layanan tersebut sesuai dengan kebutuhannya. VoIP dapat mereduksi biaya percakapan sampai 70%. Selain memiliki beberapa keunggulan di atas,VoIP juga memiliki kelemahan yang sangat vital yaitu dari segi keamanan transfer suarakarena berbasis IP, sehingga siapapun bisa melakukan penyadapan dan perekaman terhadap data VoIP. Ganguan yang terjadi pada sistem VoIP ada berbagai macam diantaranya, transferdata yang lewat pada suatu jaringan seperti misalnya dapat disalahgunakan (abuse), dapatdibajak isi data tersebut (sniffing), dan tidak dapat mengakses server dikarenakan server yang kelebihan muatan (Denial of Services).Ada beberapa cara untuk mengamankan komunikasi data VoIP, antara lain, dengan mengamankan jalur yang digunakan pengguna untuk melakukan komunikasi VoIP denganmenggunakan metode VPN (Virtual Private Network) dan juga dapat dilakukan suatu metode kriptografi pada aplikasi VoIP tersebut sehingga data yang dikirimkan dapat dilindungidengan baik. VPN adalah teknik pengaman jaringan yang bekerja dengan cara membuat suatu tunnel sehingga jaringan yang dipercaya dapat menghubungkan jaringan yang ada diluar melalui internet. Titik akhir dari VPN adalah tersambungnya Virtual Channels (VCs)dengan cara pemisahan. Kenyataannya koneksi sebuah end-to-end VPN tergantung dari sebuah nilai dari hubungan daripada titik-titiknya. VPN mempunyai dua metode dalampengamanan yakni IPSec dan Crypto IP Encapsulation (CIPE). Selain itu dapat dipergunakan teknik Kriptografi (cryptography) yang merupakan ilmu dan seni penyimpanan pesan, data,atau informasi secara aman.Sistem VoIP menggunakan VPN ini diharapkan dapat memberikan keamanan transfer data pada jaringan internet maupun intranet.


2019 ◽  
Vol 16 (7) ◽  
pp. 195-206 ◽  
Author(s):  
Feng Wang ◽  
Dingde Jiang ◽  
Sheng Qi

2015 ◽  
Vol 2 (4) ◽  
pp. 12-17
Author(s):  
Anandeswari. S.A ◽  
◽  
Amsa Sangara Nayagi. P ◽  

Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document