scholarly journals Constraints on neutrino masses from Planck and Galaxy clustering data

2013 ◽  
Vol 88 (6) ◽  
Author(s):  
Elena Giusarma ◽  
Roland de Putter ◽  
Shirley Ho ◽  
Olga Mena
2020 ◽  
Vol 497 (1) ◽  
pp. 776-792 ◽  
Author(s):  
Davide Gualdi ◽  
Héctor Gil-Marín ◽  
Marc Manera ◽  
Benjamin Joachimi ◽  
Ofer Lahav

ABSTRACT We present the GEOMAX algorithm and its python implementation for a two-step compression of bispectrum measurements. The first step groups bispectra by the geometric properties of their arguments; the second step then maximizes the Fisher information with respect to a chosen set of model parameters in each group. The algorithm only requires the derivatives of the data vector with respect to the parameters and a small number of mock data, producing an effective, non-linear compression. By applying GEOMAX to bispectrum monopole measurements from BOSS DR12 CMASS redshift-space galaxy clustering data, we reduce the 68 per cent credible intervals for the inferred parameters (b1, b2, f, σ8) by 50.4, 56.1, 33.2, and 38.3 per cent with respect to standard MCMC on the full data vector. We run the analysis and comparison between compression methods over 100 galaxy mocks to test the statistical significance of the improvements. On average, GEOMAX performs ∼15 per cent better than geometrical or maximal linear compression alone and is consistent with being lossless. Given its flexibility, the GEOMAX approach has the potential to optimally exploit three-point statistics of various cosmological probes like weak lensing or line-intensity maps from current and future cosmological data sets such as DESI, Euclid, PFS, and SKA.


2020 ◽  
Vol 3 (3) ◽  
pp. 187-201
Author(s):  
Sufajar Butsianto ◽  
Nindi Tya Mayangwulan

Penggunaan mobil di Indonesia setiap tahunnya selalu meningkat dan membuat perusahaan otomotif berlomba-lomba dalam peningkatan penjualannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengelompokan data penjualan kedalam sebuah cluster dengan metode Data Mining Algoritma K-Means Clustering. Data Penjualan nantinya akan dikelompokan berdasarkan kemiripan data tersebut sehingga data dengan karakteristik yang sama akan berada dalam satu cluster. Atribut yang digunakan adalah brand dan penjualan. Cluster yang terbentuk setelah dilakukan proses K-Means Clustering terbagi menjadi tiga cluster yaitu Cluster 0 jumlah anggota 235 dengan presentase 26% dikategorikan Laris, Cluster 1 jumlah anggota 604 dengan presentase 67% dikategorikan Kurang Laris, dan Cluster 2 jumlah angota 61 dengan presentase 7% dikategorikan Paling Laris, dari proses clustering diatas dapat diperoleh validasi DBI (Davies Bouldin Index) dengan nilai 0,341


2018 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 001
Author(s):  
Zulhendra Zulhendra ◽  
Gunadi Widi Nurcahyo ◽  
Julius Santony

In this study using Data Mining, namely K-Means Clustering. Data Mining can be used in searching for a large enough data analysis that aims to enable Indocomputer to know and classify service data based on customer complaints using Weka Software. In this study using the algorithm K-Means Clustering to predict or classify complaints about hardware damage on Payakumbuh Indocomputer. And can find out the data of Laptop brands most do service on Indocomputer Payakumbuh as one of the recommendations to consumers for the selection of Laptops.


2020 ◽  
Vol 25 (1) ◽  
pp. 76-88
Author(s):  
Suhandio Handoko ◽  
Fauziah Fauziah ◽  
Endah Tri Esti Handayani
Keyword(s):  

Perkembangan industri telekomunikasi saat ini sangat pesat karena telekomunikasi sudah menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat sehingga banyak perusahaan yang bergerak di industry telekomunikasi. Banyaknya industry Telekomunikasi menuntut para pengembang untuk menemukan strategi atau suatu pola yang dapat meningkatkan penjualan dan pemasaran produk, salah satu strateginya adalah dengan memanfaatkan data transaksi. Paket data merupakan produk dibidang telekomunikasi. Proses Clustering saat ini masih di lakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu, proses perhitungan dan ketelitian yang tinggi. Pada penelitian ini dibuat aplikasi berbasis website dengan tujuan untuk mempermudah Clustering data sehingga dapat digunakan sebagai referensi dalam perencanaan promosi produk telkomsel ke berbagai daerah. Metode yang digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu metode Clustering dengan menggunakan Algoritma K-Means. Algoritma K-Means merupakan algoritma pengelompokkan sejumlah data menjadi menjadi kelompok-kelompok data tertentu. Pada penelitian ini data penjualan dikelompokkan menjadi 3 yaitu data penjualan rendah, data penjualan sedang dan data penjualan tinggi. Pengujian clustering dengan algoritma K-Means pada aplikasi terhadap data transaksi penjualan paket telkomsel diperoleh persentase kesesuaian yaitu 100% dibandingkan dengan clustering manual.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document