scholarly journals Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome Prevention in Injection Drug Users and Their Partners and Children: Lessons Learned in Latin America—The Argentinean Case

2003 ◽  
Vol 37 (s5) ◽  
pp. S362-S365 ◽  
Author(s):  
Diana Rossi ◽  
Paula Goltzman ◽  
Pablo Cymerman ◽  
Graciela Touzé ◽  
Mercedes Weissenbacher
2003 ◽  
Vol 37 (s5) ◽  
pp. S382-S385 ◽  
Author(s):  
Fábio Mesquita ◽  
Denise Doneda ◽  
Denise Gandolfi ◽  
Maria Inês Battistella Nemes ◽  
Tarcísio Andrade ◽  
...  

e-CliniC ◽  
2019 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
Author(s):  
Yurissco B. Sumampouw ◽  
Novie H. Rampengan ◽  
Max F. J. Mantik

Abstract: Human immunodeficiency virus (HIV) infection and acquired immunodpeficiency syndrome (AIDS) are health problems worldwide. Risk factors that are supposed to increase the incidence of HIV/AIDS include perinatal, homosexual, heterosexual, pattern of sexual relation, family with positive HIV/AIDS sufferers who do not use protective equipment, and injection drug users. This study was aimed to determine the profile of HIV/AIDS at the Department of Pediatrics Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. This was a descriptive and retrospective study using data of Voluntary Counseling Test (VCT) from January 2009 to December 2018. The results showed that there were 75 patients, most were 13-18 years (32%) and male sex (50.67%). The most common transmission was perinatal transmission (68%). Stage III had the highest percentage (80%). First-line therapy was found as the most common (68%), albeit 23 patients (30.7%) had not received ARV therapy. There were 28 patients (37.33%) who lived with HIV/AIDS. In conclusion, the highest prevalence of HIV was in 2018 and the most common patients were male, aged 13-18 <18 years, and had perinatal transmission. and 28 children living with HIV. Some patients still lived with HIV/AIDS.Keywords: human immunodeficiency virus, acquired immunodeficiency syndrome Abstrak: Infeksi human immunodeficiency virus (HIV) dan acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) merupakan masalah kesehatan di dunia. Faktor-faktor risiko yang diperkirakan meningkatkan angka kejadian HIV/AIDS antara lain: perinatal, homoseksual, heteroseksual, pola hubungan seks, keluarga dengan pengidap HIV/AIDS positif yang tidak menggunakan pelindung, dan pemakai alat suntik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil HIV-AIDS di Bagiaan Ilmu Kesehatan Anak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif. Penelitian ini menggunakan data dari Voluntary Counseling Test (VCT) RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado selama Januari 2009-Desember 2018. Hasil penelitian mendapatkan 75 pasien dan yang terbanyak ialah usia 13-18 tahun (32%), dan jenis kelamin laki-laki (50,67%). Penularan terbanyak ialah perinatal (68%) Stadium terbanyak ialah stadium III (80%) dan terapi lini I yang terbanyak (68%) namun terdapat 23 pasien (30,7%) yang belum mendapatkan terapi ARV. Terdapat 28 pasien (37,33%) yang hidup dengan HIV/AIDS. Simpulan penelitian ini ialah prevalensi tertinggi HIV pada tahun 2018 dan pasien yang terbanyak berjenis kelamin laki-laki, usia 13-<18 tahun, dengan penularan perinatal. Sebagian pasien hidup dengan HIV/AIDS.Kata kunci: human immunodeficiency virus, acquired immunodeficiency syndrome


e-CliniC ◽  
2019 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
Author(s):  
Yurissco B. Sumampouw ◽  
Novie H. Rampengan ◽  
Max F. J. Mantik

Abstract: Human immunodeficiency virus (HIV) infection and acquired immunodpeficiency syndrome (AIDS) are health problems worldwide. Risk factors that are supposed to increase the incidence of HIV/AIDS include perinatal, homosexual, heterosexual, pattern of sexual relation, family with positive HIV/AIDS sufferers who do not use protective equipment, and injection drug users. This study was aimed to determine the profile of HIV/AIDS at the Department of Pediatrics Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. This was a descriptive and retrospective study using data of Voluntary Counseling Test (VCT) from January 2009 to December 2018. The results showed that there were 75 patients, most were 13-18 years (32%) and male sex (50.67%). The most common transmission was perinatal transmission (68%). Stage III had the highest percentage (80%). First-line therapy was found as the most common (68%), albeit 23 patients (30.7%) had not received ARV therapy. There were 28 patients (37.33%) who lived with HIV/AIDS. In conclusion, the highest prevalence of HIV was in 2018 and the most common patients were male, aged 13-18 <18 years, and had perinatal transmission. and 28 children living with HIV. Some patients still lived with HIV/AIDS.Keywords: human immunodeficiency virus, acquired immunodeficiency syndrome Abstrak: Infeksi human immunodeficiency virus (HIV) dan acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) merupakan masalah kesehatan di dunia. Faktor-faktor risiko yang diperkirakan meningkatkan angka kejadian HIV/AIDS antara lain: perinatal, homoseksual, heteroseksual, pola hubungan seks, keluarga dengan pengidap HIV/AIDS positif yang tidak menggunakan pelindung, dan pemakai alat suntik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil HIV-AIDS di Bagiaan Ilmu Kesehatan Anak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif. Penelitian ini menggunakan data dari Voluntary Counseling Test (VCT) RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado selama Januari 2009-Desember 2018. Hasil penelitian mendapatkan 75 pasien dan yang terbanyak ialah usia 13-18 tahun (32%), dan jenis kelamin laki-laki (50,67%). Penularan terbanyak ialah perinatal (68%) Stadium terbanyak ialah stadium III (80%) dan terapi lini I yang terbanyak (68%) namun terdapat 23 pasien (30,7%) yang belum mendapatkan terapi ARV. Terdapat 28 pasien (37,33%) yang hidup dengan HIV/AIDS. Simpulan penelitian ini ialah prevalensi tertinggi HIV pada tahun 2018 dan pasien yang terbanyak berjenis kelamin laki-laki, usia 13-<18 tahun, dengan penularan perinatal. Sebagian pasien hidup dengan HIV/AIDS.Kata kunci: human immunodeficiency virus, acquired immunodeficiency syndrome


2017 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 1-12
Author(s):  
Nur Syamsi NL

AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah syndrom yang timbul akibat adanya virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. HIV/AIDS dapat menular melalui darah, sperma, cairan vagina, dan ASI (Air Susu Ibu). Penelitian ini dilakukan di Akademi Kebidanan Sandi Karsa Makassar yang terletak di jalan Bung lorong 2, Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea Jaya, Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif. Besarnya sampel yang digunakan adalah 30 responden dari 600 populasi yang dipilih secara Total Sampling. Di mana dalam pengambilan data digunakan instrumen berupa kuesioner yang dibagikan kepada responden. Dari keseluruhan responden didapatkan tingkat pengetahuan mahasiswa Akademi Kebidanan Sandi Karsa Makassar yang diteliti didapat 15 mahasiswa (50%) yang tingkat pengetahuan baik tentang HIV/AIDS dan terdapat 14 mahasiswa (46,7%) yang tingkat pengetahuan cukup tentang HIV/AID dan terdapat 1 mahasiswa (3,3%) yang tingkat pengetahuan kurang tentang HIV/AIDS


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document