scholarly journals Seismic gap identification along Sunda trench using mapping analysis of energy accumulation zone

2021 ◽  
Author(s):  
Aditya Rahman ◽  
Aprilia Nur Vita ◽  
Supriyanto Rohadi
2006 ◽  
Vol 175 (4S) ◽  
pp. 88-88
Author(s):  
Cheryn Song ◽  
Taejin Kang ◽  
Gil Hyun Shin ◽  
Donglk Shin ◽  
Jae Y. Ro ◽  
...  

2006 ◽  
Vol 37 (01) ◽  
Author(s):  
JJ Marx ◽  
F Thoemke ◽  
GD Iannetti ◽  
S Fitzek ◽  
PP Urban ◽  
...  
Keyword(s):  

2017 ◽  
Vol 15 (1) ◽  
pp. 33
Author(s):  
Ummu Kalsum ◽  
M.Yamin Jinca

Fenomena suburbanisasi yang terjadi di kota Makassar mendorong terciptanya pusat-pusat aktivitas baru di kawasan pinggiran dan menimbulkan berbagai masalah baru, seperti masalah transportasi. Penelitian ini menjelaskan arah perkembangan kota di wilayah suburban, karakteristik pergerakan, kondisi pelayanan angkutan massal dan menemukan strategi pengembangan transportasi angkutan massal. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan mapping analysis, deskriptif kuantitatif, komparasi dan SWOT untuk menemukan strategi pengembangan. Hasil studi menunjukkan bahwa kota berkembang ke arah  Timur dan Selatan serta tidak sesuai dengan hierarki jalan. Disamping itu masyarakat suburban dominan melakukan perjalanan 5 kali dalam seminggu dengan waktu tempuh berkisar 30 menit. Pelayanan angkutan massal menggunakan bus (Bus Rapid Transit) masih rendah karena halte masih sulit dijangkau meskipun biaya penggunaannya sangat terjangkau dan memberikan kenyamanan lebih dibanding angkutan massal lainnya. Oleh karena itu diperlukan strategi pengembangan konsep transportasi yang bersifat mikro dan adaptif untuk diterapkan.


1982 ◽  
Vol 28 (98) ◽  
pp. 91-105 ◽  
Author(s):  
V. N. Nijampurkar ◽  
N. Bhandari ◽  
C. P. Vohra ◽  
V. Krishnan

AbstractSurface and core samples of Neh–nar Glacier in the Kashmir Valley have been analysed for the radionuclides 32Si. 210Pb, 40K, and 137Cs. The lateral and vertical profiles (at an altitude of about 4 140 m) reveal:(1)32Si activity decreasing slowly from the accumulation zone to 4 050 m altitude and then abruptly towards the snout.(2)Five zones of alternating high and low 210Pb activity in the surface samples.(3)An horizon at between 2 and 3 m depth containing 210Pb activity above natural levels. This horizon is also associated with 137Cs and a maximum in total ß activity.The ice samples have been dated on the basis of a simplified two–component model, the “fresh“contribution determined by 2l0Pb and the old component by 32Si. The following conclusions can be drawn from these observations:(1)The model age of the snout ice is c. 850 years.(2)The average rate of ice movement in the lower glacier is about 2 m/year, which compares well with the annual movement rate of 2.65 m/year observed since 1974.


Science ◽  
1983 ◽  
Vol 222 (4619) ◽  
pp. 72-74 ◽  
Author(s):  
H. Erlich ◽  
D Stetler ◽  
R Sheng-Dong ◽  
D Ness ◽  
C Grumet

Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document