scholarly journals Mangrove forest community structure in Ekas Buana Village, East Lombok Regency, West Nusa Tenggara

2019 ◽  
Author(s):  
Muhammad Aminuddin ◽  
Sunarto ◽  
Djoko Purnomo
Hydrobiologia ◽  
1994 ◽  
Vol 285 (1-3) ◽  
pp. 131-137 ◽  
Author(s):  
Sarala Aikanathan ◽  
A. Sasekumar

Author(s):  
Sabrina E. Russo ◽  
Sean M. McMahon ◽  
Matteo Detto ◽  
Glenn Ledder ◽  
S. Joseph Wright ◽  
...  

Ecology ◽  
1985 ◽  
Vol 66 (4) ◽  
pp. 1160-1169 ◽  
Author(s):  
Christopher Harrold ◽  
Daniel C. Reed

Ecology ◽  
2013 ◽  
Vol 94 (11) ◽  
pp. 2655-2655 ◽  
Author(s):  
David J. Kushner ◽  
Andrew Rassweiler ◽  
John P. McLaughlin ◽  
Kevin D. Lafferty

Author(s):  
Syahrial Syahrial ◽  
Yudi Sastriawan

Ekosistem mangrove terdapat di seluruh pantai maupun pulau-pulau kecil Indonesia yang terpengaruh oleh pasang surut. Kajian pola sebaran, indikator kualitas lingkungan dan ekologi komunitas mangrove Pulau Tunda dilakukan pada bulan Januari 2014 dengan tujuan untuk mengetahui pola sebaran, indikator kualitas lingkungan dan ekologi komunitas mangrovenya. Sampel mangrove diambil menggunakan transek garis dan plot yang ditarik dari titik acuan (tegakan mangrove terluar) serta tegak lurus garis pantai sampai ke daratan. Kemudian transek garis tersebut dibuat petak-petak contoh (plot) yang berukuran 10 x 10 m2 untuk kategori pohon dan di dalam ukuran 10 x 10 m2 dibuat plot berukuran 1 x 1 m2 untuk kategori semai. Pola penyebaran mangrove Pulau Tunda dianalisis berdasarkan indeks Morisita. Sementara kualitas lingkungan hutan mangrove dianalisis menggunakan tutupan pohon, tutupan semai dan jumlah jenis semai yang ditemukan. Kemudian ekologi komunitas mangrove Pulau Tunda dianalisis berdasarkan indeks keanekaragaman, dominansi dan keseragaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola penyebaran mangrove Pulau Tunda tergolong beraturan (regular), dimana terjadi interaksi negatif antar individu dalam memperebutkan ruang, unsur hara maupun cahaya matahari. Selain itu, kondisi hutan mangrove Pulau Tunda masih tergolong baik dengan tingkat kualitas lingkungan vegetasi mangrove 73.74%, keanekaragaman dan dominansi mangrovenya tergolong rendah (1.20 dan 0.52) dan keseragamannya tergolong labil (0.60). Mangrove ecosystems are found throughout the coast and small islands of Indonesia which are affected by tides. Distribution pattern studies, environmental quality indicators and the ecological mangrove community of Tunda Island were carried out in January 2014 with the aim to determine distribution patterns, indicators of environmental quality and ecology of the mangroves community. Mangrove samples were taken using line transects and plots drawn from reference points (outer mangrove stands) and perpendicular to the coastline to the mainland. The line transect is made of plots of sample size 10 x 10 m2 for the category of trees and in a size of 10 x 10 m2 a plot of 1 x 1 m2 is made in the seedling category. The pattern of distribution of mangroves of Tunda Island was analyzed based on the Morisita index. While the environmental quality of mangrove forests was analyzed using tree cover, seedling cover and number of seedlings found. The ecology of the Tunda Island mangrove forest community was analyzed based on the diversity index, dominance and uniformity. The results showed that the pattern of mangrove distribution of Tunda Island was regular, where there was a negative interaction between individuals in fighting over space, nutrients and sunlight. In addition, the condition of the Tunda Island mangrove forest is still relatively good with the level of environmental quality of mangrove vegetation 73.74%, the diversity and dominance of mangroves are relatively low (1.20 and 0.52) and uniformity is classified as unstable (0.60). 


2020 ◽  
Vol 109 ◽  
pp. 103657
Author(s):  
Basil N. Yakimov ◽  
Alina S. Gerasimova ◽  
Shuang Zhang ◽  
Keming Ma ◽  
Yuxin Zhang

2018 ◽  
Vol 15 (2) ◽  
pp. 117 ◽  
Author(s):  
Bekti Utomo ◽  
Sri Budiastuty ◽  
Chatarina Muryani

Pengelolaan hutan mangrove merupakan hal yang penting dalam mengupayakan pelestarian lingkungan di kawasan pesisir. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dampak kegiatan rehabilitasi hutan mangrove dan strategi pengelolaan hutan mangrove di Desa Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara.Penelitian ini menggunakan pendekatan survei dengan wawancara langsung dan pengamatan lapangan. Populasi adalah seluruh penduduk pesisir di daerah penelitian, teknik pengampilan sampel menggunakan “cluster random sampling”. Dampak yang ditimbulkan dengan adanya rehabilitasi hutan mangrove di daerah penelitian adalah meningkatnya hasil tangkapanikan, mengurangi abrasi pantai, menahantiupan angin laut, semakin banyak tangkapan biota (udang, kepiting, kerang) di pesisir, danmenjadikan kawasan tersebut menjadidaerah objek wisata. Strategi yang perlu dilakukan dalam pengelolaan hutan mangrove diantaranya yaitu memanfaatkan potensi yang ada dengan dengan melakukan penanaman pohon mangrove, membentuk kawasan hutan lindung konservasi hutan mangrove agar kawasan hutan mangrove tetap terjaga baik dan lestari, memberikan sosialisasi atau pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya menjaga hutan mangrove dan manfaat yang didapat oleh masyarakat, pentingnya kemajuan teknologi dan memberikan beasiswa kepada masyarakat yang dikira berkompeten dan aktif dalam rehabilitasi mangrove untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggi agar ilmu pengetahuan yang didapat bisa memberikan kontribusi yang positif untuk pengelolaan hutan mangrove yang ideal..Kata kunci: hutan mangrove, masyarakat, pengelolaanEnglish Title: Mangrove Forest Management Strategy In The Village Of Environmental Tlare District Kedung District JeparaABSTRACTManagement of mangrove forests is an important aspect in the effort to conserve the environment in coastal areas. The purpose of this research is to know the impact of mangrove forest rehabilitation and mangrove forest management strategy in Tanggul Tlare Village, Kedung Sub-district, Jepara Regency. This research uses survey approach with direct interview and field observation. Population is the entire coastal population in the study area, sample technique using cluster random sampling. The impacts of mangrove forest rehabilitation in the study area were increased fish catch, reduced coastal abrasion, retained wind breeze, more biota catches (shrimp, crabs, shells) on the coast, and made the area a tourist destination. Strategies that need to be done in the management of mangrove forests include the utilization of existing potentials by planting mangrove trees, establishing protected forest areas of mangrove forest conservation so that the mangrove forest area is maintained well and sustainably, providing socialization or understanding to the community about the importance of maintaining mangrove forests and Benefits gained by the community, the importance of technological advancement and providing scholarships to people who are thought to be competent and active in mangrove rehabilitation to continue their higher education so that the knowledge gained can contribute positively to the management of the ideal mangrove forests.Keywords: mangrove forest, community, managementCitation: Utomo, B., Budiastuti, S dan Muryani, C. (2017). Strategi Pengelolaan Hutan Mangrove Di Desa Tanggul Tlare Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara. Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(2), 117-123, doi:10.14710/jil.15.2.117-123


2019 ◽  
Vol 223 (1) ◽  
pp. 475-486 ◽  
Author(s):  
Zikun Mao ◽  
Adriana Corrales ◽  
Kai Zhu ◽  
Zuoqiang Yuan ◽  
Fei Lin ◽  
...  

Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document