Mechanical alloying in a planetary ball mill : kinematic description

1994 ◽  
Vol 04 (C3) ◽  
pp. C3-291-C3-296 ◽  
Author(s):  
M. ABDELLAOUI ◽  
E. GAFFET
2019 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
Author(s):  
Silviana Simbolon ◽  
Anggito P Tetuko ◽  
Candra Kurniawan ◽  
Perdamean Sebayang ◽  
Krista Sebayang

Pada penelitian ini, telah dilakukan analisa efek doping Mn2+/Cu2+ sebanyak 0.1%mol terhadap struktur barium heksaferit sebagai material absorbsi gelombang mikro. Sintesis material dilakukan dengan metode mechanical alloying menggunakan planetary ball mill. Powder yang telah di-milling dikalsinasi pada temperature 1000 °C selama 2 jam. Powder hasil kalsinasi di kompaksi dengan tekanan 1.5 kgf/cm2 membentuk pellet dan di sinter pada temperatur 1150 °C selama 2 jam. Dari hasil eksperimen, menunjukkan penambahan ion Mn2+/Cu2+0.1 %mol mengakibatkan nilai densitas bulk meningkat jika dibandingkan dengan  barium heksaferit. Efek penambahan ion Mn2+/Cu2+ menurunkan nilai koersivitas (Hjc) dan menaikkan nilai remanensi (Mr) yaitu BaFe12O19 memiliki Hjc = 6.45 KOe dan Mr = 0.91 KG, BaFe11.9Mn0.1O19 memiliki Hjc = 3.27 KOe dan Mr = 1.62 KG sedangkan BaFe11.9Cu0.1O19 memiliki Hjc = 1.75 KOe dan Mr = 1.79 KG. Pengukuran refflection loss gelombang mikro menggunkan VNA menunjukkan bahwa penambahan ion Mn2+/Cu2+ pada barium heksaferit memiliki rentang frekuensi yang berbeda. Frekuensi BaFe11.9Mn0.1O19 sekitar 4 – 10 GHz dan BaFe11.9Cu0.1O19 sekitar 4 – 8 GHz. Hal ini menunjukkan bahwa besar penyerapan gelombang yang cukup signifikan dengan adanya penambahan doping Mn/Cu 0.1 %mol jika dibandingkan terhadap barium hexaferit.


2020 ◽  
Vol 62 (7) ◽  
pp. 989
Author(s):  
В.Е. Порсев ◽  
А.Л. Ульянов ◽  
Г.А. Дорофеев

57Fe Mössbauer spectroscopy and X-ray diffraction are used to study in detail the mechanism of mechanical alloying in a planetary ball mill of the Fe-Cr nanocrystalline system in the concentration range from 20 to 48 at.% Cr. It is established that mechanical alloying proceeds in one stage at a concentration of up to 30 at.% Cr and in three stages at higher concentrations. The change in the mechanical alloying mechanism occurs as iron is saturated with chromium and is caused by the inversion of the mixing energy sign from negative to positive.


1995 ◽  
Vol 59 (2) ◽  
pp. 183-190 ◽  
Author(s):  
Shigeoki Saji ◽  
Kazuya Hashimoto ◽  
Yutaka Neishi ◽  
Hideki Araki ◽  
Toshimi Yamane

Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document