Radiation from a line source at the vertex of a right-angled dielectric wedge

Author(s):  
Anthony D. Rawlins
Keyword(s):  
2019 ◽  
Vol 72 (3) ◽  
pp. 341-357
Author(s):  
A D Rawlins

Summary We shall consider the problem of determining the correct electrostatic field produced when an infinite two-dimensional line source is influenced by an adjacent infinite dielectric wedge. This result corrects a number of previous attempts at this problem, which are shown to be in error. The method avoids using the Mellin transform which has lead to some of these earlier errors. The method is used to solve a more general problem of the electrostatic field produced by an arbitrary number of line sources located in an arbitrary number of contiguous dielectric wedges.


Author(s):  
Mohamed A Salem ◽  
Aladin H Kamel ◽  
Andrey V Osipov

Electromagnetic fields excited by a line source in the presence of an infinite dielectric wedge with refractive index N are determined by application of the Kontorovich–Lebedev transform. Singular integral equations for spectral functions are solved by perturbation procedure, and the solution is obtained in the form of a Neumann series in powers of . The devised numerical scheme permits evaluation of the higher-order terms and, thus, extends the perturbation solution to values of N not necessarily close to unity. Asymptotic approximations for the near and far fields inside and outside the dielectric wedge are derived. The combination of the Neumann-type expansion of the transform functions with the representation of the field as a Bessel function series extends solutions derived with the Kontorovich–Lebedev method to the case of real-valued wavenumbers and arbitrarily positioned source and observer. Numerical results showing the influence of wedges with various values of dielectric and magnetic constants on the directivity of a line source are presented and verified through finite-difference frequency-domain simulations.


PIERS Online ◽  
2010 ◽  
Vol 6 (8) ◽  
pp. 746-749 ◽  
Author(s):  
Gianluca Gennarelli ◽  
Giovanni Riccio

2014 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
Author(s):  
Ridwan Maulana

ABSTRAK Perkembangan Kota Pontianak yang semakin pesat, ditambah dengan perkembangan penduduk yang semakin meningkat, telah membuat sistem transportasi jalan raya mengalami tingkat kompleksitas yang tinggi , salah satu dampak yang ditimbulkan adalah pencemaran udara perkotaan. Particulate Matter (PM10) merupakan salah satu bentuk zat pencemar yang disebabkan oleh sektor transportasi tersebutserta dapat menyebabkan gangguan kesehatan khususnya pada sistem pernapasan. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat konsentrasi partikulat udara (Particulate Matter (PM10)) khususnya di Jalan Sutan Syahrir, Jalan Ahmad Yani dan Jalan Kom. Yos. Sudarso Jeruju Kota Pontianak. Ketiga lokasi penelitian tersebut dipilih untuk mewakili peruntukkan tata guna lahan yang berbeda yaitu Jalan Sutan Syahrir berlokasi di pinggiran kota, Jalan Jend. Ahmad Yani berlokasi di tengah kota, dan Jalan Kom. Yos. Sudarso Jeruju yang berlokasi di kawasan industri. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang didapat dari BLHD Provinsi Kalbar yaitu data volume kendaraan yang melintas pada ketiga jalan tersebut. Jenis-jenis kendaraan dibagi menjadi 4 golongan yaitu golongan 1 (sepeda motor), golongan 2 (sedan, angkot, pickup), golongan 3 (bis mikro, bis), golongan 4 (truck 2 as 4 roda, truck 2 as 6 roda, truck 3 as, truk 4 as, trailer).Metode penelitian yang digunakan terbagi menjadi 2 bagian, yaitu perhitungan (perhitungan beban laju emisi transportasi dan konsentrasi Particulate Matter (PM10) dengan rumus dispersi Gaussian untuk Line Source serta analisis korelasi data untuk memperoleh hubungan antara jumlah kendaraan dengan konsentrasi Particulate Matter (PM10) menggunakan aplikasi SPSS 16. Dari hasil analisis, bahwa jenis kendaraan golongan 1 memiliki kontribusi yang paling besar terhadap konsentrasi Particulate Matter (PM10) yaitu dengan konsentrasi terbesar yaitu 901425,466 dimana nilai konsentrasi tersebut melebihi Ambang Batas Baku Mutu Udara Ambien Nasional yaitu 150 , hal ini dikarenakan sepeda motor memiliki jumlah yang paling banyak apabila dibandingkan dengan kendaraan lain di ketiga jalan tersebut. Kendaraan golongan 2 memiliki jumlah terbanyak kedua diikuti dengan golongan 4 dan 3. Maka dapat disimpulkan bahwa jumlah kendaraan total memang mempengaruhi konsentrasi Particulate Matter (PM10) pada Jalan Sutan Syahrir, Jalan Jend. Ahmad Yani dan Jalan Kom. Yos Sudarso dilihat dari hasil korelasinya yang mendekati nilai 1 (positif kuat) yaitu 0,963 dengan menggunakan aplikasi SPSS 16. Kata Kunci :Particulate Matter (PM10), Golongan Kendaraan, Korelasi.


Crop Science ◽  
1987 ◽  
Vol 27 (2) ◽  
pp. 354-356 ◽  
Author(s):  
Z. W. Wicks ◽  
M. L. Carson

Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document