Using a geographic information system to improve Special Sensor Microwave Imager precipitation estimates over the Tibetan Plateau

2004 ◽  
Vol 109 (D3) ◽  
pp. n/a-n/a ◽  
Author(s):  
Zhi-Yong Yin ◽  
Xiaodong Liu ◽  
Xueqin Zhang ◽  
Chih-Fang Chung
Inner Asia ◽  
2004 ◽  
Vol 6 (2) ◽  
pp. 179-95
Author(s):  
Karl E. Ryavec

AbstractThis study critiques the China Historical Geographic Information System in terms of its failure to distinguish between regions of Chinese civilisation that were directly incorporated into an imperial field administration and Inner Asian regions under indigenous polities. Although the focus of this study is on eastern Tibet, specifically China’s southwestern Tibetan Frontier in Sichuan, the general methodological approach employed is relevant to the entire Inner Asian cultural region. Despite China’s long history, only some eastern Tibetan communities located along the transition zone between the eastern Tibetan Plateau and agrarian China were integrated into the traditional Chinese field administration. Most of this expansion occurred during the last dynasty known as the Qing or Manchu, c. 1644–1911.


2018 ◽  
Vol 2 ◽  
pp. 223
Author(s):  
Humam Zarodi

<p>Erupsi Gunungapi Merapi tahun 2010 mengakibatkan banyak korban jiwa, kerusakan aset dan kerugian di berbagai bidang. Untuk meminimalkan korban jiwa, kerusakan dan kerugian, diperlukan upaya pengurangan risiko bencana (PRB). Salah satu upaya yang dilakukan adalah program desa bersaudara (<em>sister village</em>) yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Magelang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Program desa bersaudara ini bertujuan agar ada kepastian tempat pengungsian, mengurangi kesemrawutan proses pengungsian serta memudahkan pelayanan pengungsi. Program ini dapat memanfaatan Sistem Informasi Geografis/<em>Geographic Information System</em> (GIS) yang berbasis web (<em>WebGIS</em>). <em>WebGIS</em> mampu mendiseminasikan peta yang dihasilkan dalam program desa bersaudara, misalnya peta jalur evakuasi. Makalah ini bertujuan untuk mendiskripsikan pemanfataan <em>WebGIS</em> dalam mendukung program desa bersaudara, dengan mengambil kasus di Desa Ngargomulyo (desa rawan bencana) dan Desa Tamanagung (desa penyangga/ penerima pengungsi). Metodenya adalah memaparkan proses pemetaan jalur evakuasi. Proses penyusunan peta tersebut terbagi empat tahap:   survei lapangan, penyiapan data spasial, coding dan publikasi. Hasilnya adalah tampilan peta jalur evakuasi yang bisa diakses oleh siapapun tanpa menggunakan aplikasi GIS yang memudahkan masyarakat pengungsi, penerima pengungsi, pemerintah maupun parapihak, mengetahui asal pengungsi, jalur evakuasi dan titik pengungsian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemetaan <em>WebGIS</em> dapat mendukung upaya PRB dengan keunggulan bisa dijangkau pengguna secara sangat luas.<strong></strong></p><p><strong>Kata kunci</strong>: desa bersaudara, <em>sister village</em>, pemetaan jalur evakuasi, <em>gis</em>, <em>webgis</em></p>


2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 254-259
Author(s):  
Renita Astri ◽  
Sularno

District of West Padang which is the area closest to the coast and has a high population. Therefore a geographic information system was created using the A-Star Algorithm method. The A-Star algorithm uses the closest distance estimation to reach a goal and has a heuristic value that is used as a basis for consideration. In this system there are alternative paths and show the amount of capacity and distance from the shelter to be addressed.


1977 ◽  
Author(s):  
William B. Mitchell ◽  
Robin G. Fegeas ◽  
Katherine A. Fitzpatrick ◽  
Cheryl A. Hallam

Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document