Nitric oxide regulates oxidative defense system, key metabolites and growth of broccoli (Brassica oleracea L.) plants under water limited conditions

2019 ◽  
Vol 254 ◽  
pp. 7-13 ◽  
Author(s):  
Aneeqa Munawar ◽  
Nudrat Aisha Akram ◽  
Abrar Ahmad ◽  
Muhammad Ashraf
2020 ◽  
Vol 42 (10) ◽  
Author(s):  
Nudrat Aisha Akram ◽  
Naima Hafeez ◽  
Muhammad Farid-ul-Haq ◽  
Abrar Ahmad ◽  
Muhammad Sadiq ◽  
...  

2009 ◽  
Vol 15 (3) ◽  
pp. 223-228 ◽  
Author(s):  
Hyang Lan Eum ◽  
Dae Keun Hwang ◽  
Seung Koo Lee

Nitric oxide (NO) was applied to broccoli (Brassica oleracea L. var. italica) florets and analyzed its effect on chlorophyll degradation during postharvest senescence. Florets were treated with 1000 µL/L of NO for 5 h and placed in darkness at 20°C. During storage, the NO treatment delayed yellowing and retarded the onset of chlorophyll degradation. The activity of lipoxygenase was not related to the development of yellowing during storage. However, the accumulation of malondialdehyde, which could be used as an index of lipid peroxidation, was higher in the control than observed in the NO treatment. In untreated broccoli florets during storage, lipid peroxidation influenced the yellowing of broccoli florets while NO-treated florets maintained chlorophyll levels and decreased lipid peroxidation.


Planta Medica ◽  
2008 ◽  
Vol 74 (09) ◽  
Author(s):  
BM Silva ◽  
AP Oliveira ◽  
DM Pereira ◽  
C Sousa ◽  
RM Seabra ◽  
...  

2019 ◽  
Vol 51 (3) ◽  
Author(s):  
Sajjad Moharramnejad ◽  
Omid Sofalian ◽  
Mostafa Valizadeh ◽  
Ali Asghari ◽  
Mohammad Reza Shiri ◽  
...  

2019 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 133
Author(s):  
Mario Febrianus Helan Sani ◽  
Setyowati Setyowati ◽  
Sri Kadaryati

Latar Belakang: Beta-karoten merupakan salah satu isomer karoten yang bisa ditemukan pada sayuran berwarna hijau tua atau kuning tua (seperti wortel dan brokoli). Brokoli merupakan sayuran yang memiliki kandungan beta-karoten yang cukup tinggi, yaitu 623 IU/100 gram. Namun, proses pengolahan brokoli menjadi hidangan dapat menurunkan kandungan beta-karotennya. Tujuan: Mengetahui pengaruh teknik pengolahan terhadap kandungan beta-karoten pada brokoli. Metode: Jenis penelitian ini adalah observational di laboratorium. Penelitian ini menggunakan rancangan acak sederhana dengan dua kali pengulangan dan satu unit percobaan. Teknik pengolahan yang dilakukan adalah merebus, mengukus, dan menumis. Brokoli mentah digunakan sebagai kontrol. Penelitian dilakukan pada bulan Februari–Maret 2017. Analisis kadar beta-karoten dilakukan di Laboratorium Chem-mix Pratama Yogyakarta dengan metode spektrofotometri. Hasil: Kadar beta-karoten tertinggi terdapat pada brokoli mentah diikuti dengan brokoli yang ditumis, dikukus dan direbus. Persen penurunan kadar beta-karoten yang direbus, dikukus dan ditumis dibandingkan dengan brokoli mentah masing-masing sebesar 45,87%, 33,52% dan 22,25%. Ada penurunan kadar beta-karoten yang signifikan setelah direbus, ditumis, maupun dikukus dibandingkan dengan brokoli segar (p<0,05). Kesimpulan: Kadar beta-karoten pada brokoli mengalami penurunan setelah dilakukan pengolahan dengan cara direbus, dikukus, dan ditumis. Merebus mengakibatkan penurunan kadar betakaroten terbanyak dibandingkan dengan kedua proses lainnya.


Author(s):  
Jorge Jaramillo ◽  
Paula Aguilar ◽  
Carolina Valencia ◽  
Alegria Saldarriaga ◽  
Antonio Martinez ◽  
...  

Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document