The Olt River pollution monitoring, using spatial analysis, analityc hierarchy process and technique for order preference by similarity methods

2016 ◽  
Vol 101 ◽  
pp. 9-18 ◽  
Author(s):  
Sorin Borza ◽  
Valentin Petrescu
2017 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 663 ◽  
Author(s):  
Muhammad Fadlan ◽  
Muhammad Muhammad ◽  
Hadriansa

Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah Republik Indonesia terhadap dunia pendidikan. Beasiswa yang disalurkan oleh pemerintah melalui Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia ini, penyeleksian dan penetapan penerimanya sepenuhnya diserahkan kepada pihak Perguruan Tinggi yang bersangkutan. Tahap inilah yang sangat rentan terjadinya kecurangan. Pada objek penelitian  yang diteliti hingga saat ini proses penyeleksian masih dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel, hal ini tentu saja kurang efektif dan efisien, serta rentan akan terjadinya kesalahan bahkan kecurangan. Untuk itu, diperlukan suatu metodologi dan aplikasi yang tepat dalam melakukan penyeleksian penerima beasiswa tersebut. Decision Support System digunakan sebagai solusi untuk melakukan perekomendasian penerima beasiswa, khususnya dengan menggunakan Metode Technique  for  Order  Preference  by  Similarity  to  Ideal  Solution  (TOPSIS)  dan  Analytical  Hierarcy Process (AHP). Penggunaan kombinasi dua metode tersebut dilakukan agar memiliki tingkat akurasi yang baik jika dibandingkan  dengan menggunakan satu metode. Hasilnya,  aplikasi  decision support system dengan penerapan kombinasi metode Topsis dan AHP berhasil di rancang dan di ujicoba, serta sukses dalam perekomendasian penerima beasiswa PPA dengan menghasilkan data alternatif mahasiswa yang terurut mulai dari nilai preferensi yang paling tinggi 0.764 hingga terendah 0.189. Hasil ini dapat menjadi rekomendasi bagi pengambil keputusan dalam mengambil keputusan yang efektik, efisien dan dapat dipertanggung jawabkan.


2021 ◽  
Vol 13 (4) ◽  
pp. 1859
Author(s):  
Kadir Diler Alemdar ◽  
Ahmet Tortum ◽  
Ömer Kaya ◽  
Ahmet Atalay

Intersections are the most important regions in terms of urban traffic management. The intersection areas on the corridor should be analyzed together for consistency in traffic engineering. To do so, three intersections on the Vatan Street corridor in İstanbul, the most crowded city of Turkey, were examined. Various geometric and signal designs were performed for intersections and the most suitable corridor design was analyzed. The corridor designs were modeled with the PTV VISSIM microsimulation software. The most suitable corridor design was evaluated by using the results obtained from the microsimulation via analytical hierarchy process (AHP) and technique for order preference by similarity to ideal solution (TOPSIS) from multi criteria decision analysis (MCDA) methods. The evaluation criteria in the study are vehicle delay, queue length, stopped delay, stops, travel time, vehicle safety, CO emission, fuel consumption, and construction cost. As a result, the current and the most suitable alternative corridors were compared according to the comparison parameters and up to 80% improvements were observed. Thus, some advantages were obtained in terms of energy, environment, time, and cost.


Sainteks ◽  
2021 ◽  
Vol 18 (1) ◽  
pp. 65
Author(s):  
Rima Dwi Mainingsih ◽  
Muhammad Hamka

Salah satu program LAZISMU Banyumas adalah beasiswa. Beasiswa merupakan pemberian bantuan keuangan yang diberikan kepada perorangan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM atau Sumber Daya Manusia melalui pendidikan. Permasalahan di LAZISMU, sistem bantuan beasiswa masih bersifat manual maka diperlukan suatu sistem pendukung keputusan (SPK) untuk memperhitungkan segala kriteria yang mendukung pengambilan keputusan guna membantu, mempercepat dan mempermudah proses pengambilan keputusan. Metode yang digunakan pada sistem pendukung keputusan adalah metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan metode TOPSIS. Analytical Hierarchy Process (AHP) yang digunakan untuk memperbaiki nilai bobot dari kriteria. Nilai bobot yang dihasilkan dari metode AHP selanjutnya digunakan untuk menentukan proses peranking calon penerima bantuan beasiswa menggunakan metode Technique For Order Preference By Similarity To Ideal Solution (TOPSIS). Metode AHP dan TOPSIS digunakan untuk meningkatkan hasil rekomendasi calon penerima bantuan beasiswa. Hasil klasifikasi kemudian dievaluasi menggunakan Black Box Testing untuk mengetahui apakah fungsi, masukan dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sistem aplikasi telah berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan, karena tidak ditemukan adanya kesalahan pada interface serta sistem yang dirancang dan dibangun mampu mengatasi kelemahan-kelemahan yang terdapat pada sistem yang lama dan memberikan hasil rekomendasi calon penerima bantuan beasiswa.Kata-kata Kunci: sistem pendukung keputusan, penerima beasiswa, AHP, TOPSIS, black box testing


2021 ◽  
Vol 10 (2) ◽  
pp. 162-169
Author(s):  
Istna Mar`atul Khusna ◽  
Novita Mariana

Abstrak— Bibit merupakan salah satu penentu dalam keberhasilan budidaya tanaman padi. Budidaya tanaman padi dimulai dari memilih bibit tanaman yang berkualitas karena bibit termasuk objek utama yang dikembangkan pada budidaya selanjutnya. Bibit sebagai pembawa gen dari induknya yang akan menentukan sifat dari tanaman setelah berproduksi dan untuk mendapatkan bibit padi yang berkualitas dapat diperoleh dari memilih dan menentukan bibit yang berasal dari induk berkualitas. Kualitas bibit merupakan kunci keberhasilan dalam budidaya padi. Bibit yang berkualitas mampu beradaptasi, memiliki pertumbuhan yang cepat serta seragam, tumbuh lebih cepat, tahan hama dan tinggi nilai produktivitasnya. Untuk mendapatkan bibit padi berkualitas, petani sering mengalami kesulitan. Berdasarkan kesulitan yang dialami petani, maka akan dibangun sebuah sistem pendukung keputusan untuk membantu petani memutuskan bibit yang akan ditanam sesuai dengan kondisi lingkungan tanam dengan mempertimbangkan beberapa aspek kriteria. Dalam mengatasi masalah pemilihan bibit padi tersebut dibuat sebuah program sistem pendukung keputusan agar memudahkan informasi dan rekomendasi kepada petani padi tentang bibit yang berkualitas. Dengan menggunakan dua metode yaitu Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Penentuan bobot kriteria dilakukan dengan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP), sedangkan untuk tahap perankingan dikerjakan dengan menggunakan metode TOPSIS. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah padi berkualitas dari lima alternatif yang sudah ditetapkan, yaitu: Sunggal, Inpari32, Ciherang, IR64, Situbagendit. Sistem menghasilkan nilai preferensi tertinggi yaitu 0,858 pada padi Sunggal di urutan pertama dan  0,767 pada padi Inpari32 diurutan kedua. Jadi dari hasil penelitian ini, peneliti merekomendasikan bibit padi berkualitas yang cocok ditanam di di desa sambongbangi yaitu Sunggal dan Inpari32..Kata Kunci : Bibit Padi, DSS, TOPSIS, AHP, Kualitas Bibit Padi


2021 ◽  
Vol 236 ◽  
pp. 04016
Author(s):  
Tang Guangrui ◽  
Zhang Yong ◽  
Chang Yan

Under the guidance of the new strategic objectives of the power grid company, it is necessary to inject innovative vitality into personnel training, capital investment, and technological progress in order to achieve the goal of increasing the value of power grid companies. This paper analyzes the coupling relationship of “innovation chain, talent chain, technology chain, capital chain and value chain”, and establishes the evaluation index system of “five chain” integration effectiveness. Then, the traditional Analytic Hierarchy Process (AHP) is improved, and the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) model is constructed. Finally, three provincial power grid companies are selected for example analysis, and the innovation effectiveness ranking of each company is obtained, which verifies the effectiveness of the model proposed in this paper.


2020 ◽  
Vol 202 ◽  
pp. 06003
Author(s):  
Yudi Eko Windarto ◽  
Nurhadi Bashit ◽  
Novia Sari Ristianti ◽  
Desyta Ulfiana ◽  
Devina Trisnawati

Critical land has become a problem in the world. Critical land is very detrimental to the health of the land. Several factors cause the land to become critical. One of them is the use of land that is not by the capabilities of the land. If no repairs made, the land will be physically, chemically, and biologically damaged. Klaten Regency is one of the regencies in Central Java Province, which has quite extensive critical land. It is necessary to monitor and improve land quality regularly to avoid critical land problems. Data and information on critical land obtained from Klaten Regency processed into a decision support system. Decision Support System uses a combination of Analytical Hierarchy Process (AHP) and Technique For Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) methods. In this research, a Web-based Decision Support System created to determine the critical land area in Klaten Regency. The information system created has an alternative menu and criteria that determine the potential of critical land in Klaten Regency, making it easier for users to obtain information.


Symmetry ◽  
2019 ◽  
Vol 11 (2) ◽  
pp. 251 ◽  
Author(s):  
Ying-Chyi Chou ◽  
Hsin-Yi Yen ◽  
Van Thac Dang ◽  
Chia-Chi Sun

The fuzzy analytic hierarchy process (AHP) and fuzzy Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) are extremely beneficial when a decision-making process is complex. The reason is that AHP and TOPSIS can prioritize multiple-choice criteria into a hierarchy by assessing the relative importance of criteria and can thus generate an overall ranking of the alternatives. This study uses fuzzy AHP and fuzzy TOPSIS to evaluate the human resource in science and technology (HRST) performance of Southeast Asian countries. The fuzzy TOPSIS analysis indicates that Singapore, South Korea, and Taiwan have similarities in their desired levels of HRST performance. That is, these three countries have better HRST performances than other Southeast Asian countries.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document